Hengkangnya Dovizioso Jadi Kehilangan Terbesar Ducati

Direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti mengakui hengkangnya Andrea Dovizioso menjadi kehilangan terbesar tim. Tapi, ia menegaskan sudah memiliki pengganti tepat untuk melanjutkan perjuangan.

Hengkangnya Dovizioso Jadi Kehilangan Terbesar Ducati

Dovizioso memutuskan tak melanjutkan kerja sama dengan Ducati setelah delapan tahun bersama. Ia memilih cuti selama semusim dari MotoGP karena tak menemukan kursi yang bagus untuk melanjutkan kariernya.

Selama menjalin kerja sama, hasil terbaik Ducati dan Dovizioso adalah menempati posisi runner-up pada 2017-2019. Itu dikarenakan Desmosedici GP mengalami peningkatan besar setelah MotoGP 2016.

Para petinggi Ducati bangga karena kerja keras dan kesabaran Andrea Dovizioso akhirnya berbuah manis.

Paolo Ciabatti yang memiliki hubungan dekat dengan Dovizioso sebenarnya ingin mempertahankan talenta asal Forlimpopoli, Italia itu.

“Sebenarnya kami berharap bisa melanjutkan kerja sama dengan Andrea. Itu adalah target utama kami sebelum musim di mulai. Tapi, kondisi menjadi tidak pasti akibat pandemi Covid-19 dan karantina diterapkan,” kata Ciabatti.

“Tidak ada kejelasan tentang kejuaraan. Tidak ada yang tahu apakah MotoGP 2020 akan dimulai kembali atau tidak. Situasi lebih rumit daripada yang Anda bayangkan.

“Saya berasumsi bahwa seluruh rencana dari semua tim terdampak akibat krisis finansial. Ini juga berlanjut pada 2021. Kekuatan ekonomi tak akan pulih hanya dalam semalam.”

Baca Juga:

Dovizioso kabarnya tak senang dengan nominal gaji yang diberikan Ducati dalam kontrak baru dan itu menjadi masalah utama mengapa kesepakatan tak kunjung terjadi.

Pabrikan Italia itu tak dapat memberikan nominal yang diminta oleh Andrea Dovizioso karena tak ingin perusahaan mengalami masalah finansial di masa mendatang.

“Kami harus bernegosiasi dengan pembalap kami untuk 2020, dan juga 2021. Kami harus memastikan anggaran pada 2021, terjangkau dan berkelanjutan. Jadi, kami harus memangkas gaji pembalap tim pabrikan kami pada 2020,” uajr Ciabatti.

“Kami menyadari adanya ancaman penurunan jumlah penjualan unit motor dan kami juga harus menerima pengurangan dana dari sponsor.

“Tentu saja Andrea menjadi yang paling terdampak dari pengurangan gaji. Dia pembalap yang memiliki gaji terbesar di tim. Tapi kami memiliki solusi terbaik, dengan Andrea tetap menjadi yang paling besar menerima gaji.”

Sebenarnya, Ducati ingin mencapai kesepakatan baru dengan Doviziosi pada Juni atau Juli lalu. Namun, hal tersebut gagal terjadi karena tak terima dengan kontrak baru yang diajukan pabrikan.

“Saya sudah mengajukan jumlah gaji yang akan diterima Andrea pada 2021, belum ada penawaran resmi. Tapi, Andrea dan manajernya, Simone Battistella, tak sepakat dengan itu. Jadi, kami harus menunggu hingga kejuaraan berlangsung,” ujar Ciabatti.

“Andrea dan Simone tak ingin menunggu kami membuat keputusan, setidaknya hingga balapan kedua di Austria. Kami merasa keputusan mereka untuk tak melanjutkan kerja sama cukup aneh, tapi kami harus menerimanya.”

Andrea Dovizioso, Ducati Team Danilo Petrucci, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team Danilo Petrucci, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Ciabatti menyayangkan perpisahan dari hubungan indah yang sudah terjalin selama delapan tahun dengan segala kenangan manis sepanjang perjalanannya.

“Saya tidak merasa kecewa. Tapi, saya sedih kerja sama yang telah menghadirkan 14 kemenangan harus berakhir,” ujar Ciabatti.

“Tapi terkadang sebuah tim membutuhkan darah segar dan seseorang yang memiliki gaya balap berbeda. Jika salah satu pihak berpikir bahwa mereka telah mendapatkan hasil maksimal dari kerja sama ini, masuk akal mengatakan ‘Arrivederci’ (selamat tinggal).

“Kami tetap menjaga hubungan baik dan mengambil langkah baru. Saya pikir kami telah mencapai titik itu.”

dibagikan
komentar
Franco Morbidelli Merasa Yamaha Menilainya Paling Lemah

Artikel sebelumnya

Franco Morbidelli Merasa Yamaha Menilainya Paling Lemah

Artikel berikutnya

Pembalap MotoGP Pro-Kontra soal Balapan Dua Hari

Pembalap MotoGP Pro-Kontra soal Balapan Dua Hari
Muat komentar