Lorenzo: Transisi dari 250cc lebih mudah ketimbang Ducati

dibagikan
komentar
Lorenzo: Transisi dari 250cc lebih mudah ketimbang Ducati
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
Co-author: Oriol Puigdemont
17 Okt 2018 14.05

Jorge Lorenzo mengungkapkan, bahwa peralihan motor 250cc ke MotoGP lebih mudah dibanding kepindahan dari Yamaha ke Ducati.

Diiming-imingi bayaran gaji tinggi, X-Fuera memutuskan bergabung dengan Ducati pada 2017. Akan tetapi, kolaborasi kedua belah pihak tak berlangsung lama. Belum genap dua musim memperkuat pabrikan Italia, Lorenzo hijrah ke Honda, sedangkan Ducati menggaet Danilo Petrucci.

Yang menarik, usai resmi menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama pabrikan sayap tunggal, pembalap Spanyol itu justru mampu memetik tiga kemenangan – juga mencetak empat kali pole position – untuk Ducati.

Dalam wawancara eksklusif kepada Motorsport.com, Lorenzo bicara soal betapa sulitnya beradaptasi dengan Desmosedici GP18 setelah sembilan musim mengendarai Yamaha. Ia mengklaim, peralihan dari kelas 250cc ke MotoGP pada 2008 justru merupakan transisi yang lebih mudah.

Baca Juga:

“Saya selalu di sana. Saya punya talenta untuk cepat di atas motor dan terutama karena, katakanlah, saya adalah spons. Saya banyak bekerja dan jika ada yang tidak berfungsi, saya bekerja dua kali lebih keras,” tuturnya.

“Dengan Yamaha, saya hampir tidak menyentuh rem belakang, dan saya melepaskan rem depan lebih cepat untuk meningkatkan kecepatan saya di tikungan.

“Dengan Ducati, itu benar-benar kebalikannya: Anda mendapatkan waktu di titik pengereman, memblokir roda belakang pada saat-saat terakhir dan masuk menyilang, mengambil manfaat dari akselerasi saat keluar (tikungan).

“Bagi saya, itu seperti mengubah kategori. Saya akan katakan, bahwa pindah dari Aprilia 250cc ke Yamaha MotoGP kurang dramatis daripada kedatangan saya ke Ducati.

“Aprilia kurang gugup dibanding Ducati, yang sempurna untuk gaya saya. Motor Ducati berlawanan dengan saya dan itulah mengapa saya terkejut ketika pertama kali mencobanya.

“Tapi saya bersikeras, saya selalu di sana. Saya hidup dalam 125cc, kemudian pada 250cc dan juga di MotoGP. Masalahnya adalah beberapa orang mengira saya akan menjadi juara (dunia) dengan Ducati pada tahun pertama.

“Lagipula, ada (Marc) Marquez di depan, yang telah membalap dengan Honda selama lima tahun pada waktu itu,” papar Lorenzo.

Walau mengaku dirinya meremehkan perihal apa yang diperlukan untuk kompetitif bersama Ducati, ia menggarisbawahi satu-satunya gelar juara MotoGP, serta satu-satunya – yang dipersembahkan Casey Stoner pada 2007 – datang dalam keadaan tidak biasa.

“Saya pikir akan lebih cepat dari awal dan (ternyata) tidak seperti itu,” ucap Lorenzo.

“Tapi juga benar Ducati hanya memenangi satu titel sepanjang sejarahnya dan itu pada tahun tertentu: mereka memakai ban Bridgestone dan memiliki 30 tenaga kuda lebih dari yang lain.

“Stoner adalah pembalap top, dan setelah 2007 dia terus memenangi balapan, namun itu tidak sama,” pungkasnya.

Slider
List

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing

Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
2/10

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Jorge Lorenzo, Movistar Yamaha MotoGP

Jorge Lorenzo, Movistar Yamaha MotoGP
3/10

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Casey Stoner, Ducati Team

Casey Stoner, Ducati Team
8/10

Foto oleh: Ducati Corse

2007 MotoGP champion Casey Stoner celebrates

2007 MotoGP champion Casey Stoner celebrates
9/10

Foto oleh: Ducati Corse

Celebrations at Ducati: 2007 MotoGP champion Casey Stoner and race winner Loris Capirossi celebrate

Celebrations at Ducati: 2007 MotoGP champion Casey Stoner and race winner Loris Capirossi celebrate
10/10

Foto oleh: Ducati Corse

Next article
Misi balas dendam Dovizioso kepada Marquez

Artikel sebelumnya

Misi balas dendam Dovizioso kepada Marquez

Next article

Rekor yang bisa tercipta saat MotoGP Jepang

Rekor yang bisa tercipta saat MotoGP Jepang
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Jorge Lorenzo Shop Now
Tim Ducati Team Shop Now
Penulis Jamie Klein
Tipe artikel Interview