Ini yang Membuat KTM Sukses Membina Pembalap Muda

Meskipun tidak sebesar Honda atau Yamaha, KTM saat ini terbukti mampu memunculkan sederet pembalap muda hebat yang diincar tim-tim maupun pabrikan besar.

Ini yang Membuat KTM Sukses Membina Pembalap Muda

Kembali memanasnya bursa calon pembalap untuk MotoGP 2022 menyusul keputusan Maverick Vinales meninggalkan tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP, akhir tahun ini, membuat banyak pihak menyoroti satu pabrikan, KTM.

Keputusan mundur Vinales memang memberikan efek domino kepada hampir seluruh tim peserta kategori tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor tersebut.

Selain skuad pabrikan Yamaha, sejumlah tim lain terkena imbas karena mereka kemungkinan juga harus mencari pembalap jika andalannya ditarik atau pindah ke tim lain.

Dari fenomena yang terjadi setelah Vinales menyatakan bakal berpisah dengan Yamaha, di sela-sela MotoGP Belanda pada akhir bulan lalu, nama-nama para pembalap KTM langsung menarik perhatian.

Sebenarnya, bagaimana KTM mampu melahirkan sederet pembalap muda berbakat? Paling tidak ada dua elemen penting dalam sukses KTM mendapatkan pembalap bagus, kejuaraan Red Bull MotoGP Rookies Cup dan Aki Ajo, pendiri sekaligus pemilik Ajo Motorsport.

Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing MotoGP

Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sejumlah pembalap MotoGP saat ini: Johann Zarco-Jorge Martin (Pramac Racing), Miguel Oliveira-Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing), juara dunia 2020 Joan Mir (Suzuki Ecstar), Lorenzo Savadori (Aprilia Racing Team Gresini), dan Enea Bastianini (Esponsorama Racing) adalah jebolan Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Rookies Cup kali pertama digelar pada 2007. Awalnya menggunakan motor satu merek sesuai spesifikasi kelas 125cc, yakni KTM RC 125.

Sejak 2013, seiring perubahan kelas 125cc menjadi Moto3 yang bermesin 4-tak 250cc, Rookies Cup pun menggunakan KTM RC250RBR hingga kini.

Lewat Rookies Cup ini, KTM menyeleksi pembalap muda berbakat. Berikutnya, para pembalap ini “dikirim” ke Ajo Motorsport, yang menjelang akhir Juni lalu memperbarui kontrak kerja sama dengan KTM untuk lima tahun ke depan.

Mendirikan tim pada 2001 dengan turun di kelas 125cc Kejuaraan Dunia Balap Motor, Aki Ajo baru bekerja sama dengan KTM mulai 2012. Di bawah tangan dingin pria Finlandia itu, sederet pembalap diantarnya menjadi juara dunia kategori terendah di kejuaraan dunia.

Pedro Acosta, Red Bull KTM Ajo

Pedro Acosta, Red Bull KTM Ajo

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Mike di Meglio (2008) dan Marc Marquez (2010) menjadi kampiun kelas 125cc dengan menggunakan Derbi. Lalu, Sandro Cortese (2012) dan Binder (2016) menjadi kampiun Moto3 di atas KTM.

Sejak 2015, Ajo juga menurunkan tim di Moto2. Hasilnya, Zarco dua kali juara dunia Moto2 (2015, 2016) di atas Kalex. Ajo baru memakai mesin KTM di Moto2 pada 2017.

Ajo mampu mendidik para pembalap mudanya dengan standar sendiri yang tinggu. Di sisi lain, ia tipe bos tim yang mampu membuat pembalap mengeluarkan performa terbaik dan menyukai pembalap muda yang banyak menghabiskan waktu di paddock.

Standar tinggi Aki Ajo ini tidak selamanya berjalan mulus. Sejumlah pembalap berbakat seperti Jonas Folger, Arthur Sissis, Danny Kent, Karel Hanika (juara Rookies Cup 2013), Bo Bendsneyder (juara Rookies Cup 2015), Darryn Binder, dan Tetsuta Nagashima pergi.

Namun, pembalap yang berhasil di tangan Aki Ajo juga tidak main-main. Brad Binder, Miguel Oliveira, serta terakhir bintang Moto2 Raul Fernandez dan jagoan Moto3 Pedro Acosta menjadi bukti.

Remy Gardner, Red Bull KTM Ajo

Remy Gardner, Red Bull KTM Ajo

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Oliveira kabarnya sempat diajak bicara Yamaha untuk menggantikan Vinales. Sementara, tidak sedikit tim yang berusaha menarik Fernandez, setelah rekan setimnya di Moto2, Remy Gardner, dipastikan promosi ke MotoGP 2022 bersama Tech3.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tech3 yang menjadi tim satelit KTM di MotoGP memang menjadi tempat untuk mematangkan teknik dan mentalitas pembalap muda.

Sistem yang dibangun KTM bersama Aki Ajo dan Tech3 inilah yang tidak dimiliki pabrikan lain di MotoGP. Ducati memiliki memiliki Pramac sebagai tim satelit penyuplai pembalap muda.

Tetapi, Pramac masih kesulitan mendapatkan pembalap muda dari bawah. Perekrtutan Jorge Martin dari tim Moto2, Red Bull KTM Ajo, pada akhir musim 2020 lalu, menjadi salah satu bukti.

Valentino Rossi memiliki VR46 Riders Academy namun masih dalam skala kecil. Tim-tim seperti Aspar atau Gresini juga kerap menemukan pembalap dari kejuaraan nasional untuk disalurkan ke kejuaraan dunia. Namun, mereka kerap kecolongan oleh pabrikan besar.

Raul Fernandez, Red Bull KTM Ajo

Raul Fernandez, Red Bull KTM Ajo

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Di sisi lain, KTM berani menjamin pembalapnya bisa tetap menjalankan pendidikan dari tingkat dasar sampai universitas dalam garasi yang sama. Mungkin serupa dengan yang pernah dilakukan Honda terhadap Dani Pedrosa atau Repsol kepada Marc Marquez.

Namun, kedua pembalap tersebut bisa dibilang pengecualian. Sementara, KTM melakukan perubahan metode pembibitan.

Brad Binder dan Miguel Oliveira menjadi dua contoh produk keberhasilan pembinaan pembalap muda KTM. Raul Fernandez dan Pedro Acosta juga demikian. Tetapi, banyak pembalap lain jebolan Rookies Cup maupun ajang lain yang juga ingin mendapatan tempat di tim.

Remy Gardner menjadi salah satu contoh yang mampu memaksimalkan kesempatan dari KTM. Pembalap muda Australia itu sejatinya jebolan FIM CEV Moto3 Junior World Championship buatan Repsol. Torehannya di sana pun tidak istimewa.

Memang, putra juara dunia kelas 500cc 1987, Wayne Gardner, itu sempat dua musim membela Tech3 di Moto2 (2016, 2017). Tetapi, baru tahun ini ia ditarik Ajo Motorsport untuk membela KTM di Moto2, dan langsung melesat hingga promosi ke MotoGP tahun depan.

Baca Juga:

Honda sejatinya juga memiliki Asia Talent Cup. Namun, kecuali Ai Ogura – yang musim ini turun di Moto2 – Honda belum merasakan langsung keuntungan untuk tim MotoGP mereka.

Yamaha memiliki rekanan ideal, Petronas Sepang Racing Team (SRT). Tetapi, keterlibatan mereka di Moto2 dan Moto3 juga belum mampu menghasilkan pembalap mumpuni untuk dinaikan ke MotoGP.

Sementara, Suzuki cenderung mencari pembalap muda bagus yang “tak bertuan”. Tetapi, mereka butuh sosok pengganti Davide Brivio yang sudah terbukti piawai menemukan dan mematangkan skill pembalap seperti Maverick Vinales dan Joan Mir.

Dengan metode seperti ini, KTM diyakini masih akan menjadi penghasil pembalap berbakat untuk pasar MotoGP dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun, motor mereka hingga kini belum salah satu yang paling diminati pembalap di MotoGP.

dibagikan
komentar
Puig Akui Pembalap Honda Sulit Taklukkan RC213V 2021

Artikel sebelumnya

Puig Akui Pembalap Honda Sulit Taklukkan RC213V 2021

Artikel berikutnya

Rossi dan Pembalapnya Bintangi Video Klip Musisi Italia

Rossi dan Pembalapnya Bintangi Video Klip Musisi Italia
Muat komentar