Ini Alasan Performa Zarco Tidak Mengejutkan

Setelah tujuh balapan, dari rencana 19, Kejuaraan Dunia MotoGP 2021, Johann Zarco justru menjadi pembalap terbaik Ducati di klasemen sementara dengan menempati P2.

Ini Alasan Performa Zarco Tidak Mengejutkan

Sampai GP Catalunya, Minggu (6/6/2021) pekan lalu, Johann Zarco (Pramac Racing) menjadi satu-satunya pembalap tim satelit yang mampu berada di lima besar klasemen sementara MotoGP.

Hebatnya, Zarco mampu mengungguli dua pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo, Jack Miller (P3 klasemen) dan Francesco Bagnaia (P4). Zarco kini tertinggal 14 poin dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang berada di puncak.

“Menurut saya, performa bagus Zarco tidak mengejutkan,” ujar Bagnaia yang sempat memimpin klasemen MotoGP setelah GP Spanyol, seri keempat yang digelar di Jerez.

“Ia sudah lama di MotoGP (sejak 2017) dan sudah mampu finis di podium. Zarco juga turun dengan motor pabrikan (Ducati Desmosedici GP21) seperti kami. Jadi, tidak ada yang mengejutkan ia mampu berada di posisi seperti sekarang ini.”

Performa Zarco sejauh musim ini berjalan juga terbilang konsisten. Ia empat kali naik podium kedua (Qatar Doha, Prancis, Catalunya), sekali finis P4 (Italia) dan P8 (Spanyol), serta tidak mampu finis di Portugal.

Johann Zarco, Pramac Racing

Johann Zarco, Pramac Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Salah satu senjata andalan Zarco di MotoGP 2021 ini adalah kecepatannya. Ia kini memegang rekor top speed MotoGP dengan 362,4 km/jam yang dibuatnya di FP4 GP Qatar, lomba pertama musim ini, akhir Maret lalu.

Catatan tersebut berhasil disamai Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) pada FP3 GP Italia, seri keenam, 29 Mei lalu.

“Apa yang sudah dikerjakannya sangat bagus, juga buat kami,” ucap pembalap asal Italia, 24 tahun tersebut. “Tentu, ia menjadi pesaing kami dalam perburuan gelar juara dunia. Tetapi dengan pengalaman yang dimilikinya dan motor pabrikan, saya itu wajar dilakukan Zarco.”

Baca Juga:

Lebih jauh juara dunia Moto2 2018 itu juga mengingatkan publik bila menjelang musim dimulai, orang sudah lebih banyak menilai Zarco bakal lebih cepat ketimbang dirinya. “Menurut saya, level kami di Ducati saat ini sangat seimbang,” tuturnya.

Setelah GP Catalunya, gap antara ketiga pembalap Ducati: Zarco, Miller, dan Bagnaia di P2, P3, dan P4, hanyalah 13 poin. Situasi ini diyakini selain menjadi kekuatan untuk menekan Quartararo dan Yamaha, juga bisa berisiko bagi Ducati.

Risiko tersebut akan muncul jika ketiga pembalap pabrikan asal Borgo Panigale, Italia, tersebut saling siku untuk merebut poin, satu dengan lainnya.

“Saya kira tidak. Persaingan masih terbuka. Kami bertiga masih memiliki kesempatan yang sama untuk merebut gelar. Itulah mengapa tidak satupun di antara kami berusaha merebut poin dari lainnya,” kata Francesco Bagnaia yang juga jebolan Akademi VR46.  

 

dibagikan
komentar
Ban Medium Gagalkan Peluang Bagnaia

Artikel sebelumnya

Ban Medium Gagalkan Peluang Bagnaia

Artikel berikutnya

Marini Jelaskan Perbedaan Desmosedici GP19 dan GP21

Marini Jelaskan Perbedaan Desmosedici GP19 dan GP21
Muat komentar