Marini Tidak Kaget Bermasalah di Shakedown Qatar

Luca Marini tetap tenang melihat hasil shakedown Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, meskipun motornya bermasalah teknis.

Marini Tidak Kaget Bermasalah di Shakedown Qatar

Pembalap debutan (rookie) yang membela Sky VR46 Avintia Team tersebut akhirnya berkesempatan menguji motor barunya, Ducati Desemosedici GP19, pada Jumat (5/3/2021) sore hingga malam waktu Qatar.

Selain menguji motor barunya, runner-up Moto2 2020 lalu tersebut juga sibuk bertanya dengan sejumlah pembalap sebagai referensi untuk proses adaptasi. Adik Valentino Rossi tersebut telihat bertanya kepada dua sahabatnya sesama alumnus VR46 Riders Academy.

“Saya banyak bertanya kepada Pecco khususnya karena ia sangat tahu karakter Desmosedici,” kata Marini, tentang Francesco Bagnaia, mantan rekan setimnya di Moto2 yang kini membela skuad pabrikan Ducati Lenovo Team.

“Saya juga berbicara dengan Franco (Morbidelli). Nasihatnya sangat berharga buat saya dalam persiapan sepanjang musim dingin lalu. Saya benar-benar siap dan fokus mencoba Desmosedici ini,” tutur Marini soal rekannya yang membela Petronas Yamaha SRT itu.

Shakedown kemarin dimulai dari pukul 15.00 sore waktu setempat sampai 21.00 malam. Saat pertama mencatatkan waktu lap, Marini sempat tertinggal hingga 14,732 detik dari Stefan Bradl, pembalap penguji Honda yang selalu memimpin sepanjang sesi kemarin.

Berangsur-angsur, Marini memperbaiki waktu lapnya meskipun selalu berada posisi paling buncit. Marini mampu memperkecil gap dengan Bradl menjadi 9,132 detik lalu 5,240 detik serta 3,194 detik sekira satu jam sebelum shakedown selesai.

Saat shakedown berakhir, Luca Marini hanya terpaut 2,762 detik dari Bradl yang menjadi pembalap tercepat. Total, Marini hanya mampu melibas 33 lap.

Baca Juga:

Jauhnya gap dengan Bradl dan tidak banyaknya jumlah lap yang dilahap – Bradl misalnya sanggup 60 lap atau Cal Crutchlow (penguji Yamaha) yang melibas 58 lap – ternyata memiliki alasan. Ducati Desmosedici GP19 geberan Marini mengalami masalah teknis.

“Di awal-awal shakedown, motor tidak bekerja. Tenaga motor tidak ada sama sekali. Jadi, saya tidak kaget karena memang ada masalah. Saat saya masuk pit, semua bertanya bagaimana tes saya. Saya bilang feeling normal saja,” kata Marini.

“Setelah masalah teknis teratasi, saya mampu melibas beberapa lap menjelang akhir. Motor terasa jauh lebih bertenaga. Karena itu saya mampu memperbaiki waktu lap,” tutur pembalap Italia, 23 tahun, tersebut.

Gangguan teknis yang dialami Marini juga dipengaruhi dirinya tidak didampingi dua mekanik andalannya sejak di Moto2 yang harus tetap tinggal di hotel karena positif terjangkit Covid-19.

Kendati terkendala teknis, Luca Marini sudah langsung bisa memberikan penilaian soal motor spesifikasi MotoGP. Menurutnya, sistem elektronik sungguh impresif. Pembalap juga tidak boleh ragu ketika membuka gas di tikungan.

“Menurut saya, salah satu kelemahan rookie adalah belum paham dengan begitu banyaknya peranti pendongkrak performa di motor ini. Kami tidak pernah memakainya di Moto2,” kata Luca Marini.

“Sulit untuk mengontrol motor saat keluar tikungan tapi Anda harus terbiasa. Dengan bantuan sistem elektronik dan membuka gas dalam-dalam, motor akan lebih stabil.”

Luca Marini pun menjelaskan perbedaan sangat besar antara motor MotoGP dengan motor-motor di kelas bawah yang pernah ia kendarai.

“Rem dari karbon membuat feeling lebih nyaman. Teknik dan gaya pengereman saya dengan rem depan mungkin masih jelek. Saya harus mencoba cepat berdaptasi. Tetapi itu tidak akan menjadi masalah,” ucap Luca Marini.

Tes resmi pertama MotoGP 2021 akan dimulai pada Sabtu dan Minggu (6-7/3/2021). Setiap harinya, waktu tes akan berlangsung mulai pukul 14.00 sampai 21.00 waktu setempat. Lantas, apa yang akan dilakukan Luca Marini nanti?

“Saya akan memperbaiki posisi mengendara. Posisi saya dengan setang, jok, dan tangki, belum nyaman betul. Kami masih harus memperhatikan hal-hal detail karena saya belum mendapatkan posisi natural di atas motor, terutama di tengah tikungan,” ucap Marini.

Dengan tinggi 184 cm, Luca Marini memang harus berusaha keras mencari posisi yang ideal di atas motor. Ia sebelumnya ingin jok yang lebih tinggi karena sudut kaki yang tidak ideal hingga tidak memiliki ruang yang cukup.

“Saya hanya ingin benar-benar menyatu dengan motor ini. Bukan masalah besar seteulnya, hanya butuh feeling lebih. Contohnya posisi tuas rem dan kopling. Saya juga ingin jok yang berbeda namun tidak tahu apakah masih bisa memintanya,” kata Luca Marini.

“Namun, itu juga tidak masalah. Saya bisa beradaptasi. Setahu saya, hanya Jorge Lorenzo yang pernah bermasalah dengan ini. Semua pembalap lain terbukti langsung bisa beradaptasi dengan motor yang diberikan Ducati.”  

Waktu Lap Tes Shakedown MotoGP, Qatar, Jumat (5/3/2021)
1. Stefan Bradl (Honda) 1:55,614 menit
2. Cal Crutchlow (Yamaha) +1,236 detik
3. Test1 (Yamaha) +1,518 detik
4. Enea Bastianini (Ducati) +2,437 detik
5. Michele Pirro (Ducati) +2,442 detik
6. Test3 (Yamaha) +2,624 detik
7. Lorenzo Savadori (Aprilia) +2,659 detik
8. Luca Marini (Ducati) +2,762 detik
9. Sylvain Guintoli (Suzuki) +3,000 detik
10. Jorge Martin (Ducati) +3,261 detik
11. Dani Pedrosa (KTM) +3,441 detik
12. Takuya Tsuda (Suzuki) +5,776 detik
13. Aleix Espargaro (Aprilia) – Tidak mencatatkan waktu

Rekor MotoGP Qatar
Best lap:
Marc Marquez (1:53,380 menit – Honda, 2019)
Fastest lap lomba: Jorge Lorenzo (1: 54,927 menit – Yamaha 2016)

 

 

dibagikan
komentar
Start Kurang Mulus Bagnaia bersama Ducati

Artikel sebelumnya

Start Kurang Mulus Bagnaia bersama Ducati

Artikel berikutnya

Petrucci Cari Set-Up yang Pas untuk Posturnya

Petrucci Cari Set-Up yang Pas untuk Posturnya
Muat komentar