Grid MotoGP 2019 bakal menyusut

MotoGP terancam kehilangan dua pembalap – membuat grid akan berjumlah sebanyak 22 motor pada musim depan. Demikian informasi yang diyakini Motorsport.com.

Grid MotoGP 2019 bakal menyusut

Ada 12 tim balap di mana masing-masing menurunkan dua motor pada kelas premier saat ini. Semuanya mendapat jaminan slot grid dengan perjanjian dan regulasi yang mengatur kejuaraan.

Namun usai krisis manajemen Marc VDS, berimbas pada pencopotan jabatan Team Principal Michael Bartholemy sebagai akibat konflik internalnya dengan pemilik tim Michael van der Straten, maka 22 motor di grid 2019 adalah kemungkinan yang sangat nyata.

Peluang untuk mempertahankan 24 grid musim depan pun bergantung pada hasil dari negosiasi seputar proyek tim satelit Yamaha yang didukung Petronas. Walau telah ditinggalkan Tech 3 – hijrah ke KTM – tetapi pabrikan garpu tala tampaknya tetap menurunkan empat YZR-M1. 

Pembicaraan mengenai proyek baru Yamaha berada pada tahap lanjut, dengan calon potensial pembalap Marc VDS, Franco Morbidelli dan Dani Pedrosa, yang terbuang dari Honda.

“Situasi belum dikonfirmasi tapi akan mengatakan bahwa pembicaraan berjalan dengan sangat baik,” ungkap Lin Jarvis kepada MotoGP.com ketika ditanya tentang tim satelit Yamaha selama akhir pekan Catalunya.

“Saya optimistis kami akan menemukan solusi yang baik, semoga dalam beberapa minggu ke depan mungkin ada beberapa berita positif tentang rencana untuk 2019 dan seterusnya.”

Perihal proyek yang didukung Petronas sendiri ada dua kemungkinan berbeda. Pertama, akan memerlukan kemitraan dengan Angel Nieto Team, saat ini menggunakan motor Ducati untuk Alvaro Bautista dan Karel Abraham.

Yang kedua, jika tidak berhasil, maka proyek beralih dengan akan membangun tim dari awal, mungkin membeli aset dari Marc VDS.

Semua skenario di atas kemungkinan menuju grid dengan 22 motor, dalam hal ini akan menjadi logis bagi para pemangku kepentingan untuk mengklaim dua slot tersisa demi Valentino Rossi yang telah diantisipasi masuk manajemen tim MotoGP.

Rossi, di mana Team VR46 berkompetisi di Moto3 dan Moto2, bakal tetap menjadi pembalap Yamaha setidaknya sampai akhir 2020. The Doctor juga telah menegaskan takkan membentuk tim MotoGP hingga 2021.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Race action

Race action
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Michael Bartholemy, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS and Marc van der Straten

Michael Bartholemy, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS and Marc van der Straten
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Start

Start
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Lin Jarvis, Yamaha Factory Racing Managing Director

Lin Jarvis, Yamaha Factory Racing Managing Director
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Franco Morbidelli, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Franco Morbidelli, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Dani Pedrosa, Repsol Honda Team

Dani Pedrosa, Repsol Honda Team
9/10

Foto oleh: Repsol Media

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Petrucci tolak opsi Ducati pada 2020

Artikel sebelumnya

Petrucci tolak opsi Ducati pada 2020

Artikel berikutnya

Lorenzo: Ducati era Rossi lebih rumit ketimbang saya

Lorenzo: Ducati era Rossi lebih rumit ketimbang saya
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Tim Marc VDS Racing , Angel Nieto Team
Penulis Oriol Puigdemont