Long Lap Penalty Tak Hambat Laju Jack Miller Gapai Podium

Usai crash prematur Francesco Bagnaia, Ducati mendapatkan pelipur lara dengan kesuksesan Jack Miller mencapai podium Grand Prix Jerman. Sang rider mampu merebut P3 meski menerima long lap penalty.

Long Lap Penalty Tak Hambat Laju Jack Miller Gapai Podium

Pembalap Ducati Lenovo Team Jack Miller akhirnya kembali menginjak podium setelah dalam dua race sebelumnya meraih hasil mengecewakan. Itu terjadi di Sirkuit Sachsenring, di mana ia finis posisi ketiga.

The Thriller datang ke GP Jerman dengan modal yang kurang meyakinkan, gagal menembus 10 besar di Mugello (GP Italia, P15) dan Montmelo (GP Catalunya, P14). Ia juga dipastikan tak akan membela Ducati musim depan menyusul kesepakatan bergabung dengan KTM mulai 2023.

Tampaknya semua itu memotivasi Miller untuk bisa memberikan yang terbaik di musim final bersama pabrikan Borgo Panigale. Tetapi, akhir pekan sang pembalap di Sachsenring tidak sepenuhnya mudah.

Ia tampil solid selama latihan bebas (FP), tetapi saat kualifikasi rider Australia tersebut cukup kesulitan dan hanya mengamankan posisi start keenam untuk balapan Minggu, (19/6/2022). Petaka lalu datang. Miller diganjar long lap penalty akibat crash ketika fase yellow flag di FP4.

Baca Juga:

Saat race, Jack Miller tampil kuat. Ia terlihat percaya diri di atas Desmosedici GP22 miliknya dan setelah menjalani penaltinya, The Thriller segera mengejar ketertinggalan hingga akhirnya bisa mendekati Aleix Espargaro yang berada di urutan ketiga.

Pertarungan melawan andalan Aprilia Racing itu sama sekali tak mudah bagi Miller. Espargaro bertahan dengan sangat solid. Beberapa kali percobaannya untuk menyalip selalu mampu dimentahkan sang rival.

Memasuki tiga lap pamungkas, Miller baru dapat melewati Espargaro, setelah memanfaatkan kesalahan lawan yang melebar di Tikungan 1. Ia kemudian segera menjauh dan akhirnya sukses mengamankan P3.

“Di sana (trek) sangat panas. Saya kira itu balapan paling menuntut fisik yang pernah saya lakukan dalam hampir tujuh tahun di MotoGP. Bukan hanya karena suhu, tetapi juga layout sirkuit, yang tidak memberi Anda waktu sedetik pun untuk menghela napas. Anda dituntut bekerja keras,” ujarnya setelah balapan.

“Selain itu, saya juga harus mengejar orang-orang di depan saya dari awal. Ini tidak membuat pekerjaan saya lebih mudah. Namun, balapannya menghibur. Saya percaya diri dan feeling dengan motor sangat baik sepanjang akhir pekan. Hasilnya, saya bisa membuat beberapa overtaking bagus hari ini.

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saya melakukan sedikit pengereman beberapa kali, termasuk saat bertarung dengan Aleix (Espargaro). Tetapi saya tahu persis apa yang akan dilakukan motor dan entah bagaimana saya masih bisa mengerem tepat waktu. Long lap penalty-nya agak mengkhawatirkan, namun itu tak menghabiskan banyak waktu.”  

Dalam dua balapan sebelum GP Jerman, The Thriller hanya mampu mendulang tiga poin. Di Sachsenring, ia mencetak 16 angka. Itu menjadi jawaban tepat bagi segala kritik yang diterima Miller belakangan ini.

“Ya, perubahan set-up yang kami buat pada tes di Barcelona memberikan pengaruhnya. Saya sekarang bisa berkendara dengan gaya lama saya yang sudah terbukti. Saya memiliki kepercayaan diri lagi. Kini saya menantikan balapan berikutnya,” ujar Miller.

Setelah Sachsenring, rombongan MotoGP akan bertolak menuju ke Sirkuit Assen untuk melakoni Grand Prix Belanda, 24-26 Juni 2022. Ini jadi putaran terakhir sebelum kejuaraan memasuki jeda musim panas.

 

dibagikan
komentar
Klasemen Usai MotoGP Jerman: Bagnaia Menjauh dari Quartararo
Artikel sebelumnya

Klasemen Usai MotoGP Jerman: Bagnaia Menjauh dari Quartararo

Artikel berikutnya

Tren Buruk Francesco Bagnaia Berlanjut

Tren Buruk Francesco Bagnaia Berlanjut