MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
72 hari
Selengkapnya:

Lecuona Jelaskan Kekurangannya Musim Lalu

Dari 14 balapan Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 lalu, Iker Lecuona hanya mampu menyelesaikan separuhnya. Pembalap tim satelit KTM itu pun mengungkapkan area mana saja yang harus dikembangkan.

dibagikan
komentar
Lecuona Jelaskan Kekurangannya Musim Lalu

MotoGP 2020 memang menjadi musim penuh pertama bagi Iker Lecuona di kelas utama Kejuaraan Dunia Balap Motor. Alih-alih naik podium, pembalap asal Spanyol itu justru sering tidak mampu merebut poin.

“Tahun lalu sangat penying bagi saya. Namun di saat bersamaan juga sangat menyulitkan bagi saya,” ucap pembalap Tim Tech3 KTM Factory Racing tersebut.

Dari 14 lomba, Lecuona tidak mampu merebut poin karena berbagai penyebab. Pada lomba pertama di Jerez, Spanyol, ia mengalami heat syncope.

Kondisi pusing dan mata berkunang-kunang karena terlalu memaksakan diri di lingkungan panas sehingga aliran darah ke otak berkurang ini membuat Lecuona mundur di lap 20 dari 25 lap lomba.   

Iker Lecuona, pembalap Red Bull KTM Tech 3, finis di posisi kesembilan GP Teruel 2020.

Iker Lecuona, pembalap Red Bull KTM Tech 3, finis di posisi kesembilan GP Teruel 2020.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Di balapan kedua (Andalusia), ketiga (Rep. Ceko), dan ketujuh (Emilia Romagna), Lecuona mengalami kecelakaan. Sementara, sejak lomba ke-12 sampai terakhir (14), ia berkutat dengan Covid-19, dari karantina sampai positif terinfeksi.

Hasil finis pembalap 21 tahun itu juga belum memuaskan. Ia tiga kali finis 10 besar Tetapi sisanya tidak lebih baik daripada posisi ke-14 (tiga kali P14 dan sekali P15). Alhasil, Lecuona hanya mampu menuai 27 poin dan menempati peringkat ke-20 klasemen akhir.

“Sebagai rookie, saya memang sangat sering kecelakaan. Semua orang di tim sudah berupaya keras untuk mendapatkan hasil bagus. Bos tim, Herve Poncharal, banyak membantu dan tidak pernah kehilangan kepercayaan terhadap saya,” ucap Lecuona.

Lebih jauh Lecuona mengakui, setelah meninggalkan Moto2, dirinya mengalami masalah dengan fisik dan mental. Maklum, karakter motor MotoGP memang berbeda jauh dengan Moto2.

“Saya tidak bisa menuntaskan lima lap terakhir lomba pertama (Jerez). Itulah mengapa sepanjang musim dingin lalu saya berusaha meningkatkan kondisi fisik dengan berlatih keras. Fisik kuat sangat penting untuk turun di kelas MotoGP,” katanya.

Baca Juga:

Lecuona pun menyadari salah satu kelemahannya musim lalu adalah tidak selalu mampu memaksimalkan kemampuan fisiknya. Kekuatan tubuhnya sangat tergantung pada cuaca dan jarak lomba.

“Kadang saya sangat bagus dalam pengereman namun kemudian tersandung masalah ini pada lomba berikutnya. Saya bagus jika harus melakukan pengereman keras untuk masuk tikungan,” ucap Lecuona.

Terbukti, di sirkuit dengan banyak lintasan lurus seperti di Red Bull Ring, Spielberg, Austria, hasil yang diperoleh Iker Lecuona cukup bagus. Ia finis P9 dan P10 di GP Austria dan GP Styria yang sama-sama digelar di Spielberg.

Spielberg memiliki tiga trek lurus yang sangat cepat. Kondisi tersebut memang sesuai untuk motor-motor dengan tenaga besar seperti KTM RC16.

“Di Spielberg, Anda bisa memanfaatkan tenaga maksimal dari mesin. Di trek lain, Anda paling hanya bisa membuka gas 100 persen sekitar 2 detik dari waktu lap,” kata Lecuona.

Iker Lecuona menyebut , kinerja dan sensasi mengerem dengan cakram karbon seperti milik KTM RC16 memang luar biasa.

“Titik pengereman mungkin sama dengan motor Moto2. Namun di MotoGP, kecepatan Anda saat braking point itu sekitar 70 km/jam lebih tinggi ketimbang Moto2,” ucap Iker Lecuona.  

Tech3 dan KTM Perpanjang Komitmen Musim Panas Nanti

Artikel sebelumnya

Tech3 dan KTM Perpanjang Komitmen Musim Panas Nanti

Artikel berikutnya

Pabrikan Soroti Peran Ganda Bradl

Pabrikan Soroti Peran Ganda Bradl
Muat komentar