Ini Rencana Yamaha untuk Dongkrak Performa Vinales

Lin Jarvis dan Massimo Meregalli mencoba mengatasi problem yang dihadapi Maverick Vinales menjelang Kejuaraan Dunia MotoGP 2021.

Ini Rencana Yamaha untuk Dongkrak Performa Vinales

MotoGP 2021 akan menjadi musim kelima Maverick Vinales bersama tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP. Namun, performa pembalap asal Spanyol ini cenderung sama setiap musimnya, kompetitif di sesi latihan bebas dan kualifikasi tapi buruk saat lomba.

Saat lomba, pembalap yang melakukan debut MotoGP bersama tim pabrikan Suzuki pada 2015 itu sering kehilangan posisi di lap-lap awal dan terjebak di rombongan (traffic) pembalap. Selanjutnya, Vinales tak mampu melepaskan diri dari traffic untuk melesat.

Kesulitan Maverick saat lomba pun dianalisis oleh Yamaha sepanjang musim dingin lalu. Mereka siap membenahi baik dari sisi teknis maupun psikis Vinales.

“Potensi Vinales tidak berubah, masih sama seperti saat ia baru bergabung dengan kami,” ucap Lin Jarvis, Prinsipal Tim Yamaha MotoGP. “Masalah belakangan ini terjadi karena kami dan Vinales kurang mampu mengatasi masalah bersama.”

Vinales bergabung dengan Yamaha pada MotoGP 2017 dan sudah 69 kali berlomba dengan tujuh kemenangan, 22 podium, 12 pole position, dan tujuh fastest lap. Musim lalu, Vinales sekali menang dan masing-masing tiga finis podium dan pole untuk berada di P6 klasemen akhir.

Direktur Tim Yamaha MotoGP Massimo Meregalli yang bekerja sangat dekat dengan Vinales juga menilai mentalitas sang pembalap perlu dibenahi. “Vinales cepat panas dan termotivasi namun juga cepat kehilangan semangat,” kata Meregalli.

Untuk mengatasi problem tersebut, Jarvis dan Meregalli sudah melakukan sejumlah metode untuk membantu Vinales mendongkrak performanya musim ini.

Pembalap Tim Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales, diharapkan mampu lebih baik di MotoGP 2021 dengan Yamaha YZR-M1 spesifikasi pabrikan yang dikenalkan ke publik beberapa hari lalu.

Pembalap Tim Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales, diharapkan mampu lebih baik di MotoGP 2021 dengan Yamaha YZR-M1 spesifikasi pabrikan yang dikenalkan ke publik beberapa hari lalu.

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Pertama, Yamaha mencoba mengoptimalkan aspek teknis karena Vinales sering terlihat bingung pada lomba. Ia merasa Yamaha YZR-M1 sangat berbeda di beberapa sisi tetapi tak dapat menjelaskannya. Dari situlah Vinales mulai tidak percaya pada performa M1.

“Jika tidak bisa mengendarai seperti yang diinginkan, maka Vinales akan kehilangan kepercayaan diri. Tapi bila M1 mudah dikendarai dan disesuaikan dengan gayanya, itu akan membantu Vinales,” kata Meregalli.

Teknisi asal Italia itu menjelaskan, agar Vinales tenang dan performanya lebih stabil, ia butuh motor yang bisa di-setup mudah dalam berbagai situasi dan kondisi.

Ini yang menjadi masalah karena kadang sangat sulit bagi Yamaha untuk mendapatkan setelan yang sempurna sesuai keinginan pembalap, di semua sirkuit.

Meregalli mengaku sudah berkonsentrasi di area ini. Para teknisi Yamaha di Jepang juga telah mengetahui kelemahan YZR-M1 spesifikasi pabrikan dan kekuatan M1 A-spec andalan Franco Morbidelli (pembalap tim satelit, Petronas Yamaha SRT).

“Para teknisi mencoba mengombinasikan agar cocok satu sama lain. Kami akan coba menguji beberapa peranti baru saat tes di Qatar nanti,” kata Meregalli soal tes pramusim yang akan digelar mulai hari ini sampai 12 Maret mendatang di Sirkuit Losail.

Problem kedua, Vinales juga harus membenahi kelemahannya. Meskipun, Yamaha juga bertanggung jawab atas masalah sang pembalap. Vinales sering tidak agresif saat start, utamanya di lap-lap awal. Karena itulah ia kerap langsung tercecer.

Baca Juga:

“Kami tahu pentingnya kualifikasi karena dengan start di depan, Anda bisa memilih line terbaik tanpa banyak gangguan,” ucap Meregalli.

“Jika Anda start dari belakang dan bertarung lebih keras, maka butuh cara tersendiri untuk mengendalikan motor. Dan itu bisa memengaruhi performa motor di tengah atau akhir lomba.”

Meregalli percaya jika paket M1 versi 2021 akan banyak membantu Vinales. “Kadang ia tidak menemukan feeling bagus di awal lomba dan baru mendapatkannya di tengah atau menjelang akhir lomba. Para teknisi kami sudah mencoba mengatasi itu,” ucapnya.

Yamaha juga tahu hubungan antarkru tim akan membuat mereka lebih fokus sampai hal-hal kecil. Sejak bergabung ke Yamaha, Maverick Vinales telah dua kali mengganti kepala kru (crew chief), yakni Ramon Forcada (2017-2018) dan Esteban Garcia (2019-sekarang).

Musim lalu juga terjadi beberapa pergantian dalam kru Vinales. Teknisi suspensi dari Ohlins mundur akibat pandemi Covid-19 dan langsung diganti.

Saat musim berjalan seorang teknisi Jepang yang sudah lama bekerja untuk Yamaha, juga mengakhiri kariernya. Dengan begitu, struktur tim Maverick Vinales juga diperbarui.

“Sebuah tim pasti sering berubah. Kami tahu Maverick Vinales bisa sangat kuat tetapi ia tidak selalu konsisten tangguh. Banyak pembalap bisa memenangi lomba lebih dari sekali dan itu tidak mudah. Jadi, Anda juga harus terus berubah,” kata Lin Jarvis.

“Kami sudah memfokuskan pada banyak detail untuk menghadapi MotoGP 2021 setelah menganalisis sejumlah kelemahan kami. Di pit Maverick Vinales, kami mengubah sistem pendukung teknis agar memiliki rencana yang lebih baik untuk setiap pekan lomba.”     

 

 

dibagikan
komentar
Hasil Tes PCR Meragukan, Bastianini Terancam Absen Uji Coba Pertama

Artikel sebelumnya

Hasil Tes PCR Meragukan, Bastianini Terancam Absen Uji Coba Pertama

Artikel berikutnya

COTA Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive Thru

COTA Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive Thru
Muat komentar