Marc Marquez Tunggu Maverick Vinales di MotoGP Inggris

Marc Marquez menantikan kehadiran Maverick Vinales di MotoGP Inggris, setelah pembalap tersebut resmi meminta maaf kepada Yamaha.

Pembalap Yamaha Factory Racing tersebut sudah menyadari kesalahannya. Rekonsiliasi antara kedua belah pihak pun terjadi.

Situasi positif tersebut kemungkinan membuka lagi kesempatan bagi Vinales untuk turun pada putaran selanjutnya, setelah diskors pada MotoGP Austria akibat merusakkan mesin YZR-M1 miliknya.

Marquez pun menanggapi perdamaian Vinales-Yamaha dengan positif. Ia juga memberi saran kepada kompatriotnya dari Spanyol itu.

“Maverick sudah melakukan hal yang tepat, apa yang dia harus lakukan. Tingkah lakunya akhir pekan lalu, tentu tidak disukai Yamaha. Dia menempatkan dirinya dalam bahaya, tapi hari ini, dia melakukan hal tepat,” ucapnya.

“Hal paling logis adalah dia akan kembali ke Silverstone bersama Yamaha dan musim berakhir. Jika saya jadi dia, saya akan mencoba menuntaskan musim ini sebaik mungkin karena dia sangat muda. Dia masih punya bertahun-tahun di hadapannya. Hal-hal seperti ini dapat melukai Anda di masa depan.”

Rider Repsol Honda tersebut menuntaskan kualifikasi pada urutan kelima. Ini artinya dia bakal start dari baris kedua di Red Bull Ring.

Meski podium sangat dekat, Marquez memilih untuk realistis. Ia tidak yakin bisa tembus tiga besar karena raihannya dalam kualifikasi tak mewakili performa RC213V sebenarnya. Ada faktor keberuntungan yang bermain.

“Posisi riil kami adalah kualifikasi pada posisi ketujuh hingga kesembilan. Baris kedua didapat karena ada kesempatan muncul dan kami mengambil keuntungan dari sana,” ujarnya.

Baca Juga:

“Kami tidak mungkin menang maupun podium. Masuk ke lima besar akan sangat sulit, sampai ke posisi keenam lebih nyata. Pada balapan di sana, ada banyak ritme. Semua tergantung pada lap-lap awal dan jika saya tidak membuang banyak waktu dan meninggalkan pembalap di belakang. Itu akan menolong saya pada lap terakhir, tapi itu bakal menjadi balapan sangat panjang.”

Trek basah merupakan sahabat Marquez. Cuaca buruk yang diperkirakan kembali hadir di Red Bull Ring, bisa membuat motor Honda tangguh. Menariknya, pembalap 28 tahun itu tidak terlalu suka dengan kondisi tersebut.

“Jika itu hujan, semua opsi terbuka, bisa melakoni balapan bagus juga bisa saja jatuh. Ini misterius. Di atas kertas, kami lebih kompetitif saat basah, yang mana tidak bagus,” ia menuturkan.

“Akhir pekan lalu dan hingga sekarang, FP3, kami bekerja untuk masa depan. Pada FP4, saya menjalani apa yang saya suka. Dengan motor yang saya kenal, tujuan finis dekat dengan yang pertama, bukan 17 detik seperti Minggu lalu.”

Jorge Martin mempertahankan pole position di seri Austria. Prestasi yang diraih rookie MotoGP 2021 mengingatkan Marquez kepada dirinya, Jorge Lorenzo atau Dani Pedrosa.

“Jorge Martin melakukan pekerjaan bagus. Dia sangat kencang, dia menunjukkan di Qatar di mana dia tampil hebat dengan memimpin mayoritas lap. Pekan lalu, dia melakoni lomba sempurna dan saya kira, besok, dia akan melakukannya lagi karena dia punya pace terbaik dan terkencang,” katanya.

“Tapi sekarang, kami harus memahami levelnya pada sirkuit lain. Pada trek ini, dia selalu sangat kencang. Tahun lalu, di Moto2, dia memenangi balapan, meski mereka menariknya lagi karena menginjak zona hijau.

“Bisa dilihat di Silverstone, Aragon dan trek lain. Jika dia lanjut paling kencang, dia pasti jadi penantang gelar tahun depan.”

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Jadwal MotoGP Austria 2021 Hari Ini
Artikel sebelumnya

Jadwal MotoGP Austria 2021 Hari Ini

Artikel berikutnya

Jorge Martin: Saya Rookie, Jangan Favoritkan Saya

Jorge Martin: Saya Rookie, Jangan Favoritkan Saya
Muat komentar