Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Reactions

Liburan ke Pabrik KTM, Acosta Ingin Tahu Proyeksi Tim

Pedro Acosta bertolak ke Austria pada Senin (8/7/2024), untuk mempelajari semua rahasia pabrikan yang menjadi pilihannya di MotoGP. Rookie itu juga mencari tahu apakah berada di tempat yang tepat untuk mengejar tujuannya.

Pedro Acosta, Red Bull GASGAS Tech3

Pada Sabtu sore, setelah sprint race MotoGP Jerman, Motorsport.com bertanya kepada Pedro Acosta tentang rencananya untuk liburan musim panas, yang akan berlangsung mulai Senin ini hingga pekan pertama Agustus.

Jawaban 'sang fenomena' cukup mengejutkan. "Hari Senin, saya akan pergi ke Austria selama seminggu, atau apa pun itu. Saya akan pergi ke pabrik (KTM) untuk melihat, mengenal dan mengetahui," ujarnya.

Pada Minggu sore, dalam pertemuan rutinnya dengan media, pembalap Spanyol itu menjelaskan rencananya secara lebih rinci dan kenyataannya bagi seorang pria yang baru saja berusia 20 tahun pada 25 Mei lalu, agak 'menakutkan' dengan cara dia menjelaskan kekhawatirannya, seberapa jelas dia memiliki segalanya dan. Di atas segalanya, kemampuannya untuk tidak banyak bicara tetapi membuat semuanya sangat jelas.

Kesannya adalah Pedro akan mengunjungi KTM untuk mencari tahu dengan siapa dia harus berbicara di sana dan untuk memahami apakah taruhannya pada pabrikan ini tepat atau, karena kontrak, dia tidak berada di tempat yang tepat untuk mengejar mimpinya.

Baca Juga:

Apalagi saat ini, jarak antara Ducati dan KTM, yang bukannya makin mengecil malah membesar. Bahkan, dalam balapan akhir pekan yang sama motor-motor Italia makin membaik dari Jumat hingga Minggu, sementara motor-motor Austria tampak seperti sedang berada di jalur yang salah. Pedro melakukan perjalanan ke Mattighofen untuk mendapatkan gambaran tentang situasi tersebut.

"Benar, saya punya satu tiket, tapi tidak punya tiket pulang pergi. Kita lihat saja nanti berapa hari atau minggu saya di sana," ujarnya dengan tenang.

"Selalu lebih baik untuk menyampaikan sesuatu secara langsung, bahkan jika saya harus tinggal di sana selama satu atau dua minggu. Setiap hari ada pertanyaan baru, cara pandang yang berbeda dan selalu ada yang harus dilakukan di pabrik.

Pedro Acosta, Red Bull GASGAS Tech3 bersama kepala teknik Paul Trevathan

Pedro Acosta, Red Bull GASGAS Tech3 bersama kepala teknik Paul Trevathan

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Juga untuk mengenal orang-orangnya, meski saya sudah lama bersama mereka, tim Moto3 sangat berbeda, hanya ada tiga orang, di Moto2 kami menggunakan Kalex, jadi saya tidak mengenal semua orang yang bekerja di proyek ini dan saya pikir penting untuk mengetahui dan mengetahui siapa yang bisa saya gunakan pada waktu-waktu tertentu dan mengapa,” jelas Pedro, yang akan ditemani oleh manajer teknis Paul Trevathan dan manajer suspensi Miguel Olivenza.

"Hal pertama yang akan saya lakukan ketika tiba adalah bertemu dengan orang-orang dan melihat apa yang terjadi di hari pertama, bagaimana semuanya bekerja dan apa yang dilakukan semua orang.

“Ketika memahami semua peran, siapa yang bertanggung jawab di satu tempat, siapa yang bertanggung jawab di tempat lain, dan siapa yang menjadi bos sasis dan siapa yang menjadi bos di sisi lain, mengapa segala sesuatunya dilakukan? Karena sekarang sangat mudah untuk mengkritik, bertanya atau menuntut hal-hal yang saya, untuk saat ini, tidak tahu bagaimana keadaannya.

“Saya lebih suka terlebih dahulu mencari tahu bagaimana semuanya berjalan dan mengapa sesuatu tidak dilakukan atau mengapa itu terjadi, atau siapa yang memberikan kekuasaan kepada yang satu atau mengambilnya dari yang lain, untuk mengetahui arah mana yang harus dituju.

"Saya tahu sejak awal (sebelum naik ke MotoGP) bahwa saya ingin berada di sini, dan saya masih ingin berada di sini. Tidak ada yang menempatkan saya di kandang singa, sekarang terserah saya untuk keluar sendiri," kata pembalap GasGas Tech3, yang saat ini berada di urutan keenam dalam klasemen dengan 110 poin.”

Pedro Acosta, Red Bull GASGAS Tech3 bersama teknisi suspensi

Pedro Acosta, Red Bull GASGAS Tech3 bersama teknisi suspensi

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Di tengah-tengah MotoGP Jerman, KTM diterpa kabar pemecatan kepala teknologi mereka, mantan tangan kanan Gigi Dall'Igna di Ducati asal Italia, Fabiano Sterlacchini. Setelah tiga tahun mengepalai divisi balap, kontraknya tak dilanjutkan.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi," ucap Acosta. "Melihat apa yang terjadi akhir pekan ini di Sachsenring, hal yang sama akan terjadi dengan atau tanpa Fabiano. Kesimpulan yang saya ambil adalah agak aneh bagaimana balapan dikelola di KTM, karena Fabiano tidak datang ke setiap Grand Prix, dan saya hanya melihatnya di tiga dari delapan Grand Prix yang pernah saya datangi.

"Salah satu alasan mengapa saya ingin pergi ke Austria adalah untuk duduk bersamanya (Sterlacchini) dan memintanya menjelaskan kepada saya banyak hal yang, mungkin bagi pembalap lain mungkin sangat wajar atau normal karena dia sudah lama di sini dan telah melihat banyak hal, tapi saya tidak memahaminya dan saya tidak dapat menemukan orang yang tahu bagaimana menjelaskannya kepada saya. Salah satu motivasi utama saya pergi ke Austria adalah untuk duduk bersamanya dan membicarakan hal-hal tersebut.

"Saya bersikeras: Roma tidak dibangun dalam satu hari, saya tidak tahu apakah kita akan mendapatkan menara seperti yang ada di Pisa, tetapi kita akan mencoba membuatnya lurus," candanya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Morbidelli: Saya Lebih Takut di Belakang Pecco atau Martin
Artikel berikutnya Di Giannantonio dan Bezzecchi Akan Sapa Penggemar di Bali

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia