Marc Marquez Takkan Bisa Lepas dari Bayang-bayang Cedera

Kemenangan fantastis di MotoGP Amerika lalu membuat banyak pihak yakin Marc Marquez sudah pulih dari ceritanya. Tetapi, Kevin Schwantz berpendapat lain.

Marc Marquez Takkan Bisa Lepas dari Bayang-bayang Cedera

Setelah memenangi MotoGP Jerman, 20 Juni lalu, performa Marc Marquez masih belum stabil dalam empat balapan berikutnya. Pembalap Repsol Honda itu baru mulai mencuat lagi saat naik podium kedua MotoGP Aragon, seri ke-13 pada 12 September lalu.

Puncaknya, Marquez berhasil memenangi MotoGP Amerika pada 3 Oktober lalu. Jika di Sachsenring (Jerman) Marquez membukukan kemenangan kedelapan (2013-2019, 2021), maka di Austin, Amerika Serikat, Marquez juga menjadi pembalap dengan podium utama terbanyak di MotoGP, tujuh (2013-2017, 2018, 2021).

Hasil lomba menunjukkan, setelah cedera yang membuatnya absen panjang musim lalu, Marquez baru bisa kompetitif di trek-trek yang selama ini mudah dikuasainya. Atau, di sirkuit-sirkuit dengan arah lomba berlawanan jarum jam dan memiliki tikungan kiri lebih banyak.

Menurut Marquez, performanya di sirkuit anti-clockwise seperti Sachsenring, Aragon, dan Circuit of The Americas (COTA) Austin, saat ini bahkan lebih  baik ketimbang saat dirinya belum cedera.

Juara dunia delapan kali – 125cc 2010, Moto2 2002, dan MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019 – itu mengaku kecepatannya melibas tikungan kiri saat ini lebih baik karena lengan dan bahu kanannya masih kerap nyeri jika dipakai untuk menahan motor saat menikung.

Kevin Schwantz memberikan helm sebagai kenang-kenangan kepada Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT, salah satu pembalap MotoGP yang mengidolakannya.

Kevin Schwantz memberikan helm sebagai kenang-kenangan kepada Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT, salah satu pembalap MotoGP yang mengidolakannya.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Performa Marc Marquez yang belum konsisten menarik perhatian Kevin Schwantz. Belum lama ini, kepada MotoGP.com, juara dunia kelas 500cc 1993 tersebut mengungkapkan seberapa jauh cedera mampu memengaruhi seorang pembalap.

“Saya melihatnya saat balapan di Sachsenring dan berpikir bila kembali setelah sekian lama absen, ini akan menjadi tantangan terberat baik dari sisi teknis maupun fisik,” ucap Schwantz, yang aktif di kelas 500cc pada 1986 sampai 1995 itu.

“Saya mengira itu (kemenangan di Sachsenring) akan menjadi titik balik baginya (Marquez). Tetapi, berikutnya, ia tidak mampu selalu menemukan kepercayaan diri di setiap trek.”

Bagi mantan pembalap asal Amerika Serikat yang kini berusia 57 tahun itu, rangkaian cedera fisik Marquez juga ikut memengaruhi pikirannya.

Baca Juga:

“Sebuah cedera akan selalu tetap berada di kepada Anda. Pasti ada di pikiran misal saat Anda akan masuk sebuah tikungan yang agak panjang, atau saat akan memulai pengereman keras,” ucap Schwantz.

“Saat itu Anda pasti sempat merasa tidak lagi memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melakukan seperti yang Anda miliki sebelumnya.”

Pemenang 25 GP, 51 podium, dan 29 pole position dalam 105 start kelas 500cc itu menambahkan: “Saat membalap dan semakin dekat untuk menjadi yang terbaik di setiap pekan, Anda pasti akan mencoba menghilangkan pikiran tersebut karena Anda tidak bisa membiarkannya terus berada di sana selamanya.”

Meskipun begitu, Kevin Schwantz mengaku optimistis soal masa depan Marc Marquez. Tidak hanya dari kondisi fisiknya tetapi juga dari aspek teknis.

“Saya tahu orang-orang di Honda akan terus bekerja sampai akhir musim membuat motor yang bagus untuk menghadapi balapan tahun depan dan mencoba menang lagi,” katanya.

dibagikan
komentar
Lin Jarvis Sebut Kunci Sukses Fabio Quartararo-Yamaha Musim Ini

Artikel sebelumnya

Lin Jarvis Sebut Kunci Sukses Fabio Quartararo-Yamaha Musim Ini

Artikel berikutnya

Pol Espargaro: Saya Bukan Pengecut

Pol Espargaro: Saya Bukan Pengecut
Muat komentar