Lorenzo Anggap Karakter Pol Espargaro Cocok dengan RC213V

Sebagai pembalap yang pernah mengendarai RC213V, Jorge Lorenzo tahu sulitnya motor Honda itu untuk dikendalikan. Dan menurutnya, Pol Espargaro telah memulai dengan sangat baik.

Lorenzo Anggap Karakter Pol Espargaro Cocok dengan RC213V

Pembalap anyar Tim Repsol Honda Pol Espargaro mengaku masih kesulitan untuk mengetahui batasan motor RC213V setelah dua hari menjalani tes pramusim MotoGP 2021 di Qatar, 6-7 Maret lalu.

Kendati demikian, secara umum, performa eks rider KTM itu terbilang bagus sebab catatan waktunya meningkat dan yang menurut Espargaro krusial, ia belum mengalami crash.

Pada hari pertama, Polyccio, julukannya, membukukan lap tercepat 1:55,878 detik. Ia terpaut 1,2 detik dari sang kakak, Aleix Espargaro (Aprilia Racing), yang menorehkan waktu putaran terbaik.

Dalam pengujian hari kedua, Pol Espargaro tampil lebih cepat dengan RC213V. Waktu putaran terbaiknya 1:54,673 detik, tertinggal 0,733 detik dari pembalap tercepat, Fabio Quartararo (Yamaha).

Jorge Lorenzo menilai itu catatan positif untuk pembalap yang baru pertama kalinya mencoba RC213V. Juara dunia tiga kali MotoGP (2010, 2012, 2015) tersebut menganggapnya sinyal bagus untuk Honda.

Baca Juga:

"Debut yang sangat bagus. Dia (Pol Espargaro) berada di depan (Takaaki) Nakagami (1:54,690) dan (Alex) Marquez (1:54,952)," ujar Lorenzo kepada As.com soal performa Espargaro dengan RC213V dalam tes pramusim 2021.

"Itu pertanda baik untuknya dan Honda, karena dari hasil pengujian menunjukkan dia menyukai motornya dan tidak memiliki masalah adaptasi. Tinggal masalah memperbaiki kecepatan secara bertahap."

Selain itu, Lorenzo merasa Espargaro memiliki kualitas dan kapasitas untuk membela Repsol Honda, terutama dalam mengendalikan RC213V, yang selama ini dianggap hanya mampu dijinakkan Marc Marquez.

"Saya selalu menganggap Pol sebagai pembalap yang sangat cepat serta agresif. Dan dari pengalaman saya di Honda (2019), Anda harus punya gaya itu untuk bisa melaju kencang dengan motor (RC213V)," tutur Lorenzo.

"Mudah-mudahan, demi dia dan Honda, adaptasinya berjalan baik. Ini hanya satu tes dan setiap sirkuit memiliki karakter berbeda. Namun menyelesaikan tes dengan gap 0,7 detik, itu sangat bagus."

Juara dunia tiga kali MotoGP, Jorge Lorenzo, tahu sulitnya mengendarai motor RC213V setelah memperkuat Tim Repsol Honda pada 2019.

Juara dunia tiga kali MotoGP, Jorge Lorenzo, tahu sulitnya mengendarai motor RC213V setelah memperkuat Tim Repsol Honda pada 2019.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Yamaha Pakai Livery Bersejarah Peringati 60 Tahun di Kejuaraan Dunia

Artikel sebelumnya

Yamaha Pakai Livery Bersejarah Peringati 60 Tahun di Kejuaraan Dunia

Artikel berikutnya

Hasil Tes II MotoGP Qatar: Miller Patahkan Rekor Lap

Hasil Tes II MotoGP Qatar: Miller Patahkan Rekor Lap
Muat komentar