Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Reactions
MotoGP MotoGP Qatar

Ini Strategi Marc Marquez untuk Lomba MotoGP Qatar

Marc Marquez akan start dari grid ketiga di barisan depan pada lomba MotoGP Qatar di Sirkuit Internasional Lusail, Minggu (6/3/2022) malam WIB. Ia pun menyiapkan strategi terbaik.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Meskipun beberapa kali sempat memimpin menjelang akhir kualifikasi kedua (Q2), Marc Marquez menyebut bila sesi terpenting baginya sepanjang MotoGP Qatar justru terjadi pada latihan bebas keempat (FP4).

Pada sesi yang digelar tepat sebelum kualifikasi tersebut, juara dunia delapan kali (125cc 2010, Moto2 2012, MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) itu mengaku memiliki kecepatan yang sangat stabil.

“Kita lihat apa yang akan terjadi besok karena banyak faktor yang harus kami kontrol seperti bahan bakar, ban, dan sebagainya,” ujar andalan tim pabrikan Repsol Honda itu setelah kualifikasi pada Sabtu (5/3/2022) malam.

Pemenang 59 Grand Prix di kelas MotoGP – terbanyak dibanding total seluruh kemenangan di kelas premier para pembalap di MotoGP musim ini – tersebut mengaku puas dengan kecepatannya di atas Honda RC213V. Tetapi, Marquez sadar dirinya bukanlah yang tercepat.

“Meskipun bukan yang tercepat tetapi kami memiliki kecepatan yang sangat bagus. Semua tahu Suzuki sangat cepat kemarin (Jumat) tetapi hari ini (di kualifikasi) mereka tidak terlalu cepat,” tutur Marquez.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sepanjang kariernya di Kejuaraan Dunia Balap Motor ang dimulai sejak 2008, Lusail termasuk salah satu trek yang kerap membuatnya kesulitan. Marquez tercatat hanya dua kali menang di trek sepanjang 5,4 km tersebut, yakni Moto2 2012 dan MotoGP 2014.

Pada start lomba MotoGP Qatar 2022 malam nanti, Marquez akan berada di samping dua pemakai Ducati Desmosedici GP, yakni peraih pole position Jorge Martin (Pramac Racing) serta Enea Bastianini (Gresini Racing).

“Hal krusial pada lomba nanti adalah melihat siapa yang akan memimpin balapan. Saya kira di antara kami bertiga di barisan depan tidak ada yang memiliki kecepatan terbaik,” kata Marc Marquez, saat disinggung soal strategi yang akan dipakainya pada lomba nanti.

“Tetapi kami kami akan melihat lagi situasi balapan nanti. Jika ada kelompok besar dan kecil, kami harus tahu betul bagaimana kondisi trek dan ban. Itu karena banyak sekali pembalap yang memiliki kecepatan serupa.

“Berada di kelompok besar tidak akan sama dengan rombongan kecil. Semua faktor-faktor ini harus dipertimbangkan secara matang.”

Marc Marquez pun mengamati siapa saja yang memiliki motor sangat cepat di MotoGP 2022 ini. Memang, menurutnya masih terlalu dini untuk menilai soal teknis motor. Namun, paling tidak dari hasil Qatar hingga kualifikasi bisa menjadi gambaran awal.

Baca Juga:

“Jika melihat klasifikasi, saya melihat Suzuki yang tercepat di trek ini. Tetapi Ducati serta (Fabio) Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) serta Pol (Espargaro, rekan setim Marquez), juga memiliki kecepatan bagus,” ucap Marc Marquez.

“Secara keseluruhan, sejauh akhir pekan di Qatar berlangsung, bisa saya bilang para pembalap Suzuki yang tercepat.

“Saya belum melihat ada motor terbaik. Saya hanya melihat kombinasi antara motor dan pembalap mana yang mampu menunjukkan konsistensi dan performa bagus. Tetapi saya lihat saat ini Suzuki memang yang paling berkembang pesat.”

Marc Marquez selama ini dikenal sebagai pembalap yang sangat berani mengambil risiko. Insting dan naluri balapnya juga kuat. Tetapi, setelah mengalami cedera dan gangguan fisik lain (di antaranya diplopia pada mata), banyak yang menyebut dirinya sudah menurun.

“Sulit dikatakan. Saat balapan nanti saya akan tahu mana yang lebih baik dan melihat sejauh mana saya bisa berkembang dengan motor,” ujar Marc Marquez saat disinggung apakah mengikuti insting atau strategi dengan melihat kondisi fisik, saat balapan nanti.

“Tentu, melawan para pembalap Ducati akan selalu sulit. Kini, Suzuki juga sulit ditaklukan karena mereka memiliki mesin yang bagus.

“Tetapi kami akan start di barisan terdepan dan itu membuat posisi kami bagus untuk merebut hasil maksimal. Mungkin bukan untuk menang namun podium saya kira masih masuk akal.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Enea Bastianini Grid Ke-2, Memori Gresini Balik ke GP Qatar 2004
Artikel berikutnya Jorge Martin Belum 100 Persen Yakin dengan Set-Up Motor

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia