Gelar ke-10 Rossi bukanlah obsesi bagi Yamaha

dibagikan
komentar
Gelar ke-10 Rossi bukanlah obsesi bagi Yamaha
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
Co-author: Germán Garcia Casanova
14 Feb 2017 05.08

Crew Chief, Ramon Forcada, mengatakan Yamaha tidak terobsesi dengan upaya Valentino Rossi dalam merengkuh gelar juara MotoGP ke-10.

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Jonas Folger, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Mengoleksi tujuh gelar di kelar premier, ditambah titel 125cc dan 250cc, The Doctor hanya tinggal selangkah lagi untuk merebut gelar ke-10.

Dalam tiga musim terakhir, pembalap Italia itu berada di posisi runner-up, takluk dari Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Rossi masih berpeluang besar pada 2017, namun ia harus menghadapi Maverick Vinales, yang diprediksi tak kalah tangguh.

Forcada, sebelumnya mendampingi Lorenzo dan kini menjadi Crew Chief Vinales, meyakini Yamaha tidak memiliki preferensi untuk menentukan mana pembalap tim yang diunggulkan sebagai juara – terlepas dari kuatnya pengaruh Rossi di Yamaha. 

“Orang Jepang sangat apatis. Mereka ingin menang. Musuh nomor satu dan rival besar mereka adalah Honda,” tukas Forcada kepada Motorsport.com.

“Inilah target utama, dan tidak penting siapa pembalap (yang akan mengalahkan Honda).

“Tentu departemen marketing tertarik pada detail ini. Tapi saya bisa menjamin pemimpin proyek hanya tertarik pada kemenangan, apakah dengan pembalap Tech 3 (Jonas) Folger, (Johann) Zarco), Valentino atau Maverick.

“Mereka menginginkan pembalap Yamaha menang dan gelar ke-10 Rossi bukanlah obsesi bagi mereka.”

Kendati demikian, Forcada mengakui bahwa kesuksesan Rossi memenangi kejuaraan lagi akan menjadi kebanggaan besar bagi skuad Yamaha – yang juga bermarkas di Lesmo, tidak jauh dari Milan.

“Dalam tim, yang dijalankan oleh orang-orang Italia, itu adalah cerita berbeda,” ucapnya.

“Tentu jika Valentino memenangi gelar ke-19 akan penting bagi kejuaraan dan olahraga ini.

“Itu akan menjadi pencapaian besar, setelah gelar terakhirnya (pada 2009), dan itu juga akan memiliki dampak besar media bagi MotoGP.

“Tapi untuk staf teknis (di Jepang), mereka tidak punya preferensi.

“Musuh mereka adalah Honda dan targetnya memenangi kejuaraan – begitu pula target untuk memenangi gelar juara pembalap dan konstruktor.”

Artikel MotoGP berikutnya
Lowes tidak peduli dengan hasil tes Sepang

Artikel sebelumnya

Lowes tidak peduli dengan hasil tes Sepang

Next article

Analisis: Catatan tes pramusim MotoGP Sepang

Analisis: Catatan tes pramusim MotoGP Sepang
Load comments