Krisis internal Marc VDS kacaukan Luthi

dibagikan
komentar
Krisis internal Marc VDS kacaukan Luthi
Oleh:
, Journalist
9 Des 2018 14.32

Berstatus rookie MotoGP, Thomas Luthi menutup musim 2018 tanpa satupun poin bersama Marc VDS Honda.

Luthi, juara dunia 125cc tahun 2005, naik kelas menuju MotoGP setelah 11 musim berlaga di kelas 250cc/Moto2, dengan prestasi terbaik dua kali runner-up (2016-2017).

Berbeda dengan rekan satu timnya, Franco Morbidelli, peraih gelar Rookie of The Year 2018, Luthi adalah satu-satunya pembalap reguler yang gagal mencetak poin.

Sepanjang 18 balapan, hasil terbaiknya hanyalah lima kali finis ke-16, yakni di Qatar, Le Mans, Brno, Philip Island, dan Sepang.

Kecewa dengan pencapaiannya, Luthi mengaku melewatkan tes November terbukti krusial. Saat itu, ia menderita cedera dan absen di Valencia serta Jerez.

“Melihat ke belakang itu adalah musim yang sangat sulit, dengan banyak kekecewaan. Dari sudut pandang olahraga tentu saja sangat, sangat sulit untuk menerima itu, dan bangkit dengan memikirkan masa depan. Namun di sisi lain, saya bisa belajar banyak,” ungkapnya kepada Motorsport.com.

“Apa yang terjadi, mungkin saya bisa menulis tiga buku! Saya mulai dari awal, jelas merupakan kesalahan saya, saya meremehkan tes November, di mana saya absen karena cedera.”

“Saya berpikir bisa mengejar itu, dengan kerja keras dan dukungan tim bisa dilakukan. Tapi saya tertinggal terlalu jauh, dan tak bisa menipiskan jaraknya.”

Alhasil, persiapan Luthi jelang debut MotoGP jauh dari kata maksimal. Meski hampir mendulang poin, ia sama sekali tidak tahu bagaimana cara untuk mengelola ban, bahan bakar, dan aspek lainnya ketika balapan.

Masalah lebih besar muncul seiring dengan panasnya kondisi internal dalam tim, menyebabkan Team Principal Marc VDS, Michael Bartholemy, dipecat.

Krisis Marc VDS amat berpengaruh bagi Luthi, kurangnya adaptasi membuat kiprahnya sepanjang 2018 tertatih. Berbeda dari Morbidelli, yang mampu tampil stabil karena sudah terbiasa dengan tim.

“Kemudian musim dimulai, dan segala sesuatunya tidak terlalu buruk di Qatar. Namun saya masih kebingungan, saya hanya berkendara. Saya dekat dengan poin, namun tidak tahu bagaimana mengelola ban, bahan bakar, dan segalanya saat balapan," tambah Luthi.

“Kemudian tim mulai jatuh, itu sangat menyakiti saya, jika dibandingkan Franco. Lingkungannya mungkin membuatnya sedikit lebih mandiri bagi tim dibanding saya,” tutupnya.

Laporan tambahan oleh Gerald Dirnbeck

Slider
List

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Next article
Mesin baru belum pecahkan masalah Yamaha

Artikel sebelumnya

Mesin baru belum pecahkan masalah Yamaha

Next article

Monza Rally Show: Rossi cetak kemenangan ketujuh

Monza Rally Show: Rossi cetak kemenangan ketujuh
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Thomas Luthi
Penulis Derry Munikartono
Be first to get
breaking news