Hasil di Silverstone Yakinkan Iker Lecuona soal Posisi pada 2022

Finis di P7 GP Inggris, Minggu (29/8/2021), menjadi torehan terbaik Iker Lecuona di MotoGP dalam lomba normal, sejak turun penuh mulai 2020.

Hasil di Silverstone Yakinkan Iker Lecuona soal Posisi pada 2022

Pembalap Tech3 KTM Factory Racing itu memang mampu finis di peringkat keenam pada balapan sebelumnya di Sirkuit Red Bull Ring. Namun, lomba GP Austria berlangsung tidak normal setelah hujan turun empat lap menjelang finis.

Banyaknya pembalap yang masuk pit untuk mengganti motor (diistilahkan flag-to-flag) mengubah total posisi pembalap pada lomba yang akhirnya dimenangi Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) karena mengambil risiko tidak mengganti motor.

Namun, anggapan Iker Lecuona hanya beruntung finis P6 di GP Austria, ditepis dengan performa impresif di GP Inggris yang berlangsung dalam kondisi normal. Start dari grid ke-18 di Sirkuit Silverstone, pembalap asal Spanyol, 21 tahun, itu berhasil finis di P7.

Seusai 40 menit balapan, Lecuona masuk 13,560 detik dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang memenangi GP Inggris dan hanya terpaut 1,4 detik dari Binder yang finis di P6.

Setelah melakukan start impresif, Lecuona mampu menempati posisi ke-12 pada lap pertama. Ia berada di peringkat ke-13 selama 11 lap kemudian. Dari situlah ia perlahan mulai merangsek ke depan.

Iker Lecuona, KTM Tech3

Iker Lecuona, KTM Tech3

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saya tahu sulitnya langsung melesat ke depan di sirkuit seperti Silverstone ini. Trek lurusnya yang pendek dan diikuti dua tikungan cepat membuat overtaking sangat sulit,” kata pembalap 21 tahun itu.

“Pada lap pertama, saya mampu melibas lima pembalap. Lalu, kecepatan saya sangat bagus. Saya juga merasa kuat di sesi warm-up pada pagi hari dan finis kelima. Yang pasti, sepanjang akhir pekan di Silverstone feeling saya terhadap motor bagus.”

Lecuona mengaku sempat tertahan lama di belakang Johann Zarco (Pramac Racing). Ducati Desmosedici GP21 geberan pembalap Prancis itu selalu mampu melewatinya di trek lurus, setiap kali Lecuona melibasnya.

“Karena itu saya sangat senang akhirnya bisa melewatinya untuk kemudian mengikuti Binder. Saya berhasil melewati banyak pembalap. Bahkan, pada lap terakhir saya masih bisa melakukannya,” kata Lecuona.

Iker Lecuona memang sangat membutuhkan hasil seperti di Silverstone ini secara konsisten. Maklum, ia – dan rekan setimnya, Danilo Petrucci – sudah dipastikan kehilangan posisi di Tech3 pada MotoGP 2022 nanti.

Baca Juga:

Musim depan, posisi Lecuona dan Petrucci di Tech3 KTM akan digantikan dua pembalap Moto2 dari Red Bull KTM Ajo, Remy Gardner dan Raul Fernandez, yang kini berada di posisi 1-2 klasemen.

Lecuona sudah menegaskan tidak mau kembali ke Moto2. Ia juga menyebut pekerjaan sebagai test driver di MotoGP tak terlalu menarik minatnya. Dengan usia yang baru 21 tahun, memang pantas bila Lecuona ingin mengembangkan karier balapnya.

Sebelumnya, ia sempat disebut-sebut akan pindah ke Yamaha Sepang Racing Team (SRT). Namun, setelah Yamaha mengonfirmasi telah merekrut Andrea Dovizioso dan Darryn Binder untuk MotoGP 2022, nama Lecuona berangsur meredup.

Jika tidak mendapatkan tempat di SRT, opsi paling realistis Lecuona adalah turun di Worl Superbike (WSBK). Peluang itu cukup besar mengingat tim pabrikan Honda baru saja ditinggalkan Alvaro Bautista yang kembali ke Ducati.

“Saya sudah bisa menikmati turun di atas motor dan berkembang secara konstan. Saya yakin beberapa tim akan melihat potensi saya. Kini, hapir semua pembalap memiliki kontrak untu musim depan dan sulit berubah sampai 2023 nanti,” tutur Iker Lecuona.

“Jadi, saya tidak terlalu memikirkan soal tahun depan. Manajer saya menghindari pembicaraan soal itu sepanjang akhir pekan di Silverstone. Saya akan bertemu dengannya pekan depan dan kami baru bakal mengambil keputusan saat ada tawaran datang.”

dibagikan
komentar
Keterbatasan Opsi Ban Bikin Valentino Rossi Keteteran

Artikel sebelumnya

Keterbatasan Opsi Ban Bikin Valentino Rossi Keteteran

Artikel berikutnya

Francesco Bagnaia Tuntut Penjelasan Michelin

Francesco Bagnaia Tuntut Penjelasan Michelin
Muat komentar