MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
72 hari
Selengkapnya:

Marini Ragu Bisa Kalahkan Rossi

Pembalap anyar Avintia Esponsorama Racing, Luca Marini, bicara soal target, tes pramusim, adaptasi, hingga kans mengalahkan Valentino Rossi di MotoGP 2021.

dibagikan
komentar
Marini Ragu Bisa Kalahkan Rossi

Desember tahun lalu, Marini sebenarnya sudah merilis livery tunggangan barunya yang akan digunakan di kelas premier. Tetapi saat itu merupakan event peresmian skuad Sky Racing Team VR46 menyambut musim baru.

Dilakukan secara daring, Avintia Esponsorama Racing secara resmi memperkenalkan duet pembalap baru, Marini dan Enea Bastianini, untuk mengarungi MotoGP 2021.

Namun demikian, livery motor Marini serta Bastianini berbeda. Marini berkelir Sky Racing Team VR46, sedangkan Bastianini dengan corak Avintia Esponsorama Racing.

Bagi rookie Marini, promosi ke kelas premier tahun ini jadi kesempatan mengadu kekuatan dengan kakak tirinya, Valentino Rossi.

Bagaimana kesan pertama Anda dengan motor baru?

"Ini sungguh fantastis. Kami mendapatkan motor Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso, tapi ada area yang tidak saya sukai dan itu membuat saya tidak nyaman. Sekarang, saya sudah merasa jauh lebih baik. Kami telah melakukan beberapa peningkatan ergonomi, tetapi kami masih harus memperbaikinya sebelum tes Qatar. Kami adalah tim bagus dan saya juga senang dengan semua orang-orang di Ducati, jadi saya tidak sabar untuk memulainya."

Bagaimana hubungan Anda dengan Enea?

"Saya merasa sangat baik. Kami sudah saling mengenal sejak lama dan kami selalu menghargai satu sama lain."

Siapa kepala teknisi Anda?

"Kepala Teknisi saya adalah Luca Ferraccioli. Dia merupakan manajer teknis di tim Avintia. Saya sudah bertemu dengannya, kami berbicara dan mencoba memahami sedikit metode kerja masing-masing. Saya bertanya kepadanya sebanyak mungkin tentang Ducati dan pembalap yang bisa dikalahkan.

"Kami berusaha mempersiapkan sebaik mungkin untuk tes Qatar. Ini akan menjadi pertama kalinya kami berada di atas motor dan akan ada banyak pekerjaan. Sayang sekali tidak bisa mengujinya pada November lalu karena Covid-19. Ini sedikit terlambat, namun kami akan mencoba lakukan yang terbaik untuk beradaptasi secepat mungkin."

Anda tidak bisa mencoba motor ini sebelum tes Qatar, jadi apa ekspektasinya?

"Saya tidak memiliki ekspektasi, karena kami hanya perlu mengenal motor, ban, dan elektroniknya. Ada banyak hal yang berubah dan metode kerja yang berbeda dari Moto2. Kami harus memulai jalur baru ini dengan tenang, tetapi dengan keinginan besar untuk melakukannya dengan cara terbaik dan secepat mungkin."

Dari sudut pandang fisik, seperti apa latihan yang Anda lakukan?

"Saya berlatih seperti musim lalu, tapi saya juga meniru apa yang dilakukan oleh Valentino, Franco Morbidelli, dan Pecco Bagnaia. Saya selalu berlatih di pusat kebugaran di Pesaro, dan menggunakan motocross di Ranch."

Apakah Anda mengubah pola makan, dalam hal nutrisi?

"Saya pikir dengan berada di MotoGP, saya bisa merasa lebih nyaman dengan bobot tubuh yang lebih besar, karena motor ini memiliki tenaga besar. Tetapi mereka mengatakan kepada saya harus tetap berhati-hati dengan bobot tubuh.

"Jadi saya pikir dalam hal nutrisi semuanya akan tetap sama, dan juga harus menjaga berat badan tetap terkendali. Jika saya membutuhkan kekuatan sedikit lebih besar pada tes pertama, mungkin saya akan melakukan sesuatu yang berbeda."

Anda dikelilingi pembalap MotoGP, apakah Anda mendapat masukan?

"Kami tidak terlalu banyak berbicara tentang hal teknis. Saya pikir itu akan terjadi ketika musim berjalan, karena saya sudah tahu apa yang harus saya tanyakan kepada mereka. Saya masih harus menemukan pendekatan terbaik pada kategori dan motor ini. Jadi, saya belum tahu apa yang harus ditanyakan kepada mereka.

"Pendekatan di setiap kategori jauh berbeda. Namun di Moto2, saya melakukan pekerjaan yang bagus. Sepertinya beberapa hal terlihat sama di MotoGP, meski di sana segala sesuatunya akan sangat detail."

Pembalap dari VR46 Academy, Bagnaia, sudah dua tahun berada di Ducati, apakah dia memberikan Anda masukan bermanfaat?

"Saya banyak berbicara dengan Pecco (sapaan akrab Bagnaia), dan dia mengatakan kepada saya tentang banyak hal karena dia tahu lebih banyak tentang Ducati dibandingkan Vale dan Franco. Jadi, dia memiliki banyak hal untuk dijelaskan kepada saya. Itu sangat menarik, saya pikir kami akan sering berbicara seiring berjalannya musim. Sekarang saya tidak tahu apa yang ingin kami bicarakan karena saya belum mencoba apa pun. Jadi akan sulit untuk memahaminya."

Anda akan berada di Qatar selama 12 hari untuk tes dan dua balapan di trek yang sama, apakah itu bisa menjadi sebuah keuntungan bagi Anda untuk mengendarai motor lebih cepat?

"Berkendara di trek yang sama tidak bagus untuk pembalap. Saya ingat, di Moto2, kami pernah berada di Jerez selama sembilan hari, dan pada hari terakhir saya ingin membakar semuanya. Namun, sekarang ada banyak hal yang perlu dipelajari dan dipahami, jadi itu akan menjadi keuntungan bagi kami.

"Mungkin di Qatar II kami akan lebih dekat dengan pembalap tercepat. Tapi ketika berada di trek lain, mungkin kami harus berjuang lebih keras. Qatar memiliki trek yang sangat bagus, halus, lebar, terlihat sempurna untuk MotoGP. Tapi, ketika Anda menuju Jerez atau tempat lainnya, mungkin Anda akan sedikit kesulitan."

Secara emosional, bagaimana Anda menanggapi momen transisi ke MotoGP?

"Secara emosional sungguh luar biasa. Saya selalu dicap sebagai orang yang dingin dan rasional, yang mungkin hanya merasakan sedikit emosi, tetapi  melihat MotoGP begitu dekat, bisa menyentuhnya dan mengetahui bahwa Anda bisa segera melakukannya adalah sesuatu yang luar biasa.

"Setiap hari saya memikirkan bagaimana sensasi pertama di atas motor. Setelah jeda musim dingin, melakoni lap pertama rasanya sangat menyenangkan bahkan dengan Moto2, karena motornya sepertinya melaju sangat cepat. Kali ini saya akan menunggangi motor MotoGP, jadi saya pikir akan ada banyak hal. Saya bersemangat dan termotivasi, saya tidak sabar karena ini kelas premier, tidak ada yang lebih baik dalam olahraga ini. Saya menikmati itu setiap hari."

Anda memperjuangkan gelar di Moto2. Apakah Anda berharap persaingan itu terus berlanjut di MotoGP, mungkin seperti yang ada di masa lalu antara Valentino dan Max Biaggi?

"Saya berharap persaingan seperti itu bisa muncul kembali, karena itu berarti kami semakin kuat. Tapi ada begitu banyak pembalap kuat di MotoGP, jadi persaingan seperti itu rasanya tidak akan ada lagi. Sekarang Anda harus bertarung melawan 12 pembalap untuk menang, bukan hanya diperebutkan dua atau tiga pembalap seperti dulu.

"Saya tidak tahu apakah ini lebih sulit atau lebih mudah. Tapi, saya pikir di era ini akan sulit untuk melihat persaingan seperti yang terjadi dalam sejarah. Mungkin di masa depan kami akan menjadi yang terkuat, hanya saya dan Enea, dan itu akan menyenangkan.

Apa yang akan terjadi ketika pertama kali Anda finis di depan Valentino? Akankah dia mengunci Anda di luar rumah?

"Kami tinggal di rumah yang berbeda, jadi itu tidak masalah. Namun, saya kira tidak akan ada rivalitas di antara kami. Jika saya bisa berada di depan Vale, itu berarti saya semakin kuat. Tapi itu tidak mudah, karena dia menyeramkan."

Tahun ini, tiga rookie ada di Ducati, tapi Jorge Martin akan mendapat motor tim pabrikan…

"Saya pikir ini sangat bagus, tapi juga akan menghadirkan tantangan besar. Kami bisa saling menekan, berbagi data. Tetapi, jika saya dan Enea bisa tampil cepat, semoga Ducati memberikan kami perangkat baru, seperti yang mereka lakukan kepada Johann Zarco tahun lalu."

Luca Marini dan Enea Bastianini, Avintia Esponsorama Racing

Luca Marini dan Enea Bastianini, Avintia Esponsorama Racing

Sirkuit MotoGP Argentina, Termas de Rio Hondo, Dilalap Api

Artikel sebelumnya

Sirkuit MotoGP Argentina, Termas de Rio Hondo, Dilalap Api

Artikel berikutnya

Didukung Penuh Ducati, Bastianini Siap Berikan yang Terbaik

Didukung Penuh Ducati, Bastianini Siap Berikan yang Terbaik
Muat komentar