Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP MotoGP Argentina

Inkonsistensi Yamaha Bikin Pusing Fabio Quartararo

Juara dunia bertahan Fabio Quartararo tak mengira YZR-M1 terseok pada awal musim 2022 usai hanya finis kedelapan di MotoGP Argentina.

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

El Diablo kesulitan menemukan grip belakang sepanjang perlombaan di Termas de Rio Hondo. Selepas start dari grid keenam, Quartararo bahkan melorot sampai posisi ke-13 ketika balapan memasuki Lap 3, akhir pekan lalu.

Sang pembalap akhirnya berhasil mengamankan finis kedelapan. Tetapi, dia terpaut lebih dari 10 detik di belakang Aleix Espargaro, yang berhasil mencetak kemenangan bersejarah untuk pabrikan Aprilia dalam era MotoGP.

Adapun, raihan Quartararo di Argentina jelas menunjukkan performa tak konsisten sejak urutan ketujuh di Qatar, dan kemudian naik podium kedua di Indonesia. Dia juga turun ke peringkat kelima klasemen sementara.

“Anda tidak pernah tahu harus berekspektasi apa,” tuturnya.

“Tentu saja saya tidak pernah menyangka Aprilia dan KTM berada di dua posisi pertama. Tapi setelah pramusim, semua orang sangat cepat, Aleix melaju kencang.

“Namun kami punya banyak kejutan, saya tidak mengharapkan kami menjadi seperti itu. Saya tidak akan katakan jauh, karena kami (selisih) 10 poin (dari )pemuncak klasemen) Tapi (saya tidak berharap kami) sangat kesulitan.”

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Photo by: MotoGP

Didesak tentang problem yang mendera Yamaha YZR-M1 2022, Quartararo menambahkan: “Sejujurnya, start saya bukan yang terbaik, tetapi sebelum menuju start saya adalah P7.

“Jadi, itu tidak terlalu buruk. Tapi kemudian di trek lurus saya disalip dan pada dasarnya tiga lap pertama adalah mimpi buruk karena saya tidak memiliki grip.

“Dan Tikungan 6 adalah tikungan yang sangat mudah untuk dilewati, karena pada dasarnya bisa membuka gas sebanyak mungkin, tetapi jangan mencoba membuat ban terlalu panas.

“Namun pada dasarnya, semua pembalap berada di depan Anda dan di tikungan seperti ini mereka menjauh. Itu adalah cengkeraman murni.

“Jadi, tiga lap pertama adalah bencana. Saya kehilangan semua posisi dan setelah tiga, empat lap, cengkeramannya sedikit lebih baik.

"Tapi (sulit) untuk menyalip dan saya langsung merasa grip tidak sama.

“Ini aneh karena Anda melakukan semua latihan, Anda merasa hebat, dan kemudian balapan tiba dan itu benar-benar berbeda. Jadi, itulah mengapa itu benar-benar membuat frustrasi.”

Baca Juga:

Quartararo sebenarnya tampil menjanjikan dalam dua sesi latihan bebas (FP1 dan FP2). Pun demikian, pemuda asal Prancis itu tak berpikir bahwa layout Termas de Rio Hondo bakal menguntungkan pabrikan garpu tala.

“Yah, trek ini juga bukan yang terbaik untuk Yamaha karena trek lurusnya cukup masif,” ujarnya.

“Tetapi saya melakukan yang terbaik dan saya tidak menyerah. Hanya saja untuk menjadi lebih baik dari hari ini sulit, karena saya kehilangan banyak posisi.

“Namun sejujurnya saya tidak merasa melakukan kesalahan dan ketika yang lain memiliki grip yang lebih baik dari Anda, mereka bisa mempersiapkan overtaking dengan lebih baik.

“Jadi, saya pikir itu sebabnya saya juga kehilangan semua posisi ini dan sayangnya kami tidak memiliki kontrol belakang. Jadi, langsung dari warm up lap, saya merasa itu (balapan) akan sulit.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya MotoGP: 7 Penantian Kemenangan Terpanjang
Artikel berikutnya Marc Marquez Sudah Coba Honda CBR600RR

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia