Indonesia Menjadi Bagian dari Sejarah MotoGP di Asia

Dorna Sports terus melebarkan sayap di benua Asia untuk membawa fan lebih dekat dengan MotoGP. Terlebih Asia merupakan benua terbesar dengan persentase fan lebih banyak dibandingkan negara-negara lainnya.

Indonesia Menjadi Bagian dari Sejarah MotoGP di Asia

Jepang merupakan negara pertama yang menggelar MotoGP yang saat itu masih bertajuk Grand Prix Balap Motor Kelas 500cc, dengan menggunakan Sirkuit Suzuka pada 1987 silam.

Sejak saat itu, sudah ada lebih dari sembilan negara Asia yang menjadi tuan rumah MotoGP, termasuk Indonesia yang menggunakan Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, pada 1996-1997.

Mick Doohan dan Tadayuki Okada menjadi pembalap di kelas 500cc yang berhasil memenangi balapan di Sirkuit Sentul.

Sedangkan Valentino Rossi mencicipi podium tertinggi Sirkuit Sentul di kelas 125cc pada 1997. Sayang, setelah negosiasi yang alot dengan Dorna Sports, Indonesia tak lagi menjadi tuan rumah MotoGP hingga saat ini.

Podium: Pemenang Mick Doohan, runner-up Loris Capirossi, posisi ketiga Alex Barros, GP Indonesia

Podium: Pemenang Mick Doohan, runner-up Loris Capirossi, posisi ketiga Alex Barros, GP Indonesia

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

MotoGP diharapkan kembali ke Tanah Air pada tahun ini di Mandalika dengan mengusung konsep sirkuit jalan raya. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Indonesia bisa menggelar balapan karena pembangunan trek belum rampung.

Malaysia telah mencatatkan tiga sirkuit berbeda untuk menggelar MotoGP. Pertama, mereka menggunakan Sirkuit Shah Alam, pada 1992-1997, dan Sirkuit Johor, pada 1998.

Lalu, mereka beralih ke Sirkuit Internasional Sepang pada 1999, yang hingga kini menjadi langganan MotoGP.

Sedangkan Jepang, pernah menggelar dua balapan MotoGP, di Sirkuit Suzuka dan Sirkuit Motegi, pada 2000-2003.

Valentino Rossi, Repsol Honda Team, meraih kemenangan di GP Jepang.

Valentino Rossi, Repsol Honda Team, meraih kemenangan di GP Jepang.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Qatar yang masuk ke kalender balap MotoGP pada 2004, mencatatkan sejarah dengan menjadi satu-satunya ajang balap motor yang digelar pada malam hari.

Di sana, Casey Stoner dan Valentino Rossi menjadi rider yang paling sering menang, dengan empat kemenangan.

Kemudian ada Cina yang debut di MotoGP pada 2005, dan bertahan hingga 2008. Menggunakan Sirkuit Internasional Shanghai, Rossi berhasil memenangi dua dari empat balapan yang digelar di sana.

Sirkuit Istanbul Park di Turki, yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat para pencinta F1 karena kondisi aspal yang terlalu mulus, pernah menjadi tuan rumah MotoGP, pada 2005-2007.

Tahun lalu, untuk pertama kalinya sejak 1987, Dorna Sports memutuskan tak menggelar balapan di Asia. Padahal, itu merupakan pasar terbesar MotoGP.

Pandemi Covid-19 membuat gelaran di wilayah Asia tidak memungkinkan, karena Dorna tak ingin mengambil risiko besar. Mengingat virus corona cukup berbahaya bagi mereka yang memiliki kondisi fisik lemah.

Carmelo Ezpeleta, Dorna CEO

Carmelo Ezpeleta, Dorna CEO

Foto oleh: MotoGP

CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta telah berupaya keras untuk membawa MotoGP ke benua Asia. Namun, menggelar balapan tanpa penonton akan memberatkan seluruh pihak.

“Menggelar balapan tanpa penonton di Eropa sangat memungkinkan, tapi sulit melakukannya di Asia karena biaya yang sangat tinggi. Jadi kami akan pergi ke Asia jika memungkinkan menggelar balapan dengan penonton dan kami tengah bicara dengan para promotor soal apakah ini memungkinkan atau tidak,” kata Ezpeleta ketika menyusun ulang kalender balap MotoGP 2020.

Bagaimanapun, Dorna Sports tak akan melepas wilayah Asia karena mereka bisa mendapatkan keuntungan besar. Terutama di Indonesia, yang mana penggemar MotoGP paling banyak di dunia.

Baca Juga:

dibagikan
komentar
Kondisi Fausto Gresini Lebih Stabil

Artikel sebelumnya

Kondisi Fausto Gresini Lebih Stabil

Artikel berikutnya

Ducati Beberkan Kekuatan Pembalap

Ducati Beberkan Kekuatan Pembalap
Muat komentar