GALERI: YZR-M1, kuda besi andalan Yamaha

dibagikan
komentar
Oleh:
, Journalist
4 Feb 2019 06.09

Sejak era MotoGP musim 2002, Yamaha selalu bergantung pada YZR-M1, yang telah menorehkan kemenangan dan gelar kategori tertinggi Grand Prix.

Salah satu pabrikan yang tak pernah absen sejak era MotoGP, 2002 Yamaha telah meraih berbagai kesuksesan. Puncaknya saat duet Valentino Rossi-Jorge Lorenzo, di mana keduanya total mempersembahkan tujuh gelar pembalap dan lima gelar konstruktor kepada skuat garpu tala.

Baca Juga:

Namun, YZR-M1 seolah tak menunjukkan tajinya selama dua musim terakhir, seolah terbenam di bawah bayang-bayang dominasi Desmosedici GP dan RC213V. 

Untuk menyegarkan ingatan Anda, mari bernostalgia dengan melihat galeri pembalap dan motor pabrikan Yamaha sejak 2002.

Slider
List

Max Biaggi (2002)

Max Biaggi (2002)
1/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Pembalap: Max Biaggi-Carlos Checa

Carlos Checa (2002)

Carlos Checa (2002)
2/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Generasi pertama YZR-M1, menorehkan dua kemenangan, 12 podium, 5 pole, dan Runner-up musim 2002 (Biaggi)

Carlos Checa (2003)

Carlos Checa (2003)
3/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marco Melandri (2003)

Marco Melandri (2003)
4/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Norick Abe (2003)

Norick Abe (2003)
5/39

Foto oleh: Richard Sloop

Alex Barros (2003)

Alex Barros (2003)
6/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Musim ini, Yamaha kehilangan pembalap andalannya, Biaggi, yang membelot ke Honda. Mengandalkan Checa, rookie Marco Melandri dan Norifumi Abe.

Sepanjang 2003, YZR-M1 sama sekali tidak menorehkan kemenangan dan pole. Adapun satu-satunya podium didapat pembalap satelit, Alex Barros, yang finis ketiga di Le Mans.

Carlos Checa, Valentino Rossi (2004)

Carlos Checa, Valentino Rossi (2004)
7/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Musim 2004, Yamaha membuat gebrakan dengan membajak Valentino Rossi, juara dunia tiga musim sebelumnya bersama Honda, diduetkan dengan Carlos Checa. 

Tampilan YZR-M1 2004 cukup unik, dengan kedua pembalap pabrikan menggunakan dua livery berbeda. Rossi dengan Gauliosses, sementara Checa masih dengan livery tahun lalu, Fortuna.

Valentino Rossi (2004)

Valentino Rossi (2004)
8/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Perekrutan Rossi amat krusial bagi Yamaha, mereka langsung menorehkan sembilan kemenangan, 12 podium, serta mengawinkan gelar konstruktor dan pembalap.

Carlos Checa (2004)

Carlos Checa (2004)
9/39

Foto oleh: Gauloises Fortuna Racing

Valentino Rossi (2005)

Valentino Rossi (2005)
10/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Musim 2005, kedua pembalap Yamaha kini sama-sama menggunakan liveri Gaulioses. Rossi masih jadi andalan, kini didampingi pembalap Amerika, Colin Edwards.

Colin Edwards (2005)

Colin Edwards (2005)
11/39

Foto oleh: Gauloises Fortuna Racing

Musim ini, Yamaha mengoleksi 11 kemenangan, 19 podium, lima pole. Dan mempertahankan gelar pabrikan-pembalap (Rossi).

Colin Edwards (2006)

Colin Edwards (2006)
12/39

Foto oleh: Camel Media Service

Line-up pembalap musim 2006 tak ada perubahan, namun livery tim berganti dari Gaulioses menjadi Camel.

Valentino Rossi (2006)

Valentino Rossi (2006)
13/39

Foto oleh: Camel Media Service

Yamaha gagal mempertahankan dominasinya dengan hanya menorehkan lima kemenangan, 11 podium, lima pole, dan harus mengakui keunggulan Honda dan Nicky Hayden pada musim 2006.

Valentino Rossi (2007)

Valentino Rossi (2007)
14/39

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

Livery Camel hanya bertahan satu tahun, Yamaha kedatangan sponsor baru. Fiat, pabrikan otomotif Italia, mensponsori tim yang masih digawangi Rossi dan Edwards.

Colin Edwards (2007)

Colin Edwards (2007)
15/39

Foto oleh: Hazrin Yeob Men Shah

Musim ini, Yamaha hanya menorehkan empat kemenangan, 10 podium, dan enam pole. Mereka tak mampu membendung keperkasaan Casey Stoner-Ducati yang mendominasi 2007.

Jorge Lorenzo (2008)

Jorge Lorenzo (2008)
16/39

Foto oleh: Fabrice Crosnier

Tahun 2008, Yamaha merekrut rookie Jorge Lorenzo untuk mendampingi Rossi.

Valentino Rossi (2008)

Valentino Rossi (2008)
17/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Keperkasaan Yamaha kembali, total keduanya menorehkan 10 kemenangan, 22 podium, dan enam pole. Gelar juara dunia pabrikan dan pembalap (Rossi) juga dikawinkan skuat garpu tala.

Valentino Rossi (2009)

Valentino Rossi (2009)
18/39

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

Tak ada perubahan berarti musim ini, baik dari segi livery dan pembalap.

Jorge Lorenzo (2009)

Jorge Lorenzo (2009)
19/39

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

Yamaha semakin sulit dihentikan, 10 kemenangan, 25 podium, 12 pole dikumpulkan oleh Rossi-Lorenzo sepanjang 2009. Tahun ini juga menandakan pencapaian gelar ketujuh The Doctor, titel terakhirnya sampai saat ini.

Jorge Lorenzo (2010)

Jorge Lorenzo (2010)
20/39

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

Musim ini, Yamaha tidak mengalami perubahan dari dua musim sebelumnya.

Valentino Rossi-Jorge Lorenzo (2010)

Valentino Rossi-Jorge Lorenzo (2010)
21/39

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

Performa YZR-M1 pun masih dominan, total 11 kemenangan, 26 podium, dan delapan pole dikumpulkan sepanjang 2010. Namun kali ini giliran Lorenzo yang berkuasa.

Ben Spies (2011)

Ben Spies (2011)
22/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Akhir 2010, Rossi meninggalkan Yamaha menuju Ducati. Sebagai gantinya, skuat Iwata merekrut Ben Spies.

Yamaha juga kehilangan FIAT sebagai sponsor utama, alhasil livery motor mengalami sedikit perubahan. Meski masih didominasi warna biru dan putih.

Jorge Lorenzo (2011)

Jorge Lorenzo (2011)
23/39

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

Duet Lorenzo-Spies hanya membukukan empat kemenangan, 14 podium, dan dua pole. Mereka harus mengakui keunggulan Honda, yang meraih gelar dengan Casey Stoner. 

Jorge Lorenzo (2012)

Jorge Lorenzo (2012)
24/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Yamaha mempertahankan duet Lorenzo-Spies musim 2012.

Ben Spies (2012)

Ben Spies (2012)
25/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Musim ini, Yamaha total menorehkan enam kemenangan, 17 podium, dan 7 pole. Yamaha kembali mengantarkan Lorenzo sebagai juara dunia, namun gagal mengawinkan gelar pembalap dengan konstruktor.

Valentino Rossi (2013)

Valentino Rossi (2013)
26/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Dua musim bersama Ducati, Rossi kembali membela Yamaha.

Jorge Lorenzo (2013)

Jorge Lorenzo (2013)
27/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Sepanjang musim, Yamaha memenangi 9 balapan, 20 podium, dan lima pole. Namun pencapaian tersebut tak cukup mengantar Yamaha menuju gelar pabrikan (tertinggal 8 poin dari Honda), dan pembalap (tertinggal 4 dari Marc Marquez).

(Jorge Lorenzo) 2014

(Jorge Lorenzo) 2014
28/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Musim 2014, Yamaha kedatangan Movistar sebagai sponsor utama. Untuk pembalap, Lorenzo-Rossi masih jadi andalan.

2014

2014
29/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Namun, kombinasi Marquez-Honda terlalu dominan. Yamaha hanya menorehkan empat kemenangan, 24 podium, dan satu pole.

Valentino Rossi (2015)

Valentino Rossi (2015)
30/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Tak ada perubahan berarti di tubuh Yamaha musim 2015, baik dari segi pembalap ataupun sponsor utama.

Jorge Lorenzo (2015)

Jorge Lorenzo (2015)
31/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Musim ini, Yamaha amat dominan dengan 11 kemenangan, 27 podium, dan enam pole. Pertarungan gelar juga diperebutkan kedua pembalap garpu tala, dengan Lorenzo unggul lima poin atas Rossi.

Jorge Lorenzo (2016)

Jorge Lorenzo (2016)
32/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Meski pertarungan sengit terjadi musim lalu, Yamaha masih mempertahankan duet Lorenzo-Rossi musim 2016.

Valentino Rossi (2016)

Valentino Rossi (2016)
33/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Namun, tahun ini kombinasi Marquez-Honda kembali mendominasi. Yamaha total hanya mengoleksi enam kemenangan, 20 podium, dan enam pole, Rossi kembali jadi runner-up.

Maverick Vinales (2017)

Maverick Vinales (2017)
34/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Akhir 2016, giliran Lorenzo membelot ke Ducati. Yamaha menyiapkan Maverick Vinales sebagai partner baru Rossi. Tampilan motor juga sedikit berubah, kini aksen putih menghilang dari motor.

Valentino Rossi (2017)

Valentino Rossi (2017)
35/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Tampil dominan pada awal musim, performa YZR-M1 menurun pada paruh kedua. Yamaha hanya menorehkan 4 kemenangan, 13 podium, dan 3 pole.

Valentino Rossi (2018)

Valentino Rossi (2018)
36/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Yamaha tidak melakukan perubahan musim 2018.

Maverick Vinales (2018)

Maverick Vinales (2018)
37/39

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Krisis seolah enggan berlalu dari Yamaha, sejak kemenangan Rossi di Assen 2017, mereka menjalani 25 balapan tanpa kemenangan sebelum akhirnya dipatahkan Vinales di Australia. Secara statistik, ini adalah musim terburuk Yamaha sejak 2003.

Valentino Rossi-Maverick Vinales (2019)

Valentino Rossi-Maverick Vinales (2019)
38/39

Foto oleh: Scherazade Mulia Saraswati

Setelah musim yang menyulitkan, Yamaha membuka lembaran baru dengan sponsor utama baru, Monster Energy.

Yamaha Motor Racing, YZR-M1

Yamaha Motor Racing, YZR-M1
39/39

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Mengusung slogan Beast Mode On, mampukah Rossi dan Vinales membangunkan kembali YZR-M1, motor papan atas yang tidak menunjukan tajinya selama dua tahun terakhir?

Next article
Livery baru Yamaha 2019 meluncur di Jakarta

Artikel sebelumnya

Livery baru Yamaha 2019 meluncur di Jakarta

Next article

Lewati masa sulit, Yamaha siap bangkit

Lewati masa sulit, Yamaha siap bangkit
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Tim Yamaha Factory Racing
Penulis Derry Munikartono