KTM takkan pernah menang jika ikuti jejak Ducati

dibagikan
komentar
KTM takkan pernah menang jika ikuti jejak Ducati
Oleh:
14 Mei 2019 12.22

CEO KTM, Stefan Pierer, menegaskan bakal tetap mempertahankan konsep sasis teralis baja. Ia bahkan mengkritik langkah Ducati yang berganti sasis.

Pabrikan Austria itu merupakan satu-satunya yang tidak menggunakan sasis spar kembar aluminium konvensional. Dan awal musim ini, KTM Motorsports Director, Pit Beirer, menolak gagasan KTM harus mengganti sasis teralis baja demi mengejar kesuksesan di MotoGP.

Ducati sebelunya memakai sasis teralis baja ketika debut Grand Prix pada 2003 silam. Bahkan skuat Borgo Panigale sukses merengkuh gelar juara MotoGP 2007.

Namun, pada 2009, Ducati beralih ke sasis serat karbon. Dan kemudian pada 2012, mengikuti jejak rival pabrikan Jepang dengan menggunakan sasis aluminum untuk membantu Valentino Rossi yang kesulitan.

Terlepas dari keraguan, yang yakin bahwa KTM cepat atau lambat harus meninggalkan sasis teralis baja jika ingin sukses di MotoGP, Pierer bersikeras bahwa timnya akan selalu memakai rangka baja.

Ia juga menekankan, ingin motor balap KTM memiliki kemiripan dengan motor jalan raya.

Baca Juga:

“Jika kami mengikuti jejak Ducati, kami akan kalah. KTM terlibat dalam balap karena dua alasan. Pertama, berinovasi. Kedua, karena kami ingin menjual motor,” ungkap Pierer kepada Motorsport.com.

“Motor Ducati MotoGP tidak ada hubungannya dengan yang dapat Anda beli di toko. Jika Anda melihat jumlah mereka [terjual 53.000 unit pada 2018] dan kami [terjual 261.000 unit]...

“Bagi saya, balap bukan hanya tentang emosi. Itulah sebabnya moto saya adalah 'menang pada Minggu, jualan pada Senin'.”

Pierer lalu menunjukkan, bahwa konsep sasis baja merupakan bagaimana KTM telah mendominasi dalam disiplin motorsport roda dua, sesuatu yang diyakininya juga dapat diwujudkan di MotoGP.

“Kami tidak akan pernah mengesampingkan sasis tubular karena itu adalah salah satu keunggulan utama motor kami. Anda mendapatkan fleksibilitas dan menurunkan berat. Itulah cara kami mendominasi dunia sepeda motor dalam banyak disiplin ilmu,” paparnya.

“Yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan ini adalah Anda harus memiliki orang tepat di posisi yang tepat. Kami butuh 11 tahun untuk menang di Supercross, tetapi ketika kami mewujudkannya, kami memenangi lima gelar beruntun. Kami butuh tujuh tahun untuk melakukan hal sama di Dakar, dan sekarang kami telah merebut 18 titel berturut-turut.

“Kami mungkin perlu 10 [tahun], namun cepat atau lambat kami juga kana mendominasi di MotoGP.”

Slider
Daftar

Stefan Pierer, KTM CEO

Stefan Pierer, KTM CEO
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Bike of Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing

Bike of Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing
2/10

Foto oleh: KTM Images

Bike of Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing

Bike of Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Bikes of KTM Tech 3 Racing and Red Bull KTM Factory Racing

Bikes of KTM Tech 3 Racing and Red Bull KTM Factory Racing
4/10

Foto oleh: KTM Images

KTM Bike details

KTM Bike details
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Red Bull KTM Factory Racing garage atmosphere

Red Bull KTM Factory Racing garage atmosphere
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Garage of Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing

Garage of Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

#14 Red Bull KTM Factory Racing KTM: Sam Sunderland

#14 Red Bull KTM Factory Racing KTM: Sam Sunderland
8/10

Foto oleh: KTM Images

#3 Red Bull KTM Factory Racing KTM: Toby Price

#3 Red Bull KTM Factory Racing KTM: Toby Price
9/10

Foto oleh: Red Bull Content Pool

#77 Red Bull KTM Factory Racing KTM: Luciano Benavides

#77 Red Bull KTM Factory Racing KTM: Luciano Benavides
10/10

Foto oleh: KTM Images

Artikel berikutnya
Para pembalap muda MotoGP beri sentuhan baru

Artikel sebelumnya

Para pembalap muda MotoGP beri sentuhan baru

Artikel berikutnya

Marquez beberkan kekuatan Rins

Marquez beberkan kekuatan Rins
Muat komentar
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru