Kesalahan Jadikan Fabio Quartararo Lebih Kuat

Fabio Quartararo mengatakan kesalahan di masa lalu membuatnya jadi pembalap yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Kesalahan Jadikan Fabio Quartararo Lebih Kuat

Quartararo jadi pembalap yang paling sulit dikalahkan sepanjang musim ini, dan dapat tampil cepat di semua trek.

Pembalap asal Prancis itu juga jadi satu-satunya pembalap Yamaha yang mampu mengeluarkan potensi YZR-M1, ketika yang lainnya alami masalah.

Kemenangan di Silverstone membuat Quartararo saat ini memimpin dengan keunggulan 65 poin atas Joan Mir, sebagai rival terdekatnya.

Jelas, itu angka yang sangat besar dan sangat sulit untuk dikejar, meski MotoGP 2021 masih menyisakan enam seri dengan 150 poin tersedia.

Melihat hal tersebut, para rival sudah menyerah untuk mengejar Fabio Quartararo dan hanya fokus mengejar peringkat kedua.

“Tujuannya kelas, menjadi juara dunia atau setidaknya berjuang untuk mendapatkannya,” kata Quartararo kepada Motogp.com.

“Saya menyadari kesalahan yang saya buat pada 2020. Saya memiliki beberapa masalah dengan motor, tapi juga dengan diri sendiri.

“Saya sangat marah dengan motor ketika sesuatu berjalan tak sesuai keinginan. Ketika Anda kesal, maka Anda tidak akan fokus pada apa yang dilakukan.

“Jadi, saya belajar bagaimana untuk tetap tenang di situasi sulit. Itu sebabnya, saya jauh lebih kuat saat ini dibandingkan tahun lalu.”

Tahun ini, Fabio Quartararo lebih sering mengunjungi psikolog untuk mengontrol emosinya. Perbedaannya sangat jelas terlihat ketika pembalap asal Prancis itu lebih sering tersenyum daripada menunjukkan raut wajah kesal.

Hal tersebut juga membawanya meraih delapan podium, termasuk lima kemenangan dalam 12 balapan yang telah digelar musim ini.

“Bagi saya, ini jadi tahun terbaik sepanjang karier. Saya sangat menikmatinya, dan jika Anda merasa nyaman, segalanya akan terasa lebih mudah,” ujarnya.

“Saya merasa membalap untuk bersenang-senang. Saya memimpin klasemen, dengan keunggulan yang cukup bagus. Tapi, saya berkendara layaknya sedang ujian, saya berusaha menjadi yang tercepat.”

Baca Juga:

Dua tahun bersama Petronas SRT cukup bagi El Diablo untuk mempelajari banyak hal demi mencapai tujuannya di kelas premier. Pengalaman itu juga membuatnya lebih mudah bekerja dengan tim pabrikan Yamaha.

“Saya membuat progres besar dalam hal pengalaman dan cara saya berkendara. Yamaha juga membuat peningkatan besar pada motornya. Saya lebih mudah mencapai batas dibandingkan musim lalu,” tuturnya.

“Anda bisa lebih agresif di atas motor karena Anda tahu batasannya sejak lap pertama. Itu jadi sesuatu yang saya sukai.

“Salah satu kekuatan saya adalah merasa segalanya telah berubah pada motor ini. Saya pikir Yamaha makin percaya pada saya. Bersama kami membuat peningkatan.

“Anda hanya perlu menempatkan saya di zona nyaman, mengatakan kepada saya untuk tetap tenang, mengetahui potensi saya, dan menghadapi balapan. Sejak balapan kedua di Qatar, kami selalu berada di depan, bahkan di Austria.

“Aragon dan Cota akan jadi lokasi yang sulit bagi kami, tapi motor sangat cepat di semua tempat saat ini. Jadi, saya tidak terlalu khawatir.”

Fabio Quartararo juga tak ingin selalu melihat peta persaingan di klasemen dan berusaha tetap fokus menghadapi balapan demi balapan.

“Rival utama saya tentu saja yang ada di posisi paling dekat dengan saya di klasemen,” ucapnya.

“Tapi, saya tidak ingin melihat para rival, saya hanya ingin fokus pada diri sendiri dan di mana saya berada pada akhir pekan balap. Saya hanya memikirkan balapan demi balapan, dan saya rasa itu sangat membantu.”

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Maverick Vinales Didampingi Kru Tim Baru di Aprilia

Artikel sebelumnya

Maverick Vinales Didampingi Kru Tim Baru di Aprilia

Artikel berikutnya

Jelang MotoGP Aragon, Maverick Vinales Berharap Temukan Performa Terbaik

Jelang MotoGP Aragon, Maverick Vinales Berharap Temukan Performa Terbaik
Muat komentar