Gap 20 Poin, Aleix Espargaro Masih Optimistis soal Gelar

Aleix Espargaro menolak menyerah meskipun hasil mengecewakan diraihnya di MotoGP Thailand. Rider Aprilia Racing itu meyakini trek-trek yang sulit untuknya sekarang sudah berlalu.

Gap 20 Poin, Aleix Espargaro Masih Optimistis soal Gelar

Menempati posisi ketiga klasemen MotoGP 2022, Aleix Espargaro tiba di Buriram, Thailand, dengan gap 27 poin di belakang sang pemimpin, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Walaupun harus menjalani balapan Grand Prix Thailand yang sulit pada Minggu (2/10/2022), di mana ia dapat long lap penalty, Espargaro tetap berhasil memangkah jarak sebanyak tujuh poin.

Pasalnya, Quartararo memiliki race yang jauh lebih buruk. El Diablo gagal mencetak poin setelah finis di urutan ke-17. Sedangkan Espargaro menuntaskan lomba di P11, mengklaim lima angka.

Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) yang meraih hasil paling positif di antara para penantang gelar dalam balapan basah di Sirkuit Internasional Chang. Ia sukses mencapai podium, finis P3.

Baca Juga:

Hasil tersebut membuat ketertinggalannya kian tipis. Pecco, sapaan Bagnaia, berada di peringkat kedua klasemen, berselisih hanya dua poin dari Quartararo dengan tiga balapan tersisa.

Aleix Espargaro sangat aktif di grid, sebelum lomba dimulai. Spaniard mencoba membuat pembalap lain mengerti bahwa ada area di Tikungan 3 dan 4, di mana visibilitas nol menurutnya.

Race Direction dan Safety Commission mencoba dengan cepat membersihkan area yang dimaksud, tanpa banyak keberhasilan. Alhasil, balapan putaran ke-17 MotoGP 2022 tersebut dimulai dalam kondisi mengerikan.

“Ada banyak rasa frustrasi. Treknya sangat bagus, tetapi antara Tikungan 3 dan 4 Anda tidak bisa melihat apa-apa. Itu sangat berbahaya,” kata Espargaro setelah harus puas finis ke-11.

“Sebelum balapan, yang saya inginkan adalah mereka membersihkan area berair tersebut. Saya kesal dengan pembalap lain, karena tak ikut menekan. Ini bukan soal ingin balapan atau tidak, tetapi mencoba membantu Komisi Keselamatan. Visibilitas sangat rendah, saya memperingatkan Steward, tetapi syukur tak terjadi apa-apa.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team MotoGP

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saat pemanasan, setelah akhir pekan yang sulit, kami membuat langkah maju. Saya pikir saya memiliki kecepatan untuk finis keenam. Saya start dari P13 dan naik ke urutan tujuh,” kenangnya sebelum bicara soal senggolan dengan Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing), yang berujung long lap penalty.

 “Saya tidak berpikir saya pantas mendapatkan penalti karena kontak dengan Brad. (Franco) Morbidelli menyenggol saya dua kali di lap terakhir, tetapi dia tidak menerima sanksi,” katanya.

Karena long lap penalty di Buriram, Espargaro kehilangan sekitar lima detik. Terlepas dari itu, ia memilih untuk melihat situasi secara positif. Dengan tiga race tersisa, sang rider menolak menyerah.

“Kami sangat tidak beruntung dalam dua GP terakhir, tetapi kami hanya tertinggal 20 poin. Selanjutnya, kami akan menuju ke dua sirkuit yang saya sukai (Phillip Island dan Sepang), di mana saya bisa melaju cepat. Saya pikir ini adalah tahun kami,” ia menegaskan.  

 

dibagikan
komentar
Manajer Tim KTM Kagumi Taktik dan Kinerja Miguel Oliveira
Artikel sebelumnya

Manajer Tim KTM Kagumi Taktik dan Kinerja Miguel Oliveira

Artikel berikutnya

Hujan Jadi Penyelamat Marc Marquez di Buriram

Hujan Jadi Penyelamat Marc Marquez di Buriram