MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
65 hari
Selengkapnya:

Luthi akui sulit ubah gaya balap Moto2

Thomas Luthi mengaku butuh waktu lebih lama untuk mengubah gaya balap ke MotoGP. Menghabiskan sebagian besar karier di kelas Moto2 menjadi penyebabnya.

Luthi akui sulit ubah gaya balap Moto2

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Dari empat rookie yang promosi ke kelas premier, Luthi terhitung paling lama membalap Moto2. Ia tampil reguler sejak 2010, tepat ketika kelas tersebut mulai dibentuk. Sebelumnya, pembalap Swiss itu tiga tahun pada kategori 250cc dari 2007 sampai 2009.

Setelah absen pada tes akhir musim Valencia, Luthi akhirnya debut mengendarai motor MotoGP untuk Marc VDS saat tes pramusim Sepang pekan lalu.

Meski telah pulih dari cedera patah pergelangan kaki, tapi Luthi belum sepenuhnya fit. Ia menegaskan, bukan cedera yang mempengaruhi performa ketika tes, melainkan gaya balap.

 “(MotoGP) adalah dunia yang berbeda. Moto2 merupakan sekolah brilian, tapi saya bertahun-tahun di sana dan tentu punya gaya balap Moto2 di dalam diri,” tuturnya.

“Saya perlu mengubahnya dan mungkin butuh waktu sedikit lebih lama bagi saya untuk beradaptasi dengan MotoGP. Tapi saya benar-benar bekerja keras.

“Saya bekerja pada lap demi lap, atau bahkan tikungan demi tikungan untuk mengubah gaya balap dengan motor MotoGP, yang mana itu sangat penting.”

Lebih lanjut, Luthi menyebut ban depan Michelin sebagai bagian sulit dalam proses adaptasi ke MotoGP, mengingat selama ini menggunakan Dunlop.

“Sulit untuk mendapatkan feeling, khususnya bagian depan. Sangat sulit, karena begitu berbeda dibandingkan ban depan Moto2,” keluhnya.

“Selangkah demi selangkah, saya datang lebih dekat. Ini yang saya lakukan sepanjang hari tes, untuk benar-benar mendapatkan feeling dari depan. Tapi saya masih butuh beberapa lap.

“Saya merasa perlu untuk lebih menekan ketika masuk tikungan dan lebih mengerem terlambat. Jika saya mengerem seperti di Moto2, maka itu cerita yang sama sekali berbeda.”

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
VIDEO: Kontroversi fairing aerodinamika jelang MotoGP 2018

Artikel sebelumnya

VIDEO: Kontroversi fairing aerodinamika jelang MotoGP 2018

Artikel berikutnya

Tech 3 umumkan Syahrin tes MotoGP Buriram

Tech 3 umumkan Syahrin tes MotoGP Buriram
Muat komentar