Komposisi Grid MotoGP 2022 Tergantung Rossi dan Vinales

Belum jelasnya masa depan Valentino Rossi dan Maverick Vinales menimbulkan efek domino sebab menghalangi sejumlah tim melakukan pergerakan melengkapi komposisi skuad untuk MotoGP 2022.

Komposisi Grid MotoGP 2022 Tergantung Rossi dan Vinales

Maverick Vinales menyebabkan kegemparan dengan mengumumkan keputusannya hengkang dari Yamaha pada akhir musim MotoGP 2021. Sampai saat itu, hanya ada empat tersisa untuk tahun depan.

Sebelum mengungkapkan pilihannya meninggalkan Yamaha sehari usai Grand Prix (GP) Belanda di Sirkuit Assen, 28 Juni lalu, sorotan utamanya adalah menantikan keputusan Valentino Rossi.

Tetapi langkah mengejutkan Vinales otomatis menambah slot kursi kosong pada salah satu motor yang paling diidamkan di grid kelas premier (YZR-M1). Dan ini dapat memiliki efek domino.

Nama Franco Morbidelli disebut-sebut menjadi kandidat kuat sebagai duet Fabio Quartararo di skuad utama Yamaha Factory Racing. Kedua pembalap merupakan rekan setim pada MotoGP 2020.

Kontrak Morbidelli dengan Petronas SRT mencakup klausul pelepasan, apabila pabrikan manapun menawarkan kemungkinan bagi rider asal Italia tersebut untuk mendapatkan motor terbaru.

Baca Juga:

Jika skenario itu terjadi, maka Petronas SRT akan dipaksa mencari pengganti Morbidelli, yang bisa memperbesar kebocoran. Masalahnya, tim Malaysia juga tengah menunggu keputusan Rossi.

SRT sudah mulai bergerak mencari pembalap baru untuk musim depan. Salah satunya adalah Raul Fernandez. Namun rider KTM di kategori Moto2 tersebut berpeluang promosi dengan Tech3.

Masa depan Valentino Rossi pun masih menggantung. The Doctor belum selesai menimbang langkah untuk 2022. Jika merujuk performa selama paruh pertama 2021, pensiun mungkin pilihan tepat.

Tetapi serangkaian peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir sangat mungkin bisa mengubah skenario. Rossi selalu menegaskan bahwa keputusannya akan berdasarkan hasil.

Setelah melakoni sembilan balapan, sangat jelas jika pengoleksi tujuh gelar MotoGP itu sudah tidak kompetitif. The Doctor tak mampu lagi bersaing di baris depan ataupun meraih podium.

Sepanjang MotoGP 2021, ia hanya mampu sekali finis di posisi 10 besar, yakni dalam GP Italia di Sirkuit Mugello. Rossi baru mengumpulkan 17 poin dan berada di posisi ke-19 klasemen.

"Akan sangat, sangat sulit bagi saya untuk (tetap) balapan tahun depan," kata rider 42 tahun tersebut di Assen sebelum MotoGP memasuki jeda musim panas.

Keputusan Rossi juga diyakini mempertimbangkan terkait proyek tim miliknya, VR46, yang bakal tampil dalam MotoGP mulai musim 2022 setelah mencapai kesepakatan dengan Ducati.

 

Apalagi ada desakan dari Pangeran Abdulaziz bin Abdullah Al Saud, investor utama VR46, agar The Doctor mendampingi Luca Marini sebagai pembalap tim saat berdebut di MotoGP 2022.

Namun perjanjian dengan Saudi Aramco, perusahaan energi milik sang pangeran, untuk membiayai proyek VR46 dipertanyakan setelah mereka membantah telah meneken kontrak dengan tim Rossi.

Di sinilah kemudian Vinales turut mempersulit situasi. Ketika mengumumkan kepergiannya dari Yamaha, Top Gun diyakini akan berlabuh di Aprilia. Tetapi ia mengaku belum negosiasi dengan tim mana pun.

Ducati telah mengonfirmasi tidak akan merekrut Vinales, tetapi beberapa media mengaitkannya dengan VR46 Team, yang akan disokong pabrikan Borgo Panigale pada MotoGP musim depan.

Hingga hari ini belum ada yang pasti. Rossi masih menikmati liburannya sementara Vinales tak ingin buru-buru dan terlebih dulu fokus melakukan persiapan menghadapi paruh kedua 2021.

↓ Tim dan pembalap yang sudah dikonfirmasi untuk 2022 ↓

 

dibagikan
komentar
Alasan Oliveira Yakin Kondisi Marquez Sudah 100 Persen

Artikel sebelumnya

Alasan Oliveira Yakin Kondisi Marquez Sudah 100 Persen

Artikel berikutnya

Marquez Jelaskan Betapa Pentingnya Kemenangan

Marquez Jelaskan Betapa Pentingnya Kemenangan
Muat komentar