Agostini: Mustahil Sarankan Rossi Pensiun

Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, mengatakan sulit untuk menasihati Valentino Rossi untuk pensiun karena motivasinya untuk balapan masih sangat tinggi.

Agostini: Mustahil Sarankan Rossi Pensiun

Agostini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Rossi. Selain keduanya berasal dari negara Italia, mereka juga bekerja untuk pabrikan yang sama, Yamaha.

Meski mendapatkan banyak gelar bersama MV Agusta, tapi Agostini mengakhiri kariernya bersama Yamaha pada 1977 silam.

Sejak Rossi bergabung dengan skuad garpu tala, Agostini kerap terlihat berada di garasi pabrikan Jepang itu dan berbincang dengan rider veteran MotoGP tersebut.

Kendati berhubungan cukup dekat, Agostini mengungkapkan, bahwa dirinya tidak bisa menasihati Rossi untuk gantung helm.

“Saya belakangan ini menghabiskan waktu di Italia dan makan malam di salah satu restoran di sana. Koki di sana berusia 70 tahun, dan merupakan penggemar saya,” kata Agostini seperti dilansir Speedweek.

“Tapi dia juga merupakan penggemar Valentino. Dia mengatakan kepada saya, ‘Giacomo, kenapa Anda tidak menjelaskan kepada Valentino bahwa ini waktunya dia untuk berhenti?’ Ada beberapa orang yang juga menanyakan itu kepada saya.

“Itu bukan tugas saya. Saya tidak bisa melakukannya. Memang menyedihkan ketika melihat Valentino tidak menang dalam waktu yang lama.Namun saya tidak bisa memberi saran kepada dia karena itu sangat pribadi."

Agostini sendiri menekankan, tak ingin memanfaatkan kedekatannya untuk bersiap seolah-olah dirinya mengatur hidup dan karier Rossi.

Menurutnya, The Doctor sudah memahami apa yang terbaik bagi kariernya. Itu akan membuatnya lebih tenang saat membuat keputusan untuk pensiun.

“Saya menghargai Vale. Tetapi saya tidak ingin bersiap seperti menggurui atau seperti ayahnya,” ujarnya.

“Bahkan, ayah Valentino saja mengatakan bahwa putranya masih bisa balapan tiga atau empat tahun lagi. Saya bukan ayahnya, jadi saya tak ingin berkomentar tentang itu.”

Baca Juga:

Dalam empat balapan awal, Rossi hanya mampu mengemas empat poin dan menempati urutan ke-21 dalam klasemen sementara MotoGP 2021.

Melihat performanya sejauh ini, Agostini mengatakan, “Saya sedih melihat Vale berada dalam situasi seperti ini. Dia merupakan sosok penghibur selama bertahun-tahun. Semua orang mengaguminya karena dia membuat para penggemar senang.

“Ada yang mengatakan, selama terus berusaha, maka masih ada harapan. Namun, kenyataannya saat ini tidak terlihat begitu baik untuk Vale.”

Sebagai seorang juara, Agostini tahu betul bagaimana rasanya saat mengakhiri kariernya di kejuaraan dunia balap motor. Menurutnya, hal tersebut yang membuat Rossi sangat berat untuk pensiun dari dunia yang sudah membesarkan namanya.

“Kembali ke masa lalu, saat itu saya berpikir panjang tentang waktu yang tepat untuk pensiun. Keputusan yang sangat sulit untuk mengakhiri dunia yang saya cintai,” tuturnya.

“Sejak lahir, saya tidak terlalu berusuran dengan wanita, mobil atau hal lainnya, hanya dengan motor. Itu adalah cinta abadi saya.

“Saya meraih kemenangan (Kejuaraan Formula 750) ketika saya berpikir untuk pensiun. Saya tahu ini akan berakhir dan tak pernah kembali lagi.

“Merasakan kenikmatan meraih kemenangan, kepuasan di podium, kasih sayang tim dan fans, semua itu tidak dapat digantikan oleh kegiatan lain dalam hidup Anda.

“Anda bisa menjadi presiden Fiat atau semacamnya, tapi itu tidak bisa dibandingkan dengan kesuksesan selama bertahun-tahun di level tertinggi.

“Ketika memutuskan pensiun, saya menangis selama tiga hari karena saya sangat mencintai balap motor.”

Giacomo Agostini

Giacomo Agostini

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Rossi Raja Media Sosial di MotoGP 2021

Artikel sebelumnya

Rossi Raja Media Sosial di MotoGP 2021

Artikel berikutnya

Jauh dari Keluarga, Miller Merasa Sendiri

Jauh dari Keluarga, Miller Merasa Sendiri
Muat komentar