MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
73 hari
Selengkapnya:

Jorge Martin Tidak Bisa Diremehkan

Keberhasilan Ducati yang begitu ngotot mendapatkan Jorge Martin dari kejaran sejumlah pabrikan besar di MotoGP dipastikan bukan tanpa alasan.

dibagikan
komentar
Jorge Martin Tidak Bisa Diremehkan

Kelas MotoGP di Kejuaraan Dunia Balap Motor 2021 akan diikuti tiga pembalap baru (rookie) yang semuanya akan menggeber Ducati Desmosedici GP. Enea Bastianini dan Luca Marini akan satu tim di Esponsorama Racing. Sementara, Jorge Martin ke Pramac Racing.

Selama ini, sorotan hanya mengarah kepada Bastianini dan Marini, juara dan runner-up Moto2 2020. Sementara, Martin hanya finis di peringkat kelima Moto2 tahun lalu.

Namun, kiprah Martin pada musim perdananya di MotoGP nanti tidak bisa dianggap remeh. Perjalanan karier juara dunia Moto3 2018 itu bisa menjadi referensi bila Ducati memang tidak sembarangan merekrut pembalap asal Spanyol, 23 tahun, tersebut.

Martin memulai perjalanannya di ajang balap motor dunia dengan turun di Red Bull Rookies Cup pada 2012. Cedera sering mendera Martin pada debutnya di Rookies Cup. Namun, ia akhirnya mampu finis runner-up pada 2013.

Setahun kemudian, Martin mampu mendominasi Red Bull Rookies Cup dengan memenangi enam dan empat finis podium lain. Martin pun mengangkat trofi juara Rookies Cup 2014 yang mengantarnya ke Kejuaraan Dunia Moto3 pada 2015.

 

Membela Tim Aspar sepanjang 2015 dan 2016, Martin sekali naik podium dengan finis P2 di GP Rep. Ceko. Pada 2017, Martin pindah ke Tim Gresini Racing menggantikan Bastianini.

Keputusan itu dinilai sangat tepat. Martin superior di kualifikasi dengan merebut sembilan pole position dari 16 balapan. Sembilan podium pula berhasil direbut Martin dengan satu kemenangan pada lomba terakhir di Valencia, Spanyol.

Puncak kehebatan Martin di Moto3 terjadi pada 2018. Tujuh kemenangan, tiga finis podium lain, dan rekor 11 pole position menjadikan Martinator – julukan yang disematkan kepadanya – menjadi juara dunia Moto3.

Tiket bergabung dengan Red Bull KTM Ajo ke Moto2 2019 pun direbut Martin. Seperti diprediksi, Martin kian menggila di Moto2. Dua podium di Jepang (P3) dan Australia (P2) dibuat Martin pada musim pertamanya di balap kelas menengah itu.

Penegasan Martin sebagai pembalap cepat kian dikukuhkan pada Moto2 2020. Ia langsung menyabet enam podium, dua di antaranya kemenangan di Austria dan Valencia, yang membuatnya menjadi kandidat juara dunia.

Baca Juga:

Martin menjadi salah satu penghuni atas klasemen Moto2 saat Covid-19 menjangkitinya hingga memaksanya absen dalam dua lomba, San Marino dan Emilia Romagna.

Gelar Moto2 pun lepas dari genggaman Martin meskipun setelah absen ia masih mampu merebut satu kemenangan lagi dan dua podium lainnya dari lima lomba terakhir.

Jorge Martin memang hanya finis kelima di klasemen akhir Moto2 2020. Namun, ketertarikan pabrikan sekelas KTM dan Honda sudah menunjukkan seperti apa kelas Jorge Martin.

Pramac Racing juga memiliki reputasi sebagai tim yang piawai mengembangkan potensi pembalap muda. Jack Miller kian matang setelah tiga musim di sana. Francesco Bagnaia pun cepat berkembang dalam dua tahun. Musim ini, keduanya ditarik ke tim pabrikan Ducati.  

Satu yang patut dicermati, sejak 2015 skuad pabrikan Ducati sudah menarik empat pembalap dari Pramac Racing. Andrea Iannone ditarik pada 2015 (sampai 2016), Danilo Petrucci pada 2019 (2020), dan terakhir Miller dan Bagnaia.

Lantas, apakah Jorge Martin juga akan disiapkan Ducati untuk timm pabrikan mereka di masa depan? Melihat tahapan kariernya, rasanya peluang Jorge Martin cukup besar.

Akhir Februari, Pramac Racing Rilis Skuad Baru

Artikel sebelumnya

Akhir Februari, Pramac Racing Rilis Skuad Baru

Artikel berikutnya

Tercepat di Jerez, Aleix Espargaro Lewati Rekor Marquez

Tercepat di Jerez, Aleix Espargaro Lewati Rekor Marquez
Muat komentar