MotoGP
28 Mar
Event selesai
04 Apr
Event selesai
R
MotoGP Portugal
18 Apr
FP1 dalam
3 hari
12 Mei
Event berikutnya
30 hari
Selengkapnya:

Kurangi Pesta, Kunci Sukses Franco Morbidelli di MotoGP 2020

Franco Morbidelli tampil lebih konsisten di MotoGP 2020 dibandingkan rekan setimnya di Yamaha. Ada beberapa hal yang jadi kunci keberhasilan pembalap Petronas Yamaha SRT menaklukkan peringkat kedua musim lalu.

Kurangi Pesta, Kunci Sukses Franco Morbidelli di MotoGP 2020

Selain keberuntungan karena motor M1 Spec-A yang ditunggangi tak bermasalah, ada faktor lain yang paling penting adalah kerja keras dan mengurangi pesta sehingga bisa memulai aktivitas lebih pagi. Ia menggunakan waktunya untuk mempersiapkan musim 2020 dengan maksimal.

“Saya menemukan sesuatu dalam diri saya yang tidak saya tahu. Itu bagian serius, bagian kerja keras dalam diri saya. Saya menyukai itu. Meski saat tes musim dingin di Malaysia, saya merasa lebih baik di atas motor,” Morbidelli mengungkapkan.

“Saya dapat naik motor dengan lebih agresif dan saya merasa lebih baik dengan apa yang dilakukan di atas motor. Itu memberi kesempatan untuk bekerja lebih baik dengan tim saya. Kami bekerja dengan lebih presisi bersama kru. Hasilnya adalah musim yang indah.”

Kesadaran untuk sering menghindari pesta muncul seiring dengan matangnya mental pembalap keturunan Italia-Brasil tersebut.

Baca Juga:

Mentornya di VR46 Rider Academy, Valentino Rossi, mengapresiasi keseriusan eks rekan setim Fabio Quartararo itu. Morbidelli langsung melesat ke posisi kedua di tahun ketiganya naik kelas.

Rossi mengungkapkan, “Franco berlatih sangat keras tahun ini. Kadang itu jadi masalah karena dia siap berlari pada pukul 09.00 setiap hari.”

“Ia memberi tekanan kepada kami, terutama saya dan Pecco (Bagnaia). Dia dalam bentuk terbaik, yang sangat penting. Franco adalah pembalap yang tenang dan sangat serius. Anda harus mengendarai Yamaha dengan cara yang diinginkannya.

“Franco datang dari Moto2 dan Honda. Dia butuh beberapa kilometer untuk mengerti bagaimana cara mengendarai Yamaha.”

Akses ke ajang balap dunia dibuka Morbidelli setelah jadi murid VR Academy yang didirikan pada 2004. Secara bertahap, ia berkompetisi di level domestik, Superstock 600 European Championship, Moto2 selama lima musim dan MotoGP tiga musim.

Ia merebut titel juara dunia Moto2 2017 dan bonus tiket ke MotoGP bersama EG 0,0 Marc VDS yang saat itu menggunakan motor Honda.

Francesco Bagnaia, Pramac Racing, Franco Morbidelli, Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Francesco Bagnaia, Pramac Racing, Franco Morbidelli, Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Setelah melihat prestasi dan kualitas Morbidelli, Rossi pun sadar kalau ia sedang membesarkan musuh yang tangguh.

“Ketika kami memulai akademi, kami tidak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Itu adalah program unik. Saat Franco menjadi juara dunia Moto2 2017, yang saya pikir adalah fakta bahwa saya bakal punya lawan kuat dari akademi di MotoGP,” tuturnya.

“Tapi tidak masalah, kami sangat gembira. Ketika kami berlatih bersama, kami selalu meningkatkan level kami. Kami bersenang-senang ketika berduel satu sama lain. Saya sangat kenal Franco karena kami sering naik motor bersama di ranch. Jadi saya tahu gayanya.”

Rossi dan Morbidelli adalah rekan setim di Petronas musim depan. Beban di pundak pria 26 tahun itu makin besar dengan predikat runner-up MotoGP 2020.

“Tidak, saya tidak pernah membayangkan bahwa akan melawan Vale dan bertarung dengannya di MotoGP. Saya tidak pernah memikirkan itu,” ucap Morbidelli.

“Itu adalah musim yang sangat bagus bagi saya. Podium pertama di Brno dan kemudian tiga kemenangan. Saya sangat gembira dengan musim saya.”

dibagikan
komentar
Gresini Racing Isyaratkan Reuni dengan Honda

Artikel sebelumnya

Gresini Racing Isyaratkan Reuni dengan Honda

Artikel berikutnya

Generasi Muda Ducati pada MotoGP 2021

Generasi Muda Ducati pada MotoGP 2021
Muat komentar