MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
68 hari
Selengkapnya:

Jelang balapan, Vinales waspadai para rival

Start dari pole position tak membuat Maverick Vinales berpuas diri begitu saja. Ia memprediksi balapan di Mugello bakal berjalan sangat sulit.

Jelang balapan, Vinales waspadai para rival
Crash, Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
The crashed bike of Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Polesitter Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Helmet of Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing, Andrea Dovizioso, Ducati Team after qualifying

Pembalap anyar Yamaha itu berhasil mengungguli rekan setim Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso dalam perebutan status pole-sitter. Ia mencetak catatan waktu tercepat 1 menit 46,575 detik.

Pole di Mugello merupakan yang ketiga bagi Vinales, usai start terdepan di seri pembuka Qatar dan Le Mans. Dan dari dua balapan ini, ia berhasil keluar sebagai pemenang. Tentu saja itu akan memberikan motivasi tersendiri jelang MotoGP Italia, Minggu (4/6) hari ini.

“Saya rasa semua pembalap begitu dekat. Kami harus benar-benar cerdas dan mencoba melakukan start bagus, serta menekan sejak awal. Ini sangat penting, terutama tiga lap pertama,” ucap Vinales dalam konferensi pers.

“Tapi setelah kecelakaan di FP2, saya gugup di atas motor. Itu bukan kecelakaan yang mudah. Dan itu membuat saya kesulitan di FP3 dan lalu di FP4. Kami memodifikasi motor dan saya kemudian merasa lebih baik dengan bagian depan.

“Saya memberikan yang terbaik saat kualifikasi. Meski masih merasakan sakit karena mengalami kecelakaan, tapi tidak masalah ketika mengendarai motor. Saya termovati menghadapi balapan.”

Selain menekankan pentingnya start bagus di awal balapan, Vinales juga fokus pada pemilihan ban. Kondisi cuaca dan trek pastinya akan mempengaruhi performa ban. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka pemilihan kompon ban menjadi faktor krusial.

“Jika (kondisi) lebih dingin, kami harus coba memanaskan ban saat warm-up. Kami harus mencoba banyak hal. Saya juga harus berbicara dengan seluruh tim. Pilihan ban sangat penting. Kami harus benar-benar pintar dan membuat keputusan tepat,” tandasnya.

“Balapan akan berjalan sangat sulit, terutama bagi para lawan, karena sangat dekat. Dan juga suhu panas di trek. Mugello adalah trek yang menuntut fisik. Kami harus siap, dan sekali lagi pemilihan ban sangat penting.”

Ditanya apakah akan menggunakan strategi yang sama seperti ketika memenangi Qatar dan Le Mans, yakni tidak memimpin di awal-awal lap, melainkan menekan jelang balapan berakhir. Vinales mengatakan itu akan tergantung pada feeling.

“Jika saya merasa baik dan siap, saya akan menekan dari awal. Mencoba untuk menekan keras, karena ada banyak pembalap yang bisa mencetak catatan waktu lap bagus,” terangnya.

“Jadi, kami akan mencoba menekan dari awal, tapi itu tergantung pada feeling. Jika feeling saya siap sejak lap pertama dan ban juga bagus, sudah tentu saya akan mencobanya."

Laporan tambahan oleh Fatema Chowdhury 

dibagikan
komentar
Start keenam, Marquez tolak salahkan Zarco

Artikel sebelumnya

Start keenam, Marquez tolak salahkan Zarco

Artikel berikutnya

MotoGP Italia: Vinales tercepat saat warm-up, Rossi ketujuh

MotoGP Italia: Vinales tercepat saat warm-up, Rossi ketujuh
Muat komentar