GALERI: Nomor yang dipensiunkan MotoGP

dibagikan
komentar
GALERI: Nomor yang dipensiunkan MotoGP
Oleh:
, Journalist
27 Jan 2019 09.21

#69 milik Nicky Hayden jadi anggota terbaru deretan nomor-nomor yang sudah tak boleh lagi dipakai di MotoGP.

Saat ini, nomor start bukan hanya sekadar angka belaka. Mereka telah berevolusi menjadi identitas bagi seorang pembalap, khususnya di MotoGP.

Salah satu contohnya Valentino Rossi, ia lebih memilih bertahan dengan #46 ketimbang menggunakan #1, yang diperuntukkan bagi juara dunia musim sebelumnya. Sikap yang juga diikuti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Namun, The Doctor bukanlah pionir tren tersebut.

Baca Juga:

Menoleh jauh ke belakang, tepatnya tahun 70an, Barry Sheene menjadi pembalap pertama yang melakukan hal tersebut. Dua kali juara dunia Grand Prix 500cc itu menempelkan #7 pada Suzuki RG500 miliknya tahun 1977.

Sampai saat ini, hanya ada enam nomor start yang dipensiunkan. Yang berarti nomor tersebut tak diperkenankan untuk dipakai oleh siapapun di MotoGP, siapa saja pembalap yang mendapatkan kehormatan tersebut? 

Slider
List

Kevin Schwantz #34

Kevin Schwantz #34
1/12

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Kevin Schwantz, Suzuki RGV 500

Kevin Schwantz, Suzuki RGV 500
2/12

Foto oleh: Dave Dyer

Schwantz menjadi pembalap pertama yang nomornya dipensiunkan. Memang hanya satu gelar yang diperoleh pembalap Amerika itu, namun kharismanya membuat #34 menjadi simbol yang mendunia.

Daijiro Kato #74

Daijiro Kato #74
3/12

Daijiro Kato

Daijiro Kato
4/12

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Juara dunia 250cc musim 2001, Kato jadi harapan terbesar Jepang untuk bicara di kategori tertinggi Grand Prix, MotoGP. Sayang, kecelakaan fatal pada balapan pertama musim 2003 di Suzuka merenggut nyawanya.

Sebagai bentuk penghormatan, Dorna mempensiunkan nomor balap Kato, #74.

Loris Capirossi #65

Loris Capirossi #65
5/12

Foto oleh: Ducati Corse

Loris Capirossi

Loris Capirossi
6/12

Foto oleh: Ducati Corse

Tiga kali juara dunia (2x 125cc + 250cc), Capirossi menjadi buah bibir setelah kontroversinya dengan Tetsuya harada pada Grand Prix Argentina. Capirex mengamankan gelar 250cc usai terlibat insiden dengan sang pembalap Jepang.

Saat ini Capirex masih terlibat di paddock Grand Prix sebagai konsultan untuk Dorna, dan juga terlibat atas munculnya kategori baru MotoE.

Shoya Tomizawa #48

Shoya Tomizawa #48
7/12

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Shoya Tomizawa

Shoya Tomizawa
8/12

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Tomizawa menjadi pemenang pertama Moto2 di Qatar 2010, namun ia kehilangan nyawanya pada tahun sama di Misano.

Marco Simoncelli #58

Marco Simoncelli #58
9/12

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marco Simoncelli, San Carlo Honda Gresini

Marco Simoncelli, San Carlo Honda Gresini
10/12

Foto oleh: Richard Sloop

Juara dunia 250cc musim 2008, Super Sic mengemas dua podium diperhitungkan sebagai pembalap muda potensial. Sayang, ia kehilangan nyawanya pada MotoGP Malaysia 2011.

Nicky Hayden #69

Nicky Hayden #69
11/12

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Nicky Hayden

Nicky Hayden
12/12

Foto oleh: Repsol Media

Juara dunia MotoGP terakhir asal Amerika, sosok yang dihormati baik rival ataupun fans. The Kentucky Kid wafat tahun 2017 setelah ditabrak saat bersepeda.

Next article
Perubahan strategi pembalap, Ducati: Bukan team order

Artikel sebelumnya

Perubahan strategi pembalap, Ducati: Bukan team order

Next article

Opini: Makna Mission Winnow bagi Ducati

Opini: Makna Mission Winnow bagi Ducati
Muat komentar