Manajemen ban kini jadi kelemahan Ducati

dibagikan
komentar
Manajemen ban kini jadi kelemahan Ducati
David Gruz
Oleh: David Gruz
4 Jul 2018 15.40

Kegagalan menapaki podium MotoGP Belanda menyisakan kekecewaan Andrea Dovizioso. Tak dapat mengelola usia ban merupakan masalah terbesar Desmosedici GP18 saat ini.

Musim lalu, manajemen ban adalah salah satu kekuatan Dovizioso, membuatnya muncul sebagai penantang kuat Marc Marquez hingga balapan pamungkas Valencia. Namun kini situasinya telah berubah.

DesmoDovi, terakhir kali mengecap kemenangan pada Qatar, hanya finis keempat di belakang Maverick Vinales. Ia juga tak mampu mengimbangi Marquez pada paruh kedua balapan karena ban belakangnya habis.

“Kami kalah dalam delapan lap terakhir, saya tidak memiliki traksi lagi. Itulah alasan mengapa saya tidak bisa bertahan dengan Marc dan saya tidak bisa bertarung untuk podium, itu adalah titik negatif akhir pekan lalu,” keluh Dovizioso.

“Saya senang dengan posisi keempat karena delapan lap terakhir saya berjuang keras, (tapi) saya tidak punya kecepatan lagi.

“Saya finis keempat karena saya menempatkan diri pada posisi dan saat yang tepat, bukan karena pada akhirnya kami cukup cepat untuk keempat.

“Saya senang dengan cara saya mengendarai motor dalam balapan, tetapi kami harus mencoba memperbaiki sedikit cara untuk mengelola ban belakang.

“Perbedaan dari tahun lalu adalah ketika Anda kehilangan grip di akhir balapan, kami benar-benar buruk.

“Tahun lalu kami memiliki kemungkinan untuk mengelola ban dan menjadi cepat di akhir balapan. Tahun ini, dengan ban ini, tidak.”

Slider
List

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Tak pikirkan poin klasemen

Setelah gagal finis di Catalunya, Dovizioso berhasil menjejaki peringkat kelima usai balapan Assen. Kendati demikian, ia terpaut 61 poin dari Marquez.

Walau mengklaim bahwa merebut gelar juara tidak mustahil, namun sang pembalap memperingatkan Ducati untuk segera memperbaiki manajemen ban.

“Jika Anda melihat kejuaraan, jika Anda melihat balapan ini, jika Anda ingin menjadi obyektif, sangat sulit (mengalahkan Marquez) tetapi bukan tidak mungkin,” kata Dovizioso.

“Tetapi pada saat ini saya tidak fokus pada itu dan saya tidak akan balapan untuk mencoba menciptakan beberapa situasi yang aneh.

“Saya pikir kami harus memperbaiki poin negatif kami pada akhir balapan, (karena) masih kami tidak cukup kuat.

“Itulah intinya dan kami harus fokus pada itu. Ketika kami akan lebih baik tentang itu, kami bisa memikirkan hal-hal yang berbeda.

“Jika Anda tidak baik-baik saja di setiap area, Anda tidak bisa benar-benar bertarung dengan Marc ketika dia memiliki banyak poin.”

Laporan tambahan oleh Mark Bremer

Next article
Pedrosa akan umumkan masa depan di Jerman

Artikel sebelumnya

Pedrosa akan umumkan masa depan di Jerman

Next article

Unggul 41 poin, Marquez enggan bersantai

Unggul 41 poin, Marquez enggan bersantai
Muat komentar