KTM targetkan bentuk tim satelit pada 2018

dibagikan
komentar
KTM targetkan bentuk tim satelit pada 2018
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
23 Feb 2017 10.21

Pabrikan Austria, KTM, telah mengindikasikan untuk memasok motor kepada tim satelit di MotoGP musim 2018.

Stefan Pierer, KTM boss
Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing
Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing
Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing
Andrea Iannone, Team Suzuki MotoGP
Red Bull KTM Factory Racing riders
Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing
Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing
Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing

KTM resmi merilis motor dan livery anyar RC16 dalam event presentasi di Mattighofen awal pekan ini. Event ini sekaligus menandai debut semusim penuh tim di kelas premier.

CEO KTM, Stefan Pierer, mengatakan perusahaannya telah setuju untuk memasok motor ke tim lain pada tahun kedua di MotoGP.

Kesepakatan terbaru antara promotor Dorna Sports S.L., dan para pabrikan adalah mengisi grid hingga berjumlah 24 motor, dengan masing-masing menurunkan dua motor pabrikan dan dua motor satelit.

Saat ini, Suzuki dan Aprilia menjadi pabrikan yang hanya menurunkan tim pabrikan, sementara Ducati memasok delapan dari 23 motor di grid musim ini.

“Kami memfokuskan pada tim pabrikan dalam tahun pertama,” ucap Pierer.

“Kami memiliki kontrak lima tahun dengan Dorna, dan kami telah setuju bahwa di tahun kedua, kami juga akan menyediakan material dan motor untuk tim satelit. Itulah rencana untuk tahun kedua.

“Saya pikir prioritasnya adalah untuk siap dengan tim pabrikan dan bersiap untuk menyediakan (motor) bagi tim kedua.”

Suzuki jadi referensi

Duo pembalap KTM, Pol Espargaro dan Bradley Smith, mengakhiri tes pramusim Phillip Island dengan kuat. Smith hanya terpaut 1,3 detik dari pembalap tercepat pada hari terakhir.

Pierer lalu menambahkan, hasil yang dicapai Suzuki usai kembali ke MotoGP pada 2015, dianggap sebagai patokan bagi kemajuan KTM.

“Saya selalu mengatakan kepada rekan-rekan, sebagai patokan, Suzuki telah melakukan pekerjaan hebat. Itu pada dasarnya adalah patokan,” terangnya.

“Kami kesulitan saat tes pertama, karena kami menguji coba set-up berbeda. Kami tidak punya platform seperti lainnya.

“Tapi lalu berjalan sangat baik. Dan tes Phillip Island sangat memotivasi bahwa kami berada di arah yang tepat.

“Butuh tujuh tahun (untuk menjadi tim pemenang) di Reli Dakar. Sepanjang tiga tahun pertama, kami ingin dekat dan meraih podium.”

Laporan tambahan oleh Toni Boerner

Artikel MotoGP berikutnya
Opini: Vinales dan pesona bintang Rossi

Artikel sebelumnya

Opini: Vinales dan pesona bintang Rossi

Next article

Assen kehilangan sosok 'Mister TT'

Assen kehilangan sosok 'Mister TT'
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Tim Red Bull KTM Factory Racing
Penulis Jamie Klein
Tipe artikel Breaking news