Francesco Guidotti Pergi, Fonsi Nieto Naik Pangkat

Kepergian Manajer Tim Francesco Guidotti ke Red Bull KTM Factory Racing membuat Pramac Racing-Ducati langsung melakukan reorganisasi.

Francesco Guidotti Pergi, Fonsi Nieto Naik Pangkat

Rabu (1/12/2021) lalu, setelah 10 tahun menjadi Manajer Tim Pramac Racing, Francesco Guidotti resmi pindah ke Red Bull KTM Factory Racing. Ia akan mulai bekerja di tim pabrikan asal Austria di MotoGP itu pada 1 Januari 2022 mendatang.

Kepergian Guidotti membuat tim asal Italia tersebut harus melakukan reorganisasi. Tujuannya tak lain mempertahankan dan bila mungkin meningkatkan performa musim lalu yang merebut delapan podium MotoGP 2021 lewat Johann Zarco dan Jorge Martin.

Performa impresif tersebut membuat Pramac Racing – yang merupakan tim satelit Ducati – memenangi gelar tim independen terbaik. Torehan tersebut juga tidak lepas kemenangan pertama di MotoGP yang dibuat Martin di Spielberg, Austria, awal Agustus lalu.

Paolo Campinoti selaku Prinsipal Tim Pramac Racing memang terkejut dengan kepergian salah satu orang kepercayaan sekaligus andalannya di tim tersebut.

Seperti dikutip GPone.com, Pramac langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi kepergian Guidotti. Fonsi Nieto (kiri, foto utama, bersama Guidotti) diyakini menjadi salah satu solusi internal yang diambil Pramac saat ini.

Baca Juga:

Pria asal Spanyol, 43 tahun, tersebut sudah bekerja di Pramac sebagai pelatih riding sejak 2018. Hingga kini, Fonsi Nieto masih salah satu pelatih motor produksi massal Ducati.

Pengalaman Nieto di ajang balap juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia tercatat tujuh musim penuh turun di Grand Prix kelas menengah (kini Moto2).

Nieto tercatat lima kali memenangi balapan di kelas 250cc, yang empat di antaranya dibuat pada 2002 saat menjadi runner-up di belakang Marco Melandri.

Nieto juga sempat sekali turun di MotoGP pada 2007. Saat itu, ia menggantikan Olivier Jacque yang membela Kawasaki di MotoGP Prancis dan mampu finis di P11.

Pada 2008, Fonsi Nieto bergabung dengan Alstare Suzuki di World Superbike (WSBK). Ia mampu memenangi Race 2 pada balapan pertama di Qatar dan mengakhiri musim di urutan ketujuh klasemen. Namun, Nieto kehilangan posisinya pada 2009.  

Fonsi Nieto juga paham betul seperti apa kondisi paddock tim Pramac. Kini, Nieto akan menangani beberapa tugas Guidotti. Tetapi, ia tetap harus melakukan adaptasi karena ia belum begitu berpengalaman soal manajemen tim.

“Ia akan menjadi front man tetapi bukan manajer tim,” demikian keterangan dari Pramac Racing pada Jumat (3/12/2021), tentang keponakan dari legenda balap Spanyol dan dunia, Angel Nieto, tersebut.

Keluarga Nieto memang sangat dikenal di paddock Grand Prix. Pablo Nieto, putra Angel Nieto atau sepupu Fonsi Nieto – adalah Manajer Tim VR46.

Sementara putra Angel Nieto lainnya, Gelete Nieto, menjadi direktur sport tim Moto2 baru, Yamaha VR46 Master Camp Team.

 

dibagikan
komentar
40 Pembalap Siap Hadapi Valentino Rossi di La 100 Km dei Campioni
Artikel sebelumnya

40 Pembalap Siap Hadapi Valentino Rossi di La 100 Km dei Campioni

Artikel berikutnya

Cerita Fabio Quartararo di Balik Nomor 20 dan Julukan 'El Diablo'

Cerita Fabio Quartararo di Balik Nomor 20 dan Julukan 'El Diablo'
Muat komentar