Jika jadi manajer tim, Rossi ingin duetkan Marquez-Lorenzo

dibagikan
komentar
Jika jadi manajer tim, Rossi ingin duetkan Marquez-Lorenzo
Oleh: Derry Munikartono , Journalist
18 Agt 2018 10.27

Punya mimpi membangun tim MotoGP, Valentino Rossi memiliki hasrat menduetkan dua rivalnya, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo, sebagai pembalap.

Pada balapan di Red Bull Ring pekan lalu, The Doctor diawancarai oleh stasiun TV Austria, Servus TV, yang memegang hak siar MotoGP di negara tersebut. Alex Hofmann, pembalap MotoGP era 2000an bersama Kawasaki dan Pramac, menjadi pewawancara.

Dalam wawancara tersebut, Rossi berbicara tentang masa depannya, termasuk rencana mengekspansi timnya dalam kejuaraan Grand Prix dengan turut serta di kelas tertinggi, MotoGP. Saat ini, Team VR46 telah berkompetisi di kategori Moto3 dan Moto2.

“Saya pikir, saat [karier saya] usai kami bisa merencanakan tim di MotoGP bersama Yamaha. Tapi saya tak ingin mendirikan tim [MotoGP] saat masih membalap, dan saya masih ingin membalap selama mungkin,” ungkap Rossi.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Selain itu, Hofmann juga menanyakan perihal hubungannya dengan Marquez, yang memburuk pascainsiden Sepang 2015, yang kembali panas di Termas de Rio Hondo, Argentina. “Hubungannya sangat sulit, namun dia merupakan pembalap hebat,” papar Rossi.

Hal paling mengejutkan muncul saat sembilan kali juara dunia itu mengomentari prospek Honda tahun depan, yang akan menduetkan Marquez dan Lorenzo, dua pembalap tersukses di era 1000cc.

Meski memprediksi akan terjadi gesekan antara keduanya, ia menanti duet bentukan Alberto Puig, yang dianggap sebagai Dream Team, untuk dua musim kedepan. Lebih jauh, The Doctor juga akan melakukan langkah serupa jika menjadi manajer tim MotoGP.

“Ini akan sulit dikendalikan, karena Jorge adalah pembalap kuat, dan juga sangat kuat di luar trek. Tapi sejujurnya, jika saya seorang manajer tim MotoGP, saya akan memiliki Marquez dan Lorenzo di tim sama,” tukas Rossi.

Laporan tambahan oleh Gerald Dirmbeck

Artikel MotoGP berikutnya
Tembus lima besar, Petrucci anggap beruntung

Artikel sebelumnya

Tembus lima besar, Petrucci anggap beruntung

Next article

Poin terlalu jauh, Lorenzo enggan pikirkan gelar

Poin terlalu jauh, Lorenzo enggan pikirkan gelar
Load comments