Lorenzo Sebut Kelemahan Vinales dan Sarankan Bertemu Psikolog

Mantan pebalap tim pabrikan Yamaha, Jorge Lorenzo, menyebut Maverick Vinales memiliki beberapa kelemahan. Tetapi, Lorenzo yakin kompatriotnya itu mampu menang lagi.

Lorenzo Sebut Kelemahan Vinales dan Sarankan Bertemu Psikolog

Maverick Vinales mampu memenangi lomba pertama Kejuaraan Dunia MotoGP 2021, GP Qatar, akhir Maret lalu. Namun, pada balapan kedua yang masih digelar di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, GP Doha, ia hanya mampu finis di P5.

Performa pembalap tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP tersebut kian menurun pada balapan ketiga di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal. Di kualifikasi, pole position yang direbut Vinales dinilai tidak sah karena melanggar batas kecepatan.

Start dari grid 12 barisan keempat, juara dunia Moto3 2018 itu pun harus puas hanya menuai lima poin dari Algarve setelah finis di P11.

Kritik pun bertubi-tubi menghantam pembalap asal Spanyol, 26 tahun, tersebut. Tidak tahan dengan kritikan, Vinales pun menutup akun Twitter miliknya. Kendati begitu, ia masih aktif di dua media sosial lainnya, Instagram dan Facebook.

Mantan pembalap MotoGP yang juga juara dunia lima kali, Jorge Lorenzo, yang menjadi pembalap penguji Yamaha di MotoGP 2020, sangat yakin Vinales mampu menemukan cara untuk kembali sukses.

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Hal itu diungkapkan juara dunia kelas 250 cc (kini Moto2) 2006 dan 2007 serta MotoGP 2010, 2012, dan 2015, dalam sesi tanya jawab di saluran YouTube miliknya.

“Vinales masih muda dan pasti akan kembali menemukan cara untuk menang,” tutur mantan pembalap asal Las Palmas, Spanyol, tersebut.

Namun begitu, Lorenzo menekankan bila kompatriotnya itu di saat yang sama harus memperbaiki beberapa faktor yang masih menjadi kelemahannya. “Pertama, start. Ia harus mampu mencari solusi untuk mengatasi buruknya start ini,” tutur Lorenzo.

Mantan pembalap, 33 tahun, yang memenangi 47 balapan, 114 podium, dan 43 pole sepanjang turun pada 2008 sampai 2019 itu menambahkan, kelemahan kedua Vinales adalah emosi yang fluktuatif.

Untuk masalah ini, Lorenzo menyebut pemenang sembilan balapan, 27 podium, dan 12 pole tersebut harus mampu menstabilkannya. Pasalnya, hampir mustahil pembalap bebas dari masalah di setiap akhir pekan lomba.

Baca Juga:

“Di beberapa trek, Yamaha tidak mampu bagus. Mungkin di sirkuit lain, ia tidak mampu mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Anda pasti juga pernah mengalami kecelakaan, cedera, dan momen-momen yang membuat mentalitas Anda drop,” ujar Lorenzo.

“Untuk kasus-kasus seperti ini, Anda harus mampu konstan. Selalu berpikir positif dan mencoba untuk selalu mengeluarkan yang terbaik tanpa harus mencari kambing hitam atau bilang ini semata karena kecelakaan.”

Untuk mengatasi masalah terakhir ini, Lorenzo menyarankan Maverick Vinales untuk meminta bantuan profesional. Mungkin, menurut Lorenzo, Vinales bisa berkonsultasi dengan psikolog khusus olahraga.

“Anda tidak perlu malu melakukan itu. Saya pernah melakukannya dalam beberapa kasus di masa lalu karena memang memerlukannya. Vinales jelas harus melakukan itu karena hal-hal seperti ini terus berulang pada dirinya setiap tahun,” ucap Lorenzo.

Maverick Vinales berada di posisi ketiga klasemen MotoGP 2021, terpaut 20 poin dari rekan setimnya Fabio Quartararo di puncak, menjelang balapan keempat, GP Spanyol, di Sirkuit Jerez-Angel Nieto, akhir pekan nanti (30 April – 2 Mei).

Ironisnya, belum lama ini ia sudah khawatir insiden di akhir pekan GP Portugal akan terulang di GP Spanyol.   

 

dibagikan
komentar
Marquez Senang Akhirnya Boleh Naik Motor

Artikel sebelumnya

Marquez Senang Akhirnya Boleh Naik Motor

Artikel berikutnya

Rossi Menatap Podium Ke-200 MotoGP di Jerez

Rossi Menatap Podium Ke-200 MotoGP di Jerez
Muat komentar