MotoGP
28 Mar
Event selesai
04 Apr
Event selesai
12 Mei
Event berikutnya
31 hari
Selengkapnya:

KTM Realistis soal Target di MotoGP

Pesatnya perkembangan KTM di MotoGP 2020 lalu membuat pabrikan Austria itu difavoritkan untuk menjadi juara. Namun, KTM tahu ada yang perlu dibenahi.

KTM Realistis soal Target di MotoGP

KTM melakukan pergantian pembalap cukup signifikan untuk kedua timnya untuk MotoGP 2020. Penyebabnya tak lain kepindahan Pol Espargaro ke Tim Repsol Honda.

Posisinya di skuad pabrikan Red Bull KTM Factory Racing digantikan Miguel Oliveira yang musim lalu membela tim satelit KTM. Oliveira akan didampingi Brad Binder yang bertahan.

Adapun posisi Oliveira di skuad satelit Tech3 KTM Factory Racing bakal digantikan Danilo Petrucci yang ditarik dari Ducati Team. Ia akan berduet dengan Iker Lecuona yang akan menjalani musim penuh keduanya di MotoGP bersama Tech3.

Duet Oliveira dan Binder diyakini ideal karena musim lalu merekalah yang memberikan tiga kemenangan KTM. Binder sekali menang di GP Rep. Ceko sedangkan Oliveira di GP Styria dan GP Portugal.

Ditambah pengalaman dari Petrucci, KTM diprediksi bakal menjadi kekuatan baru yang menakutkan di MotoGP 2021. Namun, ada beberapa kelemahan KTM musim lalu, tidak konsisten dan kerapnya pembalap melakukan kesalahan.

Pol Espargaro lima kali naik podium ketiga tanpa pernah menang. Sementara, finis podium Oliveira dan Binder hanya saat mereka menang.

Musim lalu, Pol Espargaro menjadi pembalap terbaik KTM dengan berada di P5 klasemen akhir. Setelah 14 lomba, selisih poinnya dengan peringkat ketiga, Alex Rins (Suzuki MotoGP), hanya empat.

Baca Juga:

Melihat pelajaran musim lalu, KTM sepertinya bakal realistis. Mematok target minimal tiga besar di klasemen akhir lebih masuk akal ketimbang memburu gelar. Hal tersebut diungkapkan Direktur Motorsport KTM Pit Beirer.

“Saya tidak mau KTM diposisikan sebagai tim yang mampu bersaing untuk gelar,” tutur Beirer seperti dikutip Speedweek.com.

“Rasanya, pundak kami belum cukup kuat untuk memanggul target (memburu gelar) tersebut. Kami mungkin cukup konsisten di MotoGP 2020 lalu. Tetapi, kami baru akan bisa berduel gelar bila mampu menghindari kesalahan-kesalahan konyol.”

KTM memang kehilangan poin cukup signifikan di beberapa lomba karena pembalapnya gagal menyelesaikan lomba. Pol Espargaro jatuh di Brno (Rep. Ceko) saat berduel dengan Johann Zarco (saat itu di Esponsorama). Lalu dengan Oliveira di Spielberg 1 (GP Austria).

Kedua insiden itu menghilangkan peluang KTM untuk merebut 16 poin alias finis P3. Pol Espargaro juga terjatuh di GP Catalunya. Padahal, saat itu pembalap Spanyol tersebut memiliki kans untuk finis P7 atau P8.

Joan Mir, pembalap Suzuki MotoGP yang kemudian menjadi juara dunia MotoGP 2020, juga gagal finis di dua dari tiga lomba awal.

Sang runner-up, Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT), juga mengalami problem mesin di Jerez 2 (GP Andalusia) serta tidak mampu finis di GP Austria dan GP Prancis.

Tetapi ada satu kesamaan Mir dan Morbidelli. Keduanya mampu bangkit dan konsisten. Tidak sembarang konsisten tetapi stabil finis di podium.

“Situasi di klasemen MotoGP saat ini terbilang fenomena baru. Anda tidak boleh banyak melakukan kesalahan jika ingin berada di atas,” ujar Beirer.

“Kini, kami akan bicara soal tiga besar di MotoGP. Pelajaran yang kami ambil dari musim 2020, konsistensi menjadi hal paling penting saat ini. Mengambil risiko tinggi yang berpeluang terjatuh, takkan selalu berjalan lancar.”

Pit Beirer menyebut, kadang lebih baik finis di P4 yang lebih aman ketimbang berduel untuk P3 tetapi berisiko tinggi.

“Bila melihat MotoGP 2020 memang agak menakutkan. Kami harus mencoba minimal mengulang performa musim lalu sambil berusaha merebut hasil lebih baik,” tutur Pit Beirer.

 

dibagikan
komentar
Martin dan Zarco Disebut Kombinasi Sempurna

Artikel sebelumnya

Martin dan Zarco Disebut Kombinasi Sempurna

Artikel berikutnya

Target Besar Nakagami di MotoGP 2021

Target Besar Nakagami di MotoGP 2021
Muat komentar