Insiden MotoGP Aragon, Takaaki Nakagami Tak Salahkan Marc Marquez

Pembalap LCR Honda, Takaaki Nakagami, menegaskan bahwa apa yang terjadi di MotoGP Aragon adalah murni insiden balap (racing incident).

Insiden MotoGP Aragon, Takaaki Nakagami Tak Salahkan Marc Marquez

Nakagami mengalami kecelakaan dalam lap pembuka di MotorLand Aragon. Akibat insiden itu, dia menderita cedera pada dua jari tangan kanannya. Guna mencegah risiko buruk, tim memutuskan sang pembalap jalani operasi.

Senin (19/9/2022) lalu, dilakukan pembedahan terhadap jari keempat dan kelima di tangan kanan Nakagami. LCR Honda mengungkapkan, prosedur operasi dilakukan karena dugaan tendon robek.

“Tidak perlu cangkok kulit dan kami yakin robeknya tendon tidak akan mencegahnya dari balapan kandang akhir pekan ini. Dia harus menjalani pemeriksaan medis lagi setibanya di sirkuit,” bunyi pernyataan resmi.

Dalam tes medis di Mobility Resort Motegi, Kamis (22/9/2022), dinyatakan bahwa kondisi Nakagami akan ditinjau setelah latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Jepang pada Jumat (23/9/2022) besok.

Berbicara mengenai insiden Aragon, Nakagami sama sekali tak menyalahkan Marc Marquez. Pria asal Jepang ini bahkan menegaskan, apa yang terjadi saat perlombaan adalah murni insiden balap (racing incident).

Lebih lanjut, Nakagami menuturkan, saat itu dirinya sedang berupaya melewati Marquez. Namun, karena kehilangan grip, dia pun bersenggolan dengan #93. Sangat sulit baginya untuk menghindari dari situasi tersebut.

Takaaki Nakagami, Team LCR Honda

Takaaki Nakagami, Team LCR Honda

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

"Well, itu sangat sulit dan saya mencoba menyalip Marc saat mengerem di Tikungan 7, tapi saya sedikit kehilangan racing line dan dia mencoba menyalip lagi di exit tikungan tujuh," kata Nakagami dalam konferensi pers di Motegi.

"Dia jelas berada di depan saya, tetapi kemudian sepertinya ketika dia mengaktifkan perangkat (holeshot), motornya bergerak ke kiri. Itu waktu yang singkat dan saya mencoba untuk menghindari kontak, namun itu sangat tidak mungkin.

"Saat itu saya sadar itu bukan Marc, itu sama sekali bukan salah Marc. Itu adalah kecelakaan yang tidak beruntung dan nol persen saya tidak pernah marah padanya."

Nakagami kemudian mengatakan, insiden kecelakaan kerap terjadi ketika balapan. Selain risiko yang harus dihadapi para pembalap, juga lantaran tak mudah untuk menghindari kontak. Apalagi saat barisan rider sedang melaju kencang dan adu kecepatan.

"Saya tidak beruntung dan saya mendapat cedera, tetapi ini adalah hidup dan bisa lebih buruk karena saya menabrak dia dua kali dan yang pertama saya sudah di luar kendali," ujarnya.

"Ketika saya berbelok ke kanan, saya mencoba untuk tetap berada di atas motor tetapi saya sudah (menarik) gas 100 persen.

"Saya beruntung karena (kontak) kedua saya sudah terjatuh dan melihat bahwa semua pembalap di belakang menghindari tabrakan."

Baca Juga:

Ini kali kedua Nakagami terlibat dalam insiden kecelakaan besar. Sebelumnya, dia menjadi aktor utama atas crash yang menimpa Alex Rins dan Francesco Bagnaia di MotoGP Catalunya lalu.

Meski menuai kecaman, terutama dari Ducati yang bersikeras agar Nakagami dipenalti, FIM MotoGP Stewards untuk tak menjatuhkan hukuman apa pun kepada pembalap berusia 30 tahun tersebut.

Sudah empat kali mencatatkan Did Not Finish (DNF) musim ini, Nakagami bertengger pada peringkat ke-16 klasemen sementara, dengan perolehan 46 poin.

Dari dua kali lawatan ke Mobility Resort Motegi, Nakagami mendulang raihan finis P15 (2018) dan P16 (2019). Namun, semasa masih berkompetisi di kelas Moto2, dia pernah mencetak keberhasilan posisi keempat (2016).

*Anda penggemar adu kecepatan dan ingin menonton balapan dunia? Maka bisa memesan tiket melalui tautan Motorsports Tickets di sini 

dibagikan
komentar
Francesco Bagnaia Ingin Menang Bukan karena Team Order
Artikel sebelumnya

Francesco Bagnaia Ingin Menang Bukan karena Team Order

Artikel berikutnya

Fabio Quartararo Masih Rasakan Sedikit Nyeri di Dada

Fabio Quartararo Masih Rasakan Sedikit Nyeri di Dada