Keajaiban Habis, Marc Marquez Disarankan Ganti Gaya Balap

Marc Marquez masih belum bisa keluar dari kesulitan pada comeback-nya di MotoGP. Mantan juara dunia 125 cc, Luca Cadalora, menyebut keajaiban pembalap Repsol Honda itu sudah habis.

Keajaiban Habis, Marc Marquez Disarankan Ganti Gaya Balap

Fisiknya yang belum pulih 100 persen usai operasi penyambungan humerus lengan kanan, jelas jadi rintangan utama. Meski punya semangat seorang juara, ia belum bisa mengejar rekan-rekannya.

Marquez belum mampu menarik gas dan mengerem sangat keras seperti biasanya. Beberapa kali, ia terjatuh sejak turun di MotoGP Portugal.

Pembalap Spanyol itu kini baru mengumpulkan 16 poin dan duduk di urutan ke-17. Perolahanya seperlima dari total poin pemuncak klasemen, Fabio Quartararo, dengan 80. Marquez finis di urutan ketujuh di Portimao, kesembilan di Jerez dan crash di Le Mans.

Di MotoGP Prancis, ia tak mampu memanfaatkan kesempatan emas dalam balapan flag to flag. Marquez malah terhempas dua kali, padahal ia sempat berada di posisi terdepan.

Menurut Luca Cadalora, kampiun kelas 125 cc dan 250 cc (dua kali), era Marquez sudah habis, terlihat jelas dari performa di Prancis.

Baca Juga:

“Ada momen dalam karier seorang pembalap, di mana ada keajaiban dan semua seolah bekerja dengan baik. Saya juga pernah mengalaminya. Anda tidak paham saat itu tapi yang terjadi seperti itu dan Anda sangat beruntung,” ujarnya dalam wawancara dengan GPOne.com.

“Lalu tiba momen di mana mungkin bertepatan dengan episode laon, misalnya jatuh dengan konsekuensi lebih serius daripada biasanya atau mungkin berkelahi dengan rekan setim, yang membuat keajaiban hancur.

“Anda bukan lagi seorang anak yang bebas, Anda tidak bisa melakukan seperti sebelumnya. Jika Anda berubah, Anda bisa lanjut menang.”

Cadalora memperingatkan bahwa Marquez mesti berubah untuk menyesuaikan dengan situasi di grid. Apalagi banyak pembalap muda yang mulai merekah sejak ia absen.

Honda juga mesti memberikan motor lebih baik, mengingat para pembalap mereka sulit bersaing untuk sampai di grup depan sejak awal musim.

“Marc telah melakukan banyak hal di Moto2 yang tak bisa diulang pembalap lain. Dia mencoba menerapkan gaya itu di MotoGP. Ini menciptakan ikatan antara dia dan motor yang membuatnya mampu melakukan hal-hal liar biasa. Jika dia naik Honda seperti 95 persen pembalap lain, tak mungkin bekerja dengan baik,” ia menjelaskan.

“Antara Marquez berubah sedikit dan mereka mengembangkan motor yang dilakukan tanpa banyak risiko, atau kemudian dia akan lanjut ambil risiko seperti yang biasa dilakukan. Sungguh menyenangkan ketika Anda merasa tak kelihatan, keajaiban menyenangkan Anda, tapi itu berakhir.

“Itu akan jadi waktu terbaik melakukan hal berbeda, sehingga mengurangi risiko dan menurut saya, dia masih bisa lebih kencang lagi.”

dibagikan
komentar
Repsol Honda Rekrut Juara MotoGP eSport
Artikel sebelumnya

Repsol Honda Rekrut Juara MotoGP eSport

Artikel berikutnya

Ducati Isyaratkan Turunkan 8 Motor pada MotoGP 2022

Ducati Isyaratkan Turunkan 8 Motor pada MotoGP 2022
Muat komentar