Lorenzo menyesal salah pilih ban depan

Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo, menganggap telah membuat keputusan yang salah dalam memilih kompon ban depan di MotoGP Jepang, Minggu (16/10).

Lorenzo balapan dengan kompon ban depan medium dan ban belakang soft. Selepas start, ia memimpin di depan. Tapi ia lalu turun di posisi kedua setelah disalip Marc Marquez pada Lap 4.

Dua lap kemudian, Lorenzo disalip Valentino Rossi dan turun di posisi ketiga. Ketika Rossi terjatuh, Lorenzo tampak bakal menempati podium kedua, walaupun Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales mulai mendekatinya.

Sayang, pada lima lap terakhir, Lorenzo terjatuh di Tikungan 9. Marquez pun tak terbendung untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP 2016 di Motegi.

Terkait ban depan, Lorenzo bukan satu-satunya pembalap yang memilih kompon medium. Semua pembalap yang finis 10 besar juga memakai kompon ban yang sama, kecuali Cal Crutchlow dengan ban depan kompon hard.

Lorenzo pun meyakini ia seharusnya memilih kompon ban depan soft. “Saya baik-baik saja. Kecelakaan ini tidak membuat saya sakit lagi. Tidak masalah,” ucapnya usai balapan.

“Masalahnya adalah bahwa saya tidak finis dan saya sangat kecewa, karena saya bisa naik ke peringkat kedua (di klasemen). Tapi saya kehilangan peluang besar.

“Kecewa. Saya pikir kami membuat keputusan salah dengan ban depan. Kami memilih medium, dan (ternyata) medium tidak berjalan baik bagi kami sepanjang akhir pekan.

“Saya tidak merasakan getaran (pada ban medium) di FP4. Dan karena hari ini (cuaca) panas, kami memutuskan untuk memilihnya. Tapi saya yakin dengan kompon soft, saya akan lebih baik. Saya akan bisa bertahan dengan Marc dan bertarung untuk kemenangan.

“Sangat disayangkan. Jika di Aragon kami membuat keputusan tepat dengan ban dan menjalani balapan yang baik, kali ini kebalikannya. Kami membuat kesalahan dengan ban depan. Saya juga membuat kesalahan karena terlalu menekan di tikungan itu dan terjatuh.

Peluang besar terbuang

Tak hanya menyesal telah salah memilih kompon ban depan, Lorenzo juga kecewa karena tidak finis balapan, mengingat trek Motegi tampak cocok bagi Yamaha YZR-M1.

“Disayangkan karena kami punya peluang besar untuk menang,” keluh sang pembalap, yang memenangi MotoGP Jepang pada 2009, 2013 dan 2014.

“Kecelakaan (di FP3) lebih menyulitkan pace saya dalam balapan, karena rasa sakit dan juga kesalahan (memilih kompon) ban depan.

“Kami kehilangan peluang besar di trek ini. Apalagi ini trek yang bagus untuk menang.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Jepang
Trek Twin Ring Motegi
Pembalap Jorge Lorenzo
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Breaking news