Jarvis Akui Berat Berpisah dengan Rossi

Prinsipal Monster Energy Yamaha Lin Jarvis mengucapkan selamat tinggal kepada Valentino Rossi dengan kata-kata emosional. Sedangkan Maverick Vinales penasaran dengan kru pada 2021.

Jarvis Akui Berat Berpisah dengan Rossi

Rossi resmi meninggalkan tim pabrikan Yamaha setelah 15 tahun bekerja sama di MotoGP yang terbagi dalam dua bagian. Selama itu, ia telah meraih 142 podium termasuk 56 kemenangan dan empat gelar juara dunia.

Pria 41 tahun itu akan memperkuat Petronas Yamaha SRT pada MotoGP 2021, dan akan bertandem dengan anak didiknya di VR46 Academy, Franco Morbidelli.

Perjalanan panjang itu membuat Rossi dan Jarvis memiliki ikatan emosional. Keduanya juga memiliki banyak kenangan manis.

Untuk itu, Lin Jarvis merasa sangat kehilangan dengan kepergian Rossi. Meski ia telah menyadari bahwa itu bisa terjadi kapan saja.

“Selalu sedih mengucapkan selamat tinggal, terutama kepada seseorang yang sangat penting di dalam tim,” kata Jarvis.

“Tapi tidak ada yang abadi dalam kehidupan ini, tak mungkin untuk tetap bertahan, terlebih di MotoGP.

“Situasi di paddock berkembang secara konsisten. Orang-orang bergabung dengan tim baru, beberapa pergi dan yang lainnya kembali.”

Pada bagian kedua, Rossi memang belum bisa mempersembahkan gelar pembalap kepada Yamaha. Namun, ia berhasil berada di posisi runner-up sebanyak tiga kali pada 2014-2016.

Peluang terbesarnya datang pada 2015, sayang ia dikalahkan oleh rekan setimnya, Jorge Lorenzo, dengan jarak lima poin.

Tetapi, pada bagian pertama bersama Yamaha, pembalap berjuluk The Doctor itu memiliki banyak kenangan indah. Lin Jarvis menegaskan bahwa dirinya tak bisa melupakan semua itu.

“Saya memiliki ingatan yang sangat jelas selama beberapa tahun terakhir. Perjalanan ini seperti roller coaster, tapi hasil yang dia dapatkan bersama Yamaha sungguh mengesankan,” ujar Jarvis.

Baca Juga:

“Benar-benar menakjubkan atas banyaknya pencapaian yang telah dia dapatkan selama bersama kami.”

Posisi Valentino Rossi akan digantikan oleh pembalap muda bertalenta, Fabio Quartararo. Kombinasi pembalap muda di Yamaha diyakini bakal meningkatkan persaingan dan performa tim.

“Ini tentang mengubah pertahanan. Meski Vale meninggalkan tim pabrikan Yamaha, tapi ini bukanlah akhir kariernya. Ini bukan skenario perpisahan sesungguhnya, tapi lebih ke masa transisi,” ujar Jarvis.

“Pada 2021, dia akan bersama tim satelit, jadi kami tetap dekat. Dia juga masih berstatus pembalap tim pabrikan dan membawa beberapa krunya. Jadi, dia akan dikelilingi orang-orang yang sudah dikenalnya.”

Beberapa kru yang ditinggalkan oleh Rossi seperti Brent Stepens (bekerja untuknya sejak 1999), Alex Briggs (2004), dan Javier Ullate (2003), dipastikan bakal meninggalkan Yamaha pada 2021.

“Keahlian mereka, profesionalisme mereka dan semangat mereka dalam pekerjaan adalah sesuatu yang membuat kami tetap eksis selama bertahun-tahun. Jadi, sangat menedihkan harus mengucapkan selamat tinggal kepada mereka,” kata Jarvis.

Kepergian mereka membuat Yamaha harus menemukan kembali orang-orang tepat untuk memperkuat struktur tim. Hal ini membuat Vinales penasaran melihat seperti apa kru di dalam garasi Yamaha pada tahun depan.

“Kami kehilangan orang-orang penting di setiap tahunnya. Anda harus bertanya kepada Yamaha bagaimana menyikapi kepergian itu. Karena saya tidak tahu seperti apa tim ini nantinya,” ujar Vinales.

dibagikan
komentar
Marc Marquez Pamer Desain Helm 2021

Artikel sebelumnya

Marc Marquez Pamer Desain Helm 2021

Artikel berikutnya

Maradona Punya Relasi Erat dengan Olahraga Otomotif

Maradona Punya Relasi Erat dengan Olahraga Otomotif
Muat komentar