Lorenzo Beri Tiga Solusi agar MotoGP Lebih Aman

Peningkatan kecepatan di MotoGP membuat mantan pembalap Jorge Lorenzo risau. Ia mengajukan tiga solusi agar lomba kembali aman.

Lorenzo Beri Tiga Solusi agar MotoGP Lebih Aman

GP Portugal yang dilangsungkan di Sirkuit Algarve, Minggu (18/4/2021), menelan banyak korban dari Moto3 hingga MotoGP. Banyak pembalap berjatuhan, termasuk Pol Espargaro, Takaaki Nakagami, Valentino Rossi, Johann Zarco serta Jorge Martin.

Rookie Pramac Racing, Jorge Martin, menderita paling parah karena mesti naik meja operasi akibat tangan dan kakinya retak. Pembalap potensial tersebut kemungkinan besar absen di GP Spanyol.

Lorenzo langsung terkenang dengan cedera yang didapat setelah jatuh di MotoGP Belanda 2019. Ia sempat ketakutan menjadi lumpuh sehingga memutuskan pensiun di usia 32 tahun.

Menurut pria Spanyol tersebut, pencetus insiden adalah motor yang makin kencang tak hanya di trek lurus tapi juga tikungan.

“Portimao adalah sirkuit sangat sulit, Anda tidak berhenti naik turun, itu kenapa sebutannya roller coaster. Ditambah aspal yang punya grip kecil, membuat kami lebih sering jatuh daripada biasanya, kekerasan, dan telah membuat beberapa pemain mulai terluka dengan Takaaki Nakagami, Jorge Martin, Pol Espargaro,” ujar Lorenzo di kanal YouTube.

“Dari sana, saya ingin melakukan refleksi. MotoGP menang banyak tontonan. Balapan menarik, dengan kesetaraan, yang kami belum pernah lihat hingga sekarang. Juga dalam hal keamanan, helm, pakaian, serta sirkuit.

“Perpindahan dari dua ke empat kali juga berarti mengeliminasi jatuh ‘dengan telinga’ yang menciptakan banyak cedera, tapi di sisi lain, motor lebih cepat di trek lurus dan tikungan.”

Baca Juga:

Juara dunia MotoGP tiga kali tersebut ingin melihat balapan yang lebih aman sehingga jumlah cedera berkurang.

“Ada jatuh sejak awal, pembalap mencapai gravel pada kecepatan yang luar biasadan perubahan membuatnya mulai berputar seperti sebuah boneka. Cedera terjadi seperti yang saya alami di Assen 2019 atau Martin di hari yang lain,” tuturnya.

“Mengendarai motor akan terus berbahaya karena ketika Anda mengombinasikan kecepatan dan kompetisi, ada risiko besar. Saya ingin melihat olahraga dengan sedikit cedera dan aman.”

Lorenzo memberi saran agar MoroGP kembali jadi ajang yang aman. Pertama, mengurangi kecepatan motor. Kedua, menambah terobosan. Ketiga, mengubah ban depan seperti Formula 1.

“F1 berubah dari ban slick ke campuran meski dalam kondisi keringa. Saya ingat bahwa silinder dan energi juga terbatas. Aerodinamika juga terbatas. MotoGP melakukan gaya itu dari 1000 cc ke 800 cc, tapi kemudian itu kembali ke 1000cc dan motor melaju lebih kencang. Itu sepertinya sebuah opsi yang tidak mungkin dan layak dalam jangka waktu pendek. Saya pikir motor akan melaju lebih dan lebih,” ia mengungkapkan.

Kontroversi yellow flag yang menyebabkan dihapusnya waktu tercepat sekaligus kans pole position milik Francesco Bagnaia, rider Ducati.

Marshal dan tim Medis menangani Jorge Martin, Pramac Racing setelah insiden

Marshal dan tim Medis menangani Jorge Martin, Pramac Racing setelah insiden

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Aturan ini tidak adil bagi pembalap yang lap dihapus tapi level keamanan terbaik karena kami tidak mengizinkan kami, seperti di masa lalu, itu ketika ada seorang pembalap berada di tanah dan berusaha bangkit setelah jatuh. Dia tiba dengan cepat dan dampaknya, ada pembantaian,” katanya.

“Yang jelas, pembalap harus melihat bendera kuning dan pada momen di mana jarak pandang tak cukup. Yellow flag, seperti kasus Pecco tak terlihat. Saya tidak tahu kalau solusinya membuat layar raksasa untuk pembalap di dasbor yang mengedipkan warna kuning. Dia bisa melihatnya tanpa masalah. Kami harus mencari solusi karena vsibilitas sangat rendah.”

dibagikan
komentar
Binder: KTM Masih Kuat meskipun Kesulitan

Artikel sebelumnya

Binder: KTM Masih Kuat meskipun Kesulitan

Artikel berikutnya

Aleix Espargaro Kejar Podium Pertama Aprilia di MotoGP dalam Dua Dekade

Aleix Espargaro Kejar Podium Pertama Aprilia di MotoGP dalam Dua Dekade
Muat komentar