Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Jarvis Yakin YZR-M1 2023 Bisa Bantu Morbidelli Bangkit

Direktur balap Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, mengemukakan alasan tak mendepak Franco Morbidelli meski prestasinya bersama tim pabrikan mengecewakan.

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pencapaiannya setelah operasi cedera lutut meredup. Pembalap Italia-Brasil itu kesulitan mendulang poin.

Pada lima seri terakhir 2021, ia menuai tujuh poin. Musim ini, memborong 36 poin dalam 19 balapan. Peringkatnya turun dari P17 jadi P19.

Baru saat MotoGP Malaysia, di Sepang, Franky menunjukkan taring kembali. Yamaha tak bertindak dengan memutus kontrak yang jatuh tempo pada 2023. Tidak ada kata terlambat.

Pabrikan garpu tala itu juga berusaha keras mengembalikan runner-up MotoGP 2020 ke jalur yang tepat.

“Musim ini, sangat mengecewakan untuk Franco dan bagi kami juga. Kami mencoba mengubahnya untuk paruh kedua tahun ini. Pada beberapa balapan sejak jeda musim panas, kami mengubah cara kerja di pit,” ucapnya, dikutip dari Speedweek.

“Kami mengubah pendekatan, tampaknya membuahkan hasil pada awalnya. Tidak harus poin, tapi kami bisa melihat jelas kemajuannya.

“Kami pikir sekarang kami bergerak ke arah berbeda dan jika kami lanjut seperti ini, hasilnya akan lebih baik. Sungguh disayangkan, rencana tidak berfungsi. Musim Franky sangat mengecewakan.”

Yamaha tak menampik kondisi fisik jadi rintangan pada mulanya. Bagaimana pun, lutut punya peranan penting dalam balapan.

“Cedera lutut sangat sulit, tapi itu terutama penyakit fisik. Hal itu mempengaruhi performa Franky pada musim semi 2021. Dia bergabung dengan tim pabrikan setelah operasi, di Misano pada 2021, itu terlalu dini,” Jarvis melanjutkan.

Baca Juga:

“Tetapi, cederanya telah sembuh pada awal musim 2022. Dalam retrospeksi, tidak tepat jika kami memiliki ekspektasi tertentu padanya di Misano.”

Setelah ganti musim, kondisinya pun pulih. Morbidelli juga membiasakan diri dengan YZR-M1 versi pabrikan. Sontak asa Yamaha kembali berkibar setelah ia finis P7 di MotoGP Indonesia.

Sayangnya, keadaan malah bergerak ke arah sebaliknya. Yamaha pun melakukan evaluasi dan menemukan bahwa rider 27 tahun tersebut mengalami kendala dari sisi psikologis.

“Tahun ini, dia telah melakoni beberapa balapan dengan motor pabrikan. Dia terbiasa dengan tim, jadi kami mengharapkan musim jauh lebih baik. Hanya saja, bukan itu kasusnya,” ungkap Jarvis.

“Situasi sulit. Itu berhubungan dengan pemikiran. Franky menghadapi mental block. Dia tidak punya kepercayaan diri untuk berkendara secara agresif. Semua pembalap mengonfirmasi, Yamaha sekarang harus dikendarai dengan mode menyerang.

“Anda harus membawa kecepatan dengan Anda di tikungan. Anda perlu keyakinan untuk itu, dan di sana Franky kurang.”

Yamaha sedang menyiapkan M1 yang lebih baik, berdasarkan masukan para pembalapnya. Kemungkinan pengembangan ini bisa menolong Morbidelli.

“Faktanya, kami punya motor dengan potensi lebih besar tahun depan, yang sangat membantu Franky. Tapi, apa itu cukup? Itu pertanyaannya.”

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya CryptoDATA Gantikan WithU Jadi Sponsor Utama RNF
Artikel berikutnya Simon: Quartararo Bikin Blunder karena Melewati Batas

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia