Keluarga Nicky Hayden Tuntut Kompensasi Setinggi Langit

Empat tahun sepeninggal Nicky Hayden, urusan dengan pengadilan ternyata belum kunjung selesai. Kali ini, keluarga mengajukan gugatan perdata dan kompensasi tinggi.

Keluarga Nicky Hayden Tuntut Kompensasi Setinggi Langit

Pada 17 Mei 2017, juara dunia MotoGP 2006 tersebut bersepeda di Misano, dekat dengan Sirkuit Marco Simoncelli. Saat sampai persimpangan Riccione-Tavoleto, ia tak berhenti, Hayden yang mengenakan earphone, tak mendengar kedatangan mobil yang dikemudikan seorang pria.

Nyawa The Kentucky Kid tak bisa diselamatkan setelah dirawat lima hari di sebuah rumah sakit di Cesena. Penabraknya diganjar hukuman penjara satu tahun oleh Pengadilan Rimini pada Oktober 2018.

Pengacara terdakwa. Pierluigi Autunno dan Francesco Pisciotti, mengajukan kasasi dan sekarang sedang menunggu sidang. Mereka menginginkan keadilan setelah melihat kejiwaan pria yang hingga kini tak disebutkan namanya itu.

Sejak saat itu, ia tak kunjung pulih dari guncangan. Dia berhenti bekerja dan mengalami depresi sehingga harus terus berkonsultasi dengan psikolog. Jadi di sini, bisa dibilang ada dua korban.

Baca Juga:

“Empat tahun berselang, pemuda itu menderita sama seperti saat hari terkutuk itu Mei, saat terjadi kecelakaan. Setiap kali, dia membaca tentang Hayden, jantungnya seolah terhenti,” katanya seperti dikutip dari ilrestodelcarlino.it

Pria tersebut ditengarai mengebut dengan kecepatan 72,8 km/jam, melewati batas 50 km/jam. Namun, pengacara membela kliennya dan menyebut meski ia melaju 50 km/jam, tetap saja tabrakan tak bisa dihindari karena Hayden tak berhenti.

Sementara itu, keluarga mantan pembalap Honda itu dan kekasihnya mengajukan gugatan perdata lewat Pengadilan Milan. Mereka meminta kompensasi 15 juta euro (sekitar Rp262,7 miliar), dari maksimal 6 juta euro, nilai maksimal yang bisa dibayarkan asuransi.

Angka tinggi itu termasuk dana yang dibutuhkan untuk membangun monumen Nicky Hayden di Amerika Serikat. Namun, kuasa hukum asuransi penabrak keberatan dengan tagihan selangit.

dibagikan
komentar
Petrucci Ungkap Rahasia Tampil Cepat di Trek Basah
Artikel sebelumnya

Petrucci Ungkap Rahasia Tampil Cepat di Trek Basah

Artikel berikutnya

Marini Tak Yakin Rossi Akan Sering Sambangi Paddock Usai Pensiun

Marini Tak Yakin Rossi Akan Sering Sambangi Paddock Usai Pensiun
Muat komentar