Dukung MotoGP dan WSBK, IMI Soroti Rumah Singgah untuk Turis

Kendati gelaran MotoGP ditunda hingga Maret 2022, persiapan sarana dan prasarana terus digenjot. Di antaranya ketersediaan penginapan untuk wisatawan.

Dukung MotoGP dan WSBK, IMI Soroti Rumah Singgah untuk Turis

Gelaran Kejuaraan Dunia MotoGP di Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memang akan ditunda hingga rencananya menjadi Maret 2022. Namun, bukan berarti pembangunan sarana dan prasarana mengendur.

Musim ini, Mandalika juga sudah masuk dalam kalender Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) dengan menjadi tuan rumah balapan ke-11 pada 13 dan 14 November mendatang.

Tidak sampai di itu. Untuk memastikan kembali kesiapan Mandalika menggelar MotoGP, sejumlah pembalap dan tim balap kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor itu dijadwalkan meninjau trek dengan panjang 4,32 km dengan 19 tikungan pada akhir tahun nanti.

Untuk mendukung MotoGP dan WSBK di Mandalika tersebut, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo ikut mendorong agar rumah warga lokal yang bisa disewakan untuk tempat menginap turis (rumah singgah/homestay) diperbanyak lagi.

Utamanya di sepanjang Bandar Udara Internasional Lombok menuju Pantai Kuta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dalam kunjungannya ke Mandalika didampingi penasihat IMI Pusat Prasetyo Edi Marsudi serta sejumlah pimpinan daerah setempat seperti Gubernur NTB dan Kapolda NTB, Minggu (11/4/2021), pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyebut wisatawan yang datang untuk menyaksikan MotoGP dan WSBK diperkirakan lebih dari 160 ribu orang.

“Saat ini ketersediaan kamar hotel bintang dan nonbintang di NTB sekitar 8.340. Sebagian akan terisi oleh pembalap serta kru MotoGP dan WSBK. Sehingga perlu dikembangkan homestay berbasis pemberdayaan masyarakat lokal,” ucap Bamsoet seperti dikutip dari akun media sosial IMI.

Baca Juga:

Pembangunan rumah singgah secara besar-besaran tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk menyambut sekaligus memanjakan wisatawan yang akan datang ke Lombok untuk MotoGP dan WSBK.

Dengan bertambah banyaknya penginapan, homestay, maupun hotel, diharapkan ekonomi masyarakat lokal Lombok juga akan meningkat pesat. Utamanya di lingkungan Sirkuit Mandalika.

Sesuai data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, saat ini paling tidak sudah ada 1.600 kamar rumah singgah di sepanjang jalan Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika dengan tenaga kerja terserap sekitar 600 lebih.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menganggarkan Rp62,22 miliar untuk pembangunan 915 unit rumah singgah melalui Program Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata).

Dalam kunjungan tersebut, Bamsoet juga meminta pemerintah daerah untuk terus memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang tata cara penyambutan tamu.

Dengan begitu, pelayanan terhadap wisatawan, khususnya mereka yang berasal dari berbagai negara luar, bisa lebih optimal “Sebut saja dari standar kebersihan yang setara hotel hingga ketersediaan fasilitas wifi, listrik, dan makanan,” kata Bamsoet.

Terakhir, pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu meminta agar standar atas dan bawah harga sewa rumah singgah juga harus diatur. Dengan begitu, persaingan akan tetap sehat dan tidak merusak harga.

 

 

dibagikan
komentar
Martin Selalu Kenang Jasa Fausto Gresini

Artikel sebelumnya

Martin Selalu Kenang Jasa Fausto Gresini

Artikel berikutnya

Aleix Espargaro: Saya Pembalap Level Atas

Aleix Espargaro: Saya Pembalap Level Atas
Muat komentar