Makin Lama Absen, Kekuatan Marquez Bisa Terkikis

Saat ini semua pembalap MotoGP menantikan kapan Marc Marquez kembali. Para lawan ingin mengetahui seberapa kuat juara dunia MotoGP enam kali itu saat comeback nanti.

Makin Lama Absen, Kekuatan Marquez Bisa Terkikis

Absennya Marc Marquez sepanjang Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 lalu menimbulkan fenomena sangat menarik. Kekuatan pembalap dan tim-tim semakin merata.

Dari 14 lomba, sembilan pembalap berbeda – Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli (masing-masing tiga kemenangan), Miguel Oliveira (dua), Brad Binder, Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, Danilo Petrucci, Alex Rins, dan Joan Mir (satu) – mampu menang.

Kesembilan pembalap tersebut berasal dari enam tim berbeda (total skuad MotoGP 2020 adalah 11). Para pembalap Yamaha mampu merebut tujuh kemenangan diikuti KTM (tiga), serta Ducati dan Suzuki yang masing-masing dua kali naik podium utama.

Berkat konsistensi luar biasa para pembalapnya, Suzuki berhasil mengunci gelar juara dunia pembalap lewat Joan Mir dan tim. Keberhasilan Suzuki ini juga tidak lepas dari kehebatan Alex Rins yang mampu finis di peringkat ketiga klasemen akhir.  

Ducati merebut gelar juara dunia konstruktor setelah lima pembalapnya – Dovizioso, Petrucci, Jack Miller, Johann Zarco, dan Francesco Bagnaia – mampu naik podium.

Ironisnya, Honda yang beberapa tahun terakhir mendominasi MotoGP lewat enam gelar yang direbut Marc Marquez (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019), tidak mampu menang.

Posisi terbaik pembalap Honda di klasemen akhir justru datang dari pembalap tim satelit, LCR, Takaaki Nakagami. Tidak pernah finis podium, pembalap Jepang itu berada di P10 klasemen akhir.

Baca Juga:

Absennya Marc Marquez memang sangat berpengaruh bagi Honda. Hasil finis tertinggi mereka hanyalah dua kali podium kedua yang dibuat Alex Marquez, rekan setim Marc Marquez di Repsol Honda (kini pindah ke LCR) yang juga adik kandungnya.

Bandingkan saat Marc Marquez sehat, pada MotoGP 2019 misalnya. Marquez mampu memenangi 12 dari 19 lomba serta finis podium kedua sebanyak enam kali.

Di sisi lain, KTM menjadi salah satu pabrikan yang mampu memanfaatkannya. Tidak hanya satu, KTM yang sebelumnya tidak pernah menang justru berhasil merebut tiga podium utama sekaligus pada MotoGP 2020 lalu.  

Direktur Motorsport KTM Pit Beirer mengaku sedih Marquez mengalami cedera. Beberapa pihak bisa diuntungkan dengan absennya Marquez. Hasil MotoGP 2020 mungkin terjadi hanya karena Marquez absen.

“Jadi, sebetulnya akan menarik bila Marquez segera kembali karena semua butuh dia untuk mengetahui di mana posisi kami. Bagaimanapun, dia masih pembalap terbaik di MotoGP,” kata Beirer.

Beirer yakin sebagian besar pembalap dan tim ingin pembalap asal Spanyol itu segera kembali ke lintasan. Bukan hanya karena ingin bersaing dengannya.

Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (depan), ditempel ketat andalan Tim Suzuki MotGP, Joan Mir, dalam sebuah lomba MotoGP 2020. Morbidelli dan Mir adalah dua dari lima pembalap yang menorehkan kemenangan pertama di MotoGP musim lalu saat Marc Marquez absen.

Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (depan), ditempel ketat andalan Tim Suzuki MotGP, Joan Mir, dalam sebuah lomba MotoGP 2020. Morbidelli dan Mir adalah dua dari lima pembalap yang menorehkan kemenangan pertama di MotoGP musim lalu saat Marc Marquez absen.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saat Marquez kembali nanti, kami akan tahu sejauh mana hasil pengembangan motor. Jelas bukan tugas mudah baginya,” tutur Beirer.

“Setelah berbulan-bulan absen dengan tiga operasi, ia akan kesulitan untuk menyamai levelnya sebelum cedera. Saya ingin segera mengetahui seberapa kompetitif Marquez saat turun lagi nanti.”

Namun begitu, ada dampak buruk lain dari panjangnya Marquez absen. Semakin lama absen, bukan tidak mungkin kekuatan Marquez akan terkikis.

Musim lalu, sejumlah pembalap untuk kali pertama merasakan kesempatan yang lebih besar. Beberapa di antaranya bahkan bukan hanya berhasil menang untuk kali pertama. Quartararo, Morbidelli, dan Oliveira, bahkan mampu menang lebih dari sekali.

Mampu merebut kemenangan jelas membuat kepercayaan diri para pembalap tersebut naik. Selain itu, teknik mereka juga bakal meningkat pesat.

Bila saat Marquez fit para pembalap itu hanya berpikir untuk merebut posisi kedua, di setiap lomba musim lalu mereka menjadi sangat percaya diri mampu menang.

“Banyak pembalap tahu mereka kini mampu menang. Kondisi seperti itu (kian percaya diri) mampu mendongkrak performa hingga 10 persen. Kini, lawan-lawan Marc Marquez siap membuktikan mereka mampu menang saat ia kembali dan itu akan menarik,” ucap Beirer.

 

 

 

dibagikan
komentar
Tanpa Marquez, Espargaro Hadapi Tekanan Pelajari Honda

Artikel sebelumnya

Tanpa Marquez, Espargaro Hadapi Tekanan Pelajari Honda

Artikel berikutnya

Bos KTM Klaim Marquez Miliki Banyak Pesaing Kuat

Bos KTM Klaim Marquez Miliki Banyak Pesaing Kuat
Muat komentar