“Gesture” tangan menghina bakal dikenai denda di MotoGP

Federasi Balap Motor Internasional (FIM) telah mengeluarkan keputusan dan aturan, bahwa pembalap yang melakukan gesture tangan menghina saat di trek akan dikenai hukuman denda.

Para pembalap dan tim mendapat pemberitahuan dalam email yang dikirimkan oleh FIM dua pekan lalu. FIM menekankan pentingnya untuk menjaga citra dan rasa hormat di MotoGP, yang mana menyatakan gesture dan tindakan menghina tidak akan diizinkan.

Keputusan FIM tersebut diyakini berdasarkan atas perselisihan Valentino Rossi dan Aleix Espargaro dalam sesi Free Practice 2 di Misano lalu.

Kedua pembalap terlibat perdebatan di trek yang berawal dari melambatnya Espargaro di Tikungan 15. Rossi, yang sedang memacu motor pada kecepatan tinggi untuk mencetak catatan waktu lap, menjadi terhambat lajunya.

Merasa kesal karena aksi Espargaro yang melambat, Rossi lalu mengacungkan jari tengah kepada pembalap Spanyol itu.

“Saya pikir di Misano, Espargaro melakukan kesalahan besar. Karena dia tetap berada di racing line dan ketika saya marah kepadanya, dia berkata ‘F*** you’,” tutur Rossi.

“Kesalahan saya adalah melakukan ini (mengacungkan jari tengah). Tapi terlepas dari itu, saya benar 100 persen.

“Benar bahwa Anda tidak boleh melakukannya (mengacungkan jari tengah). Tapi dari sisi lain ketika ada pembalap di trek, dia harus menaruh perhatian kepada pembalap lainnya. Jika tidak, itu tidak adil dan jauh lebih buruk (dari mengacungkan jari tengah),” tandasnya.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Valentino Rossi , Aleix Espargaro
Tim Yamaha Factory Racing , Team Suzuki MotoGP
Tipe artikel Breaking news