MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
65 hari
Selengkapnya:

KTM Antisipasi Persaingan Oliveira dan Binder

Miguel Oliveira dan Brad Binder menjadi rekan setim di tim pabrikan KTM. Sejumlah faktor diyakini bisa berpotensi memunculkan friksi di antara keduanya.

KTM Antisipasi Persaingan Oliveira dan Binder

KTM mulai merasakan risiko memiliki pasangan pembalap kuat di grid Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Miguel Oliveira dan Brad Binder adalah dua pembalap yang musim lalu memberikan tiga kemenangan KTM di MotoGP.

Menariknya, justru dari sukses Binder, pemenang GP Rep. Ceko 2020 lalu, dan Oliveira – peraih podium utama GP Styria dan GP Portugal – ini potensi problem di skuad pabrikan KTM akan muncul.

Oliveira baru bergabung ke tim pabrikan setelah dua musim terakhir membela skuad satelit Tech3 KTM Factory Racing. Adapun Binder langsung memperkuat tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing saat debut MotoGP pada 2020.

Torehan Binder pun langsung impresif. Satu kemenangan membuatnya menjadi Pembalap Muda Terbaik (Rookie of The Year) MotoGP 2020. Musim ini, keduanya menjadi rekan setim di Red Bull KTM Factory Racing.

KTM RC16 versi 2021 milik Tim Red Bull KTM Factory Racing yang akan digelar Brad Binder (kiri) dan Miguel Oliveira.

KTM RC16 versi 2021 milik Tim Red Bull KTM Factory Racing yang akan digelar Brad Binder (kiri) dan Miguel Oliveira.

Foto oleh: KTM Images

KTM memprediksi tensi keduanya akan meninggi saat bersaing memperebutkan kemenangan atau podium. Direktur Motorsport KTM Pit Beirer mengakui, persaingan untuk merebut posisi terbaik itu wajar bagi pembalap.

“Mereka ingin hasil yang sama, menang. Masalahnya, hanya akan ada satu pemenang. Mungkin, satu hari nanti bakal terjadi friksi di antara mereka. Saya kira itu normal,” ujar Beirer.

Bagi Oliveira dan Binder, musim ini bukan kali pertama mereka menjadi rekan setim. Keduanya pernah berada dalam tim yang sama, Red Bull KTM Ajo, saat turun di Moto2 dan Moto3.

Oliveira dan Binder satu tim di Moto3 pada 2015. Kala itu, Oliveira finis di posisi runner-up sedangkan Binder berada di peringkat keenam klasemen akhir.

Keduanya kembali bersama di Red Bull KTM Ajo pada Moto2 2017 dan 2018. Di sini mulai terlihat persaingan sengit di antara keduanya.

Baca Juga:

Pada 2017, Oliveira finis ketiga sedangkan Binder kedelapan. Setahun kemudian, Oliveira menjadi runner-up dan Binder tepat di bawah rekan setimnya itu.

“Mereka sudah saling mengenal dengan sangat baik. Aki Ajo membantu mereka untuk berada di jalur yang tepat,” tutur Beirer.

“Saat mereka bertemu di Spielberg (Austria) pada tes pertama setelah lockdown, Mike Leitner (Manajer Tim KTM) dan saya sadar bila kedua pembalap ini harus menjadi bagian dari masa depan tim karena sudah saling mengenal.”

Pada MotoGP 2020 lalu, baik Oliveira maupun Binder menunjukkan potensinya di beberapa lomba. Problem utama mereka adalah belum mampu konsisten di papan atas. Indikatornya, finis podium Oliveria dan Binder musim lalu hanya dari kemenangan mereka.

Di klasemen akhir MotoGP 2020, Oliveira hanya mampu berada di P8 sedangkan Binder P11. Beirer yakin kurangnya pengalaman membuat grafik hasil finis mereka naik-turun.

“Di MotoGP, Oliveira hanya setahun lebih lama ketimbang Binder. Tahun lalu, Binder masih rookie namun hasil lombanya impresif. Namun sebagai rookie, ia juga kerap membuat kesalahan,” kata Beirer.

“Jika mampu memenangi tiga, empat, atau lima balapan, mungkin mereka bisa sedikit rileks. Sebagai catatan, baik Oliveira maupun Binder baru musim lalu mampu memenangi lomba kelas MotoGP.”

Beirer menambahkan, Brad Binder sudah semakin baik. Sementara, Miguel Oliveira sudah bagus dan tinggal butuh meningkatkan konsistensi. Kini, salah satu tugas utama KTM adalah membuat keduanya mampu lebih stabil merebut hasil bagus di MotoGP 2021.

 

dibagikan
komentar
KTM Cukup Sulit Menentukan Team Leader

Artikel sebelumnya

KTM Cukup Sulit Menentukan Team Leader

Artikel berikutnya

Pablo Nieto Jelaskan Perannya di Esponsorama

Pablo Nieto Jelaskan Perannya di Esponsorama
Muat komentar