Ini Indikator Kemajuan Aprilia di MotoGP

Aleix Espargaro memang hanya finis di posisi ketujuh pada balapan pertama Kejuaraan Dunia MotoGP 2021, GP Qatar, Minggu (28/3/2021) lalu. Namun, ada catatan khusus bagi Aprilia dari lomba tersebut.

Ini Indikator Kemajuan Aprilia di MotoGP

Tidak banyak yang tahu bila hasil balapan tim Aprilia Racing Team Gresini itu memiliki arti spesial bagi pabrikan asal Noale, Italia, tersebut. Seperti diketahui, Aleix Espargaro finis di P7 sedangkan rekan setimnya, Lorenzo Savadori, di posisi juru kunci (19).

Dalam lomba GP Qatar di Sirkuit Internasional Losail yang berdurasi 22 lap (118,36 km) tersebut, Espargaro mencatat total waktu 42 menit 34,597 detik. Espargaro terpaut 5,934 detik dari sang pemenang, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Belakangan diketahui, gap Espargaro tersebut merupakan selisih waktu terkecil dengan pemenang lomba yang pernah dicetak Aprilia selama lebih dari 20 tahun, atau sepanjang keikutsertaan mereka di kelas utama Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Sebagai perbandingan dengan musim 2020 lalu, gap terdekat Espargaro dalam satu lomba penuh adalah 14,598 detik dengan pemenang GP Aragon, Alex Rins (Suzuki Ecstar).

Di GP Styria 2020 lalu, Espargaro memang hanya terpaut 6,411 detik dari Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3). 

Tetapi, itu terjadi pada lomba lanjutan yang hanya berdurasi 12 lap setelah dihentikan lebih dari satu jam akibat kecelakaan hebat yang melibatkan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan Johann Zarco (Pramac Racing).

Gap waktu Espargaro dengan pemenang GP Qatar lalu itu merupakan yang keenam tercepat sepanjang Aprilia turun di kelas utama. Lima selisih waktu tercepat dengan pemenang lain dibuat oleh Jeremy McWilliams.

McWilliams menjadi pembalap Aprilia terakhir yang mampu naik podium setelah finis P3 pada GP Inggris 2000 di Donington Park dengan Aprilia RS-2 500.

Baca Juga:

Dengan begitu, torehan Espargaro di GP Qatar 2021 menjadi gap terkecil Aprilia dengan pemenang balapan di kelas utama selama lebih dari dua dekade.

Sejauh ini, memang belum ada bukti kuat yang menunjukkan RS-GP 2021 adalah motor paling kompetitif yang pernah dibuat Aprilia untuk turun di kelas utama sejak RSW-2 500 (di kelas 500 cc). Sepanjang turun pada 1999 dan 2000 RSW-2 500 mampu merebut lima podium dan dua fastest lap.

Aprilia RS-GP 2021 terbilang cukup impresif sepanjang dua tes pramusim MotoGP di Qatar lalu. Aleix Espargaro bahkan sempat menjadi pembalap tercepat pada hari pertama, awal Maret lalu.

Setelah lomba GP Qatar lalu, Aleix Espargaro menjelaskan bila dirinya ingin agar performa Aprilia RS-GP dinaikan sedikit lagi. Namun, selama beberapa hari di Sirkuit Losail, Massimo Rivola (CEO Aprilia Racing) memintanya agar tidak membuat kesalahan dan mampu finis saat lomba.

“Motor ini masih muda dan perlu informasi serta data-data dari banyak lomba. Jadi, saya memang diminta untuk tidak mengambil risiko terlalu tinggi,” ucap kakak dari Pol Espargaro (Repsol Honda) tersebut.

Aleix Espargaro menjelaskan sudah melakukan start bagus (dari grid 8). Namun, pembalap Spanyol itu kehilangan banyak posisi di Tikungan 2. Perlahan, Espargaro mampu memperbaiki posisi hingga di belakang Joan Mir (Suzuki Ecstar) di grup terdepan.

“Tetapi, berikutnya saya kesulitan untuk melewati lawan. Saya masih berusaha memperbaiki posisi menjelang akhir lomba namun merasakan ban depan tidak dalam kondisi terbaik,” ujar Aleix Espargaro.

“Ini baru lomba pertama. Dari sini, saya yakin kami mampu jauh lebih kuat di MotoGP musim ini,” ucap pembalap yang hasil terbaiknya di MotoGP musim lalu hanya P8 (lomba terakhir, GP Portugal).

 

dibagikan
komentar
Ada Peran Crutchlow di Balik Kemenangan Vinales

Artikel sebelumnya

Ada Peran Crutchlow di Balik Kemenangan Vinales

Artikel berikutnya

Lancarnya 'Pernikahan' dengan Yamaha dan Raquel, Kunci Sukses Vinales

Lancarnya 'Pernikahan' dengan Yamaha dan Raquel, Kunci Sukses Vinales
Muat komentar