Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Marc Marquez: Saya Tidak Harus Keluar ke Trek untuk Menang

Marc Marquez yakin bisa meraih kemenangan dalam MotoGP 2022 cepat atau lambat. Pembalap Repsol Honda punya motivasi lebih besar.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Musim yang tidak mudah bagi Marquez dan koleganya. Sebagai acuan dalam pengembangan RC213V, pembalap Spanyol tersebut belum mampu memberikan banyak.

Sejak pulih dari cedera humerus lengan kanan, ia seolah kembali ke titik nol. Kembali beradaptasi dengan atmosfer balapan dan prototipe.

Alih-alih stress, Marquez menikmati prosesnya. Pembalap 29 tahun tersebut ingin bersenang-senang tanpa memaksakan diri untuk menang.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai sering mengalkulasi risiko dan membandingkan dengan keuntungan yang bakal dimiliki.

“Saya menjalani akhir pekan seolah menyenangkan. Tidak harus keluar dan menang. Jika saya finis keempat, maka keempat. Kalau menyelesaikan lomba di urutan kelima, kelima, sama halnya kalau finis keenam, ya keenam,” ujarnya dalam wawancara dengan DAZN.

“Kemenangan pasti akan datang, semoga. Lebih dari mencoba merek lain atau tim lain, saya punya motivasi lain. Sekarang, saya termotivasi untuk memperjuangkan titel, namun dengan tim ini, bukan lainnya.

“Honda adalah tim dalam hidup saya. Saya selalu bilang, kenapa tidak pensiun di sini? Saya berpegang pada itu.”

Bagaimana pun, Marquez tak menyembunyikan keinginan untuk kembali menghirup aroma kemenangan.

“Balapan demi kesenangan, Anda naik motor, Anda turun ke sirkuit pada hari Minggu tanpa tekanan dan Anda berkendara untuk berputar. Tapi di trek, Anda akan berkompetisi.

Baca Juga:

“Saya di sini untuk berkompetisi dan merayakan berbagai hal lagi. Apakah itu demi titel? Tidak, saya tahu. Tapi, semoga saya dapat bertarung, itu sudah cukup bagus.”

Pemulihan patah humerus kanan juga terganggu oleh gangguan visi atau diplopia. Ia mesti melakoni terapi dan pemeriksaan rutin, selain mengubah menu latihan dan gaya balap.

“Saya harus melaju dengan gaya berkendara beda (karena cedera), saya harus membuat strategi berbeda. Dengan pengalaman, jujur, itu bukan gaya yang saya sukai, namun hei…Kadang, apa yang Anda kurang suka, itu malah berfungsi,” ia menjelaskan.

“Saya belajar juggle. Ini yang harus Anda pelajari sebagai anak-anak. Saya belajar melakukannya sekarang karena pandangan.

“Saya terus menjalani latihan ini sebagai tindakan pencegahan. Sekarang, setiap bulan, saya menjalani pemeriksaan. Mereka melihat mata saya dari dalam, retina. Semua ini…”

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pol Espargaro Mengaku Lemah di Atas RC213V
Artikel berikutnya Kevin Schwantz Tak Kaget Suzuki Tinggalkan MotoGP

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia